Modern untuk Kota, Melelahkan untuk Manusia

3 menit baca
Pernando Aigro S
Ditulis oleh Pernando Aigro S diterbitkan
Bandung sibuk membangun kota, tetapi belum tentu membangun kenyamanan warganya. (Sumber: Designed by macrovector /Freepik)
Bandung sibuk membangun kota, tetapi belum tentu membangun kenyamanan warganya. (Sumber: Designed by macrovector /Freepik)

Bandung Hari ini selalu terlihat hidup bagi siapa pun yang datang. Kafe baru terus bermunculan, jalan diperlebar, dan sudut-sudut kota dipoles agar tetap menarik di mata banyak orang. Namun di balik wajah modern itu, Bandung justru semakin dekat dengan isu kemacetan, trotoar yang sering terabaikan, serta transportasi yang belum sepenuhnya terfasilitasi bagi warganya. Kota ini terus berkembang secara visual, tetapi keseharian orang-orang yang menjalaninya tidak selalu ikut menjadi lebih mudah.

Kota ini seperti sibuk berlari mengejar modernitas, tetapi lupa bertanya apakah warganya benar-benar ikut sampai. Di tengah kemacetan yang semakin akrab dan transportasi yang belum sepenuhnya ramah, Bandung perlahan berubah bukan menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali, melainkan kota yang hanya enak dipandang dari kejauhan.

Modern untuk Siapa?

Transportasi umum di Bandung hingga hari ini masih terasa seperti fasilitas pelengkap, bukan kebutuhan utama yang diprioritaskan. Di sudut kota Bandung, terutama yang jauh dari pusat kota, akses transportasi publik masih terbatas dan sulit dijangkau. Tidak heran jika banyak masyarakat—terutama anak muda, lebih memilih kendaraan pribadi karena dianggap lebih fleksibel dan efisien untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Masalahnya, keadaan ini justru terus melahirkan lingkaran persoalan yang sama: kendaraan pribadi bertambah, jalan semakin padat, dan kualitas udara perlahan memburuk. Namun alih-alih membenahi transportasi publik secara serius, pembangunan kota justru lebih sering diarahkan pada pelebaran jalan atau proyek infrastruktur yang hanya berfokus pada kendaraan. Bandung seperti sibuk mengatur arus mobilitas, tetapi belum benar-benar memikirkan manusia yang bergerak di dalamnya.

Padahal, kota yang modern seharusnya tidak hanya diukur dari banyaknya pembangunan atau ramainya pusat hiburan baru. Kota yang maju adalah kota yang mampu memberi ruang aman dan nyaman bagi warganya untuk bergerak, termasuk bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi umum. Sayangnya, ruang-ruang tersebut justru perlahan semakin terabaikan di tengah pembangunan kota yang terus berjalan.

Di tengah kota yang terus bergerak, manusia sering kali hanya diberi sisa ruang. (Sumber: Designed by macrovector /Freepik)
Di tengah kota yang terus bergerak, manusia sering kali hanya diberi sisa ruang. (Sumber: Designed by macrovector /Freepik)

Kota yang Kehilangan Ruang untuk Manusianya

Persoalan itu juga terlihat dari kondisi trotoar di beberapa ruang publik Kota Bandung yang masih jauh dari kata layak, contohnya di Taman Superhero, kerusakan trotoar terlihat di sejumlah titik dengan paving dan marmer yang pecah hingga mengelupas. Padahal taman tersebut masih ramai digunakan masyarakat untuk bersantai maupun membawa anak bermain. Ironisnya, di tengah upaya mempercantik wajah kota, fasilitas dasar bagi pejalan kaki justru kerap terabaikan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kota sering kali lebih berfokus pada tampilan visual dibanding kenyamanan ruang publik itu sendiri. Kota ini dipoles agar terlihat menarik bagi siapa pun yang datang, tetapi persoalan sederhana seperti trotoar rusak masih terus ditemukan bahkan di kawasan yang menjadi ruang publik masyarakat. Akibatnya, berjalan kaki di Bandung terasa bukan sebagai aktivitas yang nyaman, melainkan sesuatu yang harus dihadapi dengan ekstra hati-hati.

Situasi ini juga memperlihatkan bagaimana persoalan fasilitas publik sering kali berlarut tanpa penanganan yang benar-benar dirasakan perubahannya oleh masyarakat. Ketika trotoar rusak terus dibiarkan dan perbaikannya berjalan lambat, warga akhirnya dipaksa terbiasa dengan ruang kota yang tidak sepenuhnya aman maupun nyaman untuk digunakan sehari-hari.

Karena itu, modernitas kota seharusnya tidak hanya diukur dari ramainya pusat hiburan, banyaknya pembangunan baru, atau tampilan kota yang semakin estetik. Selama kebutuhan dasar warganya masih terabaikan, Bandung akan terus terlihat modern dari luar, tetapi belum sepenuhnya menjadi kota yang nyaman untuk dijalani. (*)

REFERENSI

  • Rohmatunnisya, S. N. (2024). Masalah Transportasi Umum di Bandung yang Tak Kunjung Usai. JURNALPOS.COM.

  • Pratomo, M. W. (2026). Trotoar di Taman Superhero Kota Bandung Rusak Parah. RRI.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pernando Aigro S
Mahasiswa FH Unpar. Quotes "Jangan takut gagal, karna gagal ga takut kamu"- Leonico Joedo. 🗿

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Jun 2026, 20:33

Menggerakkan Idealisme Mahasiswa Berprestasi

Apa yang membuat mahasiswa semangat menjalani hari-hari dan mengubah dirinya?

Ilustrasi gerakan mahasiswa berprestasi. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 19:38

Cek Kesehatan Gratis dan Investasi SDM Indonesia Emas 2045

Menganalisa manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 18:39

Transformasi Perkebunan Karet Alam di Jabar, Mungkinkah?

Industri berbasis karet alam di Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan penurunan produktivitas lahan dan pasokan lateks .

Ilustrasi perkebunana karet di Jawa Barat (Sumber: freepik)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 17:25

Panduan Berkunjung ke Pantai Sawarna: Delapan Pantai, Gua, dan Lanskap Pesisir di Selatan Banten

Jelajahi Pantai Sawarna di Lebak, Banten, dengan deretan pantai indah, gua karst, spot surfing, dan panorama Samudra Hindia yang memukau.

Sunset Pantai Tanjung Layar Sawarna. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:30

Perempuan dan Polarisasi Modern

Perubahan zaman modern terkadang masih diselimuti oleh isu-isu kaum marjinal, terutama kaum perempuan.

Ilustrasi perempuan Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Ruly Nurul Ihsan)
Linimasa 26 Jun 2026, 16:25

Hikayat Pelatih Kuda Renggong, Bisa Berganti Ratusan Kuda Karena Tidak Cocok

Menjadi pelatih kuda renggong tak hanya butuh keahlian, tetapi juga chemistry. Usep telah berganti ratusan kuda demi menemukan pasangan terbaik.

Usep, salah seorang pelatih kuda renggong di Ujungberung, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:03

Publikasi Hasil Lisensi Klub Berhasil Menjaga Konsistensi Komunikasi pada Dua Platform Digital

Konsistensi komunikasi menjadi kunci kredibilitas sebuah perusahaan. Artikel ini menganalisis konsistensi komunikasi PT I.League pada dua platform digital.

Persib Bandung Vs Semen Padang FC. (Sumber: ileague.id)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:24

Mengenal Karel Albert Rudolf Bosscha

Karel Albert Rudolf Bosscha merupakan salah satu figur Belanda yang berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia

Karel Albert Rudolf Bosscha. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Jodya Maulana)
Linimasa 26 Jun 2026, 15:18

Hikayat Kampung Pembuat Panci di Bandung, Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Kampung Cikalang Kaler di Bandung telah puluhan tahun memproduksi panci. Kini mereka bertahan di tengah perubahan teknologi dapur modern.

Pengrajin di kampung pembuat panci Cileunyi, Kabupaten Bandung, bertahan di tengah perubahan zaman. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:04

Perkembangan Industri Perfilman Indonesia dari Tahun 1950-2026

Menelisik sejarah panjang perfilman di Indonesia dan karya-karya tersohor yang muncul sepanjang delapan dekade.

Judul film Darah dan Doa (1950). Film pertama yang diproduksi oleh orang Indonesia (Sumber: Wikipedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:33

Eksistensi Arumba sebagai Musik Tradisional Sunda di Tengah Modernisasi

Arumba merupakan alat musik tradisional dari Sunda yang masih eksis hingga saat ini meskipun berada di tengah arus modernisasi.

Kegiatan siswa memainkan Arumba sebagai bentuj pelestarian seni musik tradisional Sunda di lingkungan sekolah (Sumber: dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:13

Kuy Ah ... ke Sekolah Swasta

Melihat sekolah swasta yang sekarang semakin banyak melahirkan pelajar berprestasi hebat.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 13:09

Perbankan di Indonesia Integrasikan UMKM dalam Membangun Citra Positif

Publikasi BSI terkait integrasi UMKM halal menarik dianalisis: website menggunakan kata kunci formal, sedangkan Instagram menggunakan bahasa yang lebih sederhana bagi audiens.

Kedai-kedai UMKM di Pasar Cihapit, Kota Bandung. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 12:50

Dari Patriarki ke Femisida: Membaca Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Warisan Struktur Historis

Bagaimana sistem kuasa yang diwariskan lintas generasi membentuk, menormalkan, dan melanggengkan kekerasan terhadap perempuan hingga titik terparahnya.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 11:25

Panduan Berkunjung ke Lembang Park and Zoo: Kebun Binatang Bergaya Eropa di Dataran Tinggi Bandung

Lembang Park and Zoo menawarkan kebun binatang modern, wahana bermain, safari mini, hingga cat café unik di kawasan sejuk Lembang.

Lembang Park and Zoo. (Sumber: Ayomedia | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:42

HANI dan Tren Modus Operandi Kasus Narkotika

Bandung Raya kian rawan narkoba dengan adanya industri rumahan tembakau sintetis.

Polda Jabar musnahkan narkotika. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan))
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:16

Peringatan Darurat Kekerasan terhadap Perempuan

Mata dibutakan, bibir digunting: krisis keamanan berbasis gender yang mengancam perempuan.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Unplash)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 08:20

Memperjuangkan Representasi Anak-Anak Autis Bersama Komunitas Autistik

Peluncuran Boneka Barbie autis pada website dan instagram PT Mattel menunjukkan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada anak-anak penyandang autisme dalam bentuk boneka.

Ilustrasi anak autisme. (Sumber: Pexels | Foto: Mah mud)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 07:56

Makna Sejati Karangan Bunga KDM untuk Jakarta

Provinsi lain perlu belajar dari Jakarta terkait dengan keberhasilan mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) dan sukses menata sistem pengembangan SDM.

Karangan bunga KDM untuk HUT Jakarta (Sumber: tangkapan layar)
Ayo Netizen 25 Jun 2026, 20:12

Kembang Tanpa Dedaunan

Menjaga kondisi hawa atau cuaca di Kota Bandung agar tidak menjadi lebih panas di tahun-tahun berikiutnya sesuai dengan tema hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2026.

The Rollies (1972). (Sumber: Wikimedia Commons)