Inklusi di Atas Kain: Batik Difabel Cimahi dan Kriya yang Istimewa

5 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Nurdin (di kursi roda), penyandang polio, pertama kali datang ke GHD pada 2020. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Nurdin (di kursi roda), penyandang polio, pertama kali datang ke GHD pada 2020. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.IDDi sebuah ruangan sederhana di Jalan Jenderal H. Amir Machmud, Cimahi Tengah, canting bergerak perlahan di atas kain putih. Asap tipis mengepul dari malam yang meleleh, meninggalkan jejak motif yang rumit dan indah. Yang membuatnya istimewa bukan hanya hasilnya, tetapi siapa yang membuatnya.

Tangan-tangan itu milik para penyandang disabilitas. Ada yang tak bisa mendengar, ada yang tak bisa berjalan tanpa alat bantu, ada yang mengalami keterbatasan gerak akibat kecelakaan. Namun di hadapan kain, semua itu seolah luruh. Hanya menyisakan ketelitian, kesabaran, dan rasa.

Di sinilah, di Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Sebuah tempat yang, jika dilihat sekilas, tampak seperti bengkel kecil batik biasa. Namun jika ditelisik lebih dalam, ia adalah ekosistem pemberdayaan yang kompleks; dan pelajaran penting tentang bagaimana negara, dunia usaha, dan masyarakat seharusnya bekerja bersama.

Lebih dari Sekadar Produksi Kain

Sejak berdiri pada 2021, GHD telah membina lebih dari 120 peserta pelatihan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Mereka tidak hanya belajar membatik. Mereka belajar menjahit, membuat kerajinan tangan, hingga keterampilan jasa. Setiap tahun, sekitar 100 orang mengikuti program kemandirian ini.

Angka itu mungkin terdengar kecil. Tapi di balik setiap angka ada nama, ada cerita, ada hidup yang berubah arah.

Nurdin (35) adalah salah satu buktinya. Pria asal Cianjur penyandang polio ini pertama kali datang ke GHD pada 2020. Tanpa banyak harapan, hanya ingin mencoba. Enam tahun kemudian, ia adalah salah satu pembatik paling senior di ruang produksi ini, sekaligus koordinator pewarnaan yang dipercaya menangani salah satu proses paling krusial dalam pembuatan batik.

“Saya pribadi, selain mendapatkan ilmu saya mendapatkan rasa bersyukur tentang kehidupan saya di sini. Sebelum saya mengenal tempat ini, saya merasa 'Tuhan, kenapa saya diciptakan seperti ini?'. Pas datang saya ke sini, maka saya tertampar dengan omongan saya sendiri,” ungkapnya penuh syukur, pada 10 April 2026.

Sebagai koordinator pewarnaan, Nurdin bertanggung jawab atas keselarasan warna di setiap lembar kain. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sebagai koordinator pewarnaan, Nurdin bertanggung jawab atas keselarasan warna di setiap lembar kain. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Kepercayaan itu tidak datang tiba-tiba. Sebagai koordinator pewarnaan, Nurdin bertanggung jawab atas keselarasan warna di setiap lembar kain. Pekerjaan yang menuntut mata tajam, ketelitian tinggi, dan kepekaan terhadap detail.

Selain punya tugas sebagai koordinator pewarnaan, Nurdin pun punya peran penting dalam memupuk mental dan ahlak rekan-rekannya.

“Nah, (setelah) saya ke sini, ikut pelatihan tahun 2020, lalu kembali lagi (ke sini setelah lulus) tahun 2021 sampai saat ini; dan dipercaya jadi (instruktur) bimtal (bimbingan mental)," sambung Nurdin.

Kisah serupa juga datang dari Anggi Jatnika (28). Ia bergabung dengan GHD pada 2020 setelah mengalami kecelakaan tragis beberapa tahun sebelumnya yang membuatnya bergulat bertahun-tahun dengan kondisi fisik maupun batin. Pelatihan batik yang awalnya ia jalani tanpa ekspektasi besar, perlahan mengubah arah hidupnya. Pada 2024, Anggi resmi direkrut sebagai tenaga kerja profesional di GHD. Kini ia punya penghasilan tetap, bahkan sudah berkeluarga. Dari titik tergelap hidupnya, canting membawanya ke tempat yang tak pernah ia bayangkan.

Ketika Batik Berbicara ke Dunia

Dunia luar mengetahui GHD bukan melalui pameran resmi atau kampanye pemasaran besar-besaran. Melainkan melalui sebuah momen yang tak terduga: pada September 2023, seluruh personel grup K-pop TWICE mengenakan outer batik bermotif bunga cerah karya GHD dalam acara meet and greet brand Scarlett di Jakarta. Foto dan video menyebar deras di media sosial. Nama Griya Harapan Difabel tiba-tiba dikenal jutaan orang.

Sebelum itu pun, batik GHD sudah menembus batas geografis. Karya mereka pernah dibawa sebagai suvenir ke Italia.

Bukan keberuntungan semata, semua itu adalah hasil dari kualitas yang dibangun dengan serius. Setiap kain dikerjakan dengan proses panjang: menggambar sketsa, mencanting, mewarnai, hingga menjemur. Para pembatik bahkan diharuskan berdoa sebelum memulai proses, karena bagi GHD, batik bukan sekadar produk. ini adalah ekspresi budaya yang harus dibuat dengan kesadaran penuh.

"Di sini itu ada UMKM-nya, di bawah UPTD berupa Kampung Kreatif Batik Difabel. Ada sekitar 15 pembatik, mereka membuat batik khas seluruh Nusantara. Motif-motif batik di sini harus punya unsur sejarah dan budaya. Batik tidak bisa sembarangan dibuat, harus orang yang sadar dan dia mengerti rasa," papar Andina Rahayu Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial GHD.

Andina Rahayu (batik hijau) Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial GHD. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Andina Rahayu (batik hijau) Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial GHD. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Namun di balik pencapaian itu, ada realita yang tidak boleh diabaikan.

Ketika kebijakan efisiensi anggaran pemerintah mulai diberlakukan pada 2025–2026, dampaknya langsung dirasakan GHD. Pesanan dari instansi pemerintah dan BUMN (yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan) menurun drastis. Ritme produksi melambat. Para pembatik tetap datang, tetapi pekerjaan berkurang.

"Sekarang karena efisiensi, jadi (kendala terberatnya) pemasaran. Karena terimbas sekali adanya efisiensi ini, pesanan berkurang setengahnya. Kita harus sosialisasi lagi, promosi lagi," imbuh Andina.

Inilah yang membedakan GHD dari UMKM biasa: ketika omzet turun, yang terdampak bukan hanya laporan keuangan, tetapi kehidupan nyata orang-orang yang selama ini bergantung pada kegiatan produksi ini sebagai sumber makna dan penghasilan.

Peran BRI: Ketika Bank Hadir sebagai Mitra, Bukan Sekadar Pemberi Modal

Dari perjalanan UMKM Kampung Kreatif Batik Difabel, dapat dipahami bahwa peran pihak swasta menjadi krusial. Salah satu yang hadir adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

BRI tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan yang menyalurkan kredit. Melalui program pemberdayaan UMKM-nya, BRI mendukung GHD dalam hal yang selama ini menjadi titik lemah: pemasaran digital. Pelatihan digital marketing yang difasilitasi BRI membuka cakrawala baru bagi para pengelola GHD. Dari yang sebelumnya mengandalkan pesanan langsung dan pameran, kini mulai belajar menjangkau pasar melalui kanal online.

A. Radinal Pramudha Sirat, CEO Rumah BUMN Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
A. Radinal Pramudha Sirat, CEO Rumah BUMN Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

"Rumah BUMN Bandung ataupun Jawa Barat ini dibentuk untuk menaungi UMKM. Tujuan utamanya pemberdayaan UMKM, dari pelatihan, literasi keuangan mendasar, sertifikasi dan sebagainya kita ajarkan semua di sini," ucap A. Radinal Pramudha Sirat, CEO Rumah BUMN Bandung, saat berbicara di kantornya.

Menariknya, batik karya Kampung Kreatif Batik Difabel juga dipajang di Rumah BUMN Bandung, tepat di dekat pintu masuk yang langsung terlihat oleh para tamu.

Namun, pelatihan saja tidak cukup. Yang dibutuhkan GHD ke depan adalah ekosistem dukungan yang menyeluruh: akses permodalan yang inklusif, ruang pamer yang representatif, fasilitas produksi yang memadai, serta pendampingan promosi digital yang berkelanjutan. Bukan bantuan sekali jalan, melainkan kemitraan jangka panjang.

"Sebagai mitra UMKM saya senang sekali, ya. Kita ikut pelatihan AI (artificial intelligence), kemudian juga tentang manajemen juga. Jadi dari BRI itu pelatihannya sangat bermanfaat sekali. Mungkin nanti bisa dapat sertifikat juga dari BRI, kalau semisalnya BRI mau membantu anak-anak difabel ini dengan membuat pelatihan untuk mereka juga," tutup Andina penuh harapan baik untuk Kampung Kreatif Batik Difabel. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 24 Jun 2026, 20:36

Kualitas Dulu, Narasi Kemudian: Dama Kara dan Mengapa Karyanya Istimewa

Kualitas harus bicara lebih dulu, sebelum cerita apa pun menyusulnya. Begitulah prinsip Dama Kara.

Nurdini Prihastiti, founder sekaligus pemilik Dama Kara di Jalan Gandapura, Kota Bandung, (23/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 20:02

Opini Publik terhadap Pemberitaan Media mengenai Peluncuran Smartphone

Analisis terhadap penulisan peluncuran smartphone terbaru pada sebuah acara teknologi tahunan, dan penggunaan kata kunci yang konsisten oleh media

Ilustrasi penggunaan smartphone yang mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat mobile dengan teknologi terkini. 23/06/2026 (Sumber: Muhammad Aswan Hilman | Foto: Muhammad Aswan Hilman)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 18:45

Listrik, Lilin, dan Ilusi Transformasi Digital

Mengkritisi kesenjangan antara ambisi transformasi digital Indonesia dan rapuhnya fondasi infrastruktur energi.

Ilustrasi lilin menyala. (Sumber: Pexels | Foto: Rahul)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 17:57

Tantangan Mekanisasi dan Program Penyuluhan untuk Petani Muda

Tantangan berat sektor pertanian adalah masalah mekanisasi usaha pertanian, dari masalah teknologi irigasi, mesin pengolah tanah, sampai kepada mesin pasca panen.

Ilustrasi para petani muda dan calon pelaku usaha pertanian sedang menyusuri pematang sawah di pedesaan Kabupaten Garut. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 24 Jun 2026, 16:22

Panduan Berkunjung ke The Great Asia Africa Lembang: Keliling Tujuh Negara di Kaki Gunung Tangkuban Perahu

The Great Asia Africa menghadirkan replika budaya Jepang, Korea, India, Thailand, hingga Timur Tengah dalam satu destinasi wisata di Lembang.

The Great Asia Africa Lembang (Sumber: Ayomedia)
Linimasa 24 Jun 2026, 13:45

Menengok Pembuat Bet Pingpong Kayu Jati Bandung

Berawal dari hobi saat pandemi, Abah Jae di Cimenyan sukses membuat bet pingpong handmade dari limbah kayu jati berkualitas.

Abah Jae, pembuat bet pingpong kayu jati Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 13:04

Regenerasi Petani: Peluang dan Tantangan Pada Pendidikan Pertanian

Jika lahan sawah sudah tidak ada, lantas apakah regenerasi petani akan tercipta? Sedangkan profesi petani di Indonesia memunculkan permasalahan kritis.

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 12:49

Radio Nirom Rancaekek, Saksi Hidup Siaran Radio Hindia Belanda

NIROM (Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschaapij) merupakan siaran radio swasta yang didirikan pada tahun 1928.

Stasiun Malabar Di gunung Puntang (Sumber: muspen.komdigi.go.id)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 12:08

Menelusuri Jejak Masa Lalu Rumah Indis dan Pabrik Gula Sewugalur

Badai datang melalui krisis ekonomi global pada masa Malaise yang menyebabkan pabrik gulung tikar.

kondisi pabrik gula sewugalur pada masa masih beroprasi tahun 1917. (KITLV/kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 11:59

Restaurant Indonesia: Awal Pendirian dan Perjuangan Para Eksil Orde Baru

Perjalanan para eksil Orde Baru dalam mendirikan Restaurant Indonesia pada 1982.

Restaurant Indonesia di Paris. (Sumber: Facebook milik Restaurant Indonesia.)
Wisata & Kuliner 24 Jun 2026, 11:22

Panduan Wisata Gembira Loka Zoo Yogyakarta: Harga Tiket, Wahana, dan Koleksi Satwa

Gembira Loka Zoo Yogyakarta menawarkan ratusan koleksi satwa, wahana keluarga, Zona Cakar, hingga Kereta Taring. Simak panduan lengkap sebelum berkunjung.

Gembira Loka Zoo Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 10:43

Analisis Konteks Historis Dibalik Pembuatan Film Kuldesak 1998

Artike lini membahas tentang latar belakang historis dari pembuatan Film Kuldesak 1998

Cuplikan adegan aktor Ryan Hidayat dan Iwa K dalam film Kuldesak 1998. (Sumber: Komunitas Pecinta Film Jadul Indonesia, Facebook. facebook.com)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 09:28

Ayobandung sebagai Inspirasi Literasi di Era Digitalisasi

Di era digitalisasi, apakah literasi semakin bagus atau kian redup.

Ilustrasi website Ayobandung.id. (Sumber: Pexels/gravity cut)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 08:58

Pengembangan Mainan Anak Bercorak Tradisional

Perlu strategi komersialisasi produk mainan tradisional dengan  menerapkan kemasan  yang menarik.

Permainan tradisional Sunda di halaman Gedung Pakuan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 08:42

Menerobos Aturan di Simpang: Salah Pengendara atau Desain Jalan?

ATCS Dishub Kota Bandung mencatat ratusan pelanggaran di 10 lokasi simpang dengan tingkat pelanggaran tertinggi setiap bulan.

Dua pengendara sepeda motor kedapatan berhenti di zebra cross (4/5/2026). (Sumber: Instagram/@atcs.kotabandung)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 18:54

Panduan Wisata Waduk Jatiluhur, Bendungan Terbesar Indonesia yang jadi Destinasi Favorit

Panduan lengkap Waduk Jatiluhur Purwakarta, mulai dari sejarah bendungan terbesar di Indonesia, aktivitas wisata, kuliner khas, hingga tips berkunjung terbaru.

Waduk Jatiluhur. (Sumber: Disparbud Purwakarta)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 18:11

Penyalin Cahaya: Ketika Kekerasan Seksual tidak Memandang Gender

Kekerasan dan Pelecehan Seksual hari ini tidak memandang gender karena bisa terjadi kepada perempuan maupun laki-laki.

Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 17:56

Membedah Konsistensi Pesan Promo Launching Brand oleh Perusahaan Sportswear di Berbagai Platform

Kolaborasi Nike dan NAKED Copenhagen menghadirkan produk yang menggabungkan unsur fashion dan sneakers dalam satu desain yang unik.

Diambil dari Website Resmi Nike
Ayo Biz 23 Jun 2026, 17:38

'Ngeureuyeuh' Membawa Athiya Cake dari Dapur Rumahan Jadi Pemberi Lapangan Kerja

Kini, di pertengahan 2026, dapur Rika tidak lagi sepi seperti dahulu. Pesanan mengalir hampir setiap hari.

Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sejarah 23 Jun 2026, 16:25

Hikayat Ngamplang, dari Pusat Pemulihan Paru Pertama Hingga Pemberi Julukan Swiss Van Java

Dibangun pada 1912 sebagai sanatorium, Ngamplang kemudian berkembang menjadi wisata yang mendunia.

Salah satu sudut bangunan Sanatorium Ngamplang Garut yang kini berubah fungsi jadi lapangan golf. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)