Toleransi di Cibadak Tidak Ramai Dibicarakan, Tapi Dijalani Setiap Hari

5 menit baca
Toni Hermawan
Ditulis oleh Toni Hermawan diterbitkan
Simbol berbagai agama berdiri berdampingan di Kelurahan Cibadak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Simbol berbagai agama berdiri berdampingan di Kelurahan Cibadak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

AYOBANDUNG.ID - Kecamatan Astana Anyar mengukuhkan posisinya sebagai wilayah dengan tingkat keberagaman agama yang paling menonjol di Kota Bandung menurut data Profil Perkembangan Penduduk Kota Bandung 2025 yang diterbitkan oleh Disdukcapil Kota Bandung. Berdasarkan data tersebut, kecamatan ini memiliki total penduduk sebanyak 73.853 jiwa dengan tingkat heterogenitas yang sangat tinggi, di mana persentase penduduk non-Islam mencapai sekitar 18,78%.

Meskipun mayoritas penduduk memeluk agama Islam dengan jumlah 59.981 jiwa (81,22%), distribusi penganut agama lain di wilayah ini jauh lebih merata dibandingkan kecamatan lainnya.

Keberagaman tersebut tercermin nyata melalui proporsi penganut agama Kristen yang mencapai 9.475 jiwa (12,83%) dan umat Katolik sebanyak 2.865 jiwa (3,88%). Selain itu, Astana Anyar menjadi pusat bagi komunitas penganut Budha dengan jumlah 1.480 jiwa (2,00%), serta kehadiran pemeluk Hindu (33 jiwa), Konghucu (17 jiwa), dan penganut Kepercayaan (2 jiwa).

Keragaman pemeluk agama di Kecamatan Astana Anyar.
Keragaman pemeluk agama di Kecamatan Astana Anyar.

Kehadiran seluruh kategori agama dan kepercayaan dalam satu wilayah administratif ini menjadikan Astana Anyar sebagai potret nyata toleransi dan kemajemukan masyarakat Kota Bandung. Nilai tersebut salah satunya tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kelurahan Cibadak, salah satu dari enam kelurahan di Kecamatan Astana Anyar.

Ketua Limas Cibadak Abah Ipan (53) mengatakan, kehidupan masyarakat di Kampung Toleransi Cibadak selama ini berjalan harmonis meski dihuni berbagai etnis dan agama. Menurutnya, seluruh warga dapat hidup berdampingan dan saling berbaur tanpa memandang perbedaan. Kondisi tersebut tercipta karena adanya rasa saling menghormati yang terus dijaga masyarakat sejak lama.

“Selama saya di sini, warga dari berbagai etnis Alhamdulillah bisa saling berbaur. Bahkan, ada juga yang menjadi staf RW,” ucapnya.

Ipan menyebutkan, kerukunan antarwarga di wilayahnya sudah terjalin sejak lama. Berbagai kegiatan kemasyarakatan pun selalu melibatkan seluruh warga tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

“Selama ini semua etnis saling membantu, bahu-membahu. Semua saling mengerti, apalagi sekarang Ketua Kampung Toleransi ini juga didukung staf dari berbagai agama,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi contoh nyata bahwa masyarakat dengan keyakinan berbeda tetap bisa hidup rukun dan bekerja sama menjaga lingkungan. Menurutnya, komunikasi yang baik antarwarga menjadi salah satu kunci terciptanya suasana aman dan damai di lingkungan tersebut.

“RW di sini juga selama ini tidak ada kendala. Bagus juga karena mungkin kita ini Kampung Toleransi yang pertama,” ungkapnya.

Abah Ipan, ketua Linmas Kelurahan Cibadak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Abah Ipan, ketua Linmas Kelurahan Cibadak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

Ia menambahkan, Cibadak juga sempat menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan tingkat nasional yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. Kegiatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga karena kampungnya dinilai mampu menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

“Waktu itu ada gebyar se-Indonesia dan kebetulan dilaksanakan di sini. Alhamdulillah kami dilibatkan bersama pemerintah dan berbagai pihak lainnya,” ucapnya.

Keberagaman di Kampung Cibadak justru menjadi kekuatan bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan. Warga berharap semangat toleransi tersebut dapat diwariskan kepada generasi muda agar kerukunan antarumat beragama tetap terjaga di masa mendatang.

Hal senada disampaikan salah satu warga pemeluk agama Kristen, Tristan (49). Ia mengatakan, kegiatan sosial di lingkungan tersebut selalu melibatkan seluruh warga tanpa memandang agama maupun latar belakang. Kebersamaan masyarakat terlihat ketika ada kegiatan sosial maupun bantuan untuk warga yang membutuhkan.

“Kalau kegiatan sosial di sini kadang ada pembagian sembako, pengobatan gratis, semuanya untuk warga di sini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kerja sama antarwarga dan pengurus lingkungan sangat penting agar bantuan sosial dapat tersalurkan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kita harus sama-sama bekerja sama, karena data warga yang berhak menerima bantuan harus jelas. Jadi perlu kerja sama dari pihak RT dan RW setempat,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan salah satu warga pemeluk agama Buddha, Kim Kim (49). Ia menilai suasana toleransi di lingkungannya sudah menjadi budaya sehari-hari. Warga terbiasa saling menghargai ketika masing-masing menjalankan kegiatan keagamaan maupun acara keluarga.

Menurut Kim Kim, ia sudah merasakan suasana toleransi sejak kecil tinggal di kawasan tersebut. Ia mengaku tidak pernah mengalami perlakuan berbeda meski hidup di tengah masyarakat yang beragam.

“Saya tinggal di sini dari bayi. Bagus sih semuanya, beragam dan saling menghormati,” ucapnya.

Kim menyebutkan, hubungan antarwarga di Kampung Toleransi semakin erat dari waktu ke waktu karena sudah seperti keluarga besar. Menurutnya, warga terbiasa berkumpul dan saling membantu apabila ada kegiatan ataupun keperluan mendadak.

“Semakin dekat ya, soalnya sudah seperti satu rumpun,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga Buddha saat ini tengah mempersiapkan perayaan Hari Raya Waisak yang juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.

“Sekarang lagi persiapan buat acara Waisak, nanti sekitar tanggal 20-an,” jelasnya.

Hal senada disampaikan salah satu warga pemeluk agama Islam, Haris Abdullah (44). Ia mengatakan, seluruh warga turut dilibatkan dalam berbagai kegiatan lingkungan, termasuk kerja bakti dan ronda malam. Semangat gotong royong masih sangat terasa di lingkungan tersebut.

Alhamdulillah, kalau ada kegiatan bersih-bersih bersama itu melibatkan banyak orang, termasuk warga nonmuslim juga ikut,” ucapnya.

Haris menyebutkan, kebersamaan warga juga terlihat dalam kegiatan musyawarah rutin dan laporan pertanggungjawaban lingkungan yang dilakukan setiap bulan. Menurutnya, keterlibatan seluruh warga membuat komunikasi antarmasyarakat berjalan dengan baik.

“Selain bersih-bersih ada juga pos ronda. Kalau ada agenda kumpul-kumpul semuanya ikut. Ada juga pelaporan LPJ setiap bulan dan semua dilibatkan,” ujarnya.

Ia berharap suasana kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan karena menjadi salah satu faktor utama terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Vihara Iswari dibangun pada 1930 oleh Almh. Alipcih bersama generasi sebelumnya yang membawa patung Buddha dari Tiongkok, serta menjadi vihara pertama di Kota Bandung dengan seluruh pengurus perempuan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Vihara Iswari dibangun pada 1930 oleh Almh. Alipcih bersama generasi sebelumnya yang membawa patung Buddha dari Tiongkok, serta menjadi vihara pertama di Kota Bandung dengan seluruh pengurus perempuan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

Salah satu pemuda Cibadak, Dio (27), mengatakan perbedaan agama tidak menjadi penghalang bagi warga untuk tetap kompak dan saling mendukung. Menurutnya, masyarakat di lingkungannya sudah terbiasa hidup berdampingan sehingga hubungan antarwarga terasa sangat dekat.

“Ya itu kesenangannya, walaupun beda agama tapi kita tetap bisa saling berbaur,” ucapnya.

Ia menyebutkan, antusiasme warga dalam setiap kegiatan lingkungan selalu tinggi karena masyarakat memiliki rasa kepedulian yang kuat terhadap kampungnya. Setiap kegiatan yang dilaksanakan pengurus selalu mendapat dukungan dari warga.

“Kalau ada kegiatan, semua senang kumpul di sini. Malah warga sering lebih antusias. Selama pengurus mengadakan kegiatan, warga juga selalu respect dan ikut mendukung,” ujarnya.

Ia berharap, kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kampung Cibadak dapat terus terjaga dan menjadi contoh bagi daerah lain. Menurutnya, komunikasi yang baik dan rasa saling menghormati menjadi modal utama menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Harapannya ke depan hubungan antaragama bisa lebih baik lagi, karena kita hidup bertetangga sangat dekat. Alhamdulillah selama ini tidak ada masalah, kalau pun ada bisa diselesaikan dengan baik,” tutupnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)