Berburu Busana Lebaran Tahun 1980-an di Bandung

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Suasana Jalan Ahmad Yani Cicadas Bandung tahun 1980-an. (Sumber: Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Henk van Rinsum)
Suasana Jalan Ahmad Yani Cicadas Bandung tahun 1980-an. (Sumber: Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Henk van Rinsum)

Masa Tahun 1980-an, suasana menjelang Lebaran di Kota Bandung selalu terasa berbeda. Sejak pertengahan Ramadan, denyut jantung kota semakin cepat. Di kawasan Kiaracondong, Cicadas, Kosambi, Alun-alun, Pasar Tamim dan Pasar Baru, berubah menjadi lautan manusia. Jalanan yang biasanya lengang mendadak  dipenuhi para pejalan kaki, sepeda, angkot, sedikit sepeda motor dan pedagang kaki lima yang menggelar dagangan hampir ke aspal jalan.

Di beberapa kawasan di atas tadi merupakan tempat penjualan baju, celana, sandal, sepatu dan kain atau tekstil untuk masyarakat umum dalam menyambut Lebaran. Pada Saat itu, masyarakat banyak juga yang membeli kain untuk dibuat baju atau celana oleh penjahit langganan mereka. Hal ini berbeda dengan masyarakat sekarang yang cenderung membeli pakaian jadi.

Di toko-toko dan mal-mal,  etalase memamerkan baju koko putih bersih, gamis warna-warni , kemeja motif kotak-kotak, celana dengan berbagai jenisnya, sepatu dan sandal  terbaru yang tren kala itu. Belum lagi para pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di depan toko atau mal tersebut tadi yang menambah semaraknya nuansa berburu pakaian dan lain-lainnya untuk digunakan saat Lebaran.

Suara pedagang terdengar menawarkan harga terbaik. “Mangga, ibu … Murah ! Lebaran mah kudu baju anyar!” Kalimat itu salah satunya  seperti mantra yang diulang sepanjang hari. Tawar-menawar menjadi seni tersendiri. seorang ibu bisa berdiri lama, hanya untuk menurunkan harga asalnya. Pedagang menggeleng, pembeli berpura-pura pergi, lalu kembali lagi dengan senyum tipis setelah dipanggil lagi, akhirnya sepakat, Keduanya mendapatkan kepuasan. Pembeli berdesak-desakan, dengan tidak sengaja saling menyenggol tanpa marah, karena semua memahami ini tradisi tahunan.

Untuk mendapatkan harga-harga yang murah, masyarakat berbelanja di Kawasan Kiaracondong atau Cicadas karena pedagang menjual perlengkapan baju lebaran dengan harga miring. Sepanjang jalan dekat pasar Kiaracondong berderet toko yang menjual berbagai busana Lebaran juga ada toko-toko  emas yang banyak di buru pembeli. Di Kawasan Cicadas hampir mirip dengan di Kiaracondong tetapi deretan tokonya lebih panjang dan trotoarnya lebih lebar sehingga terlihat lebih padat dipenuhi para masyarakat pembeli.

Bergeser ke Kosambi yang merupakan bagian dari jalan Ahmad Yani sebelah Barat kepadatan para pembeli busana Lebaran terlihat juga sebab selain ada pasar tradisional Kosambi, banyak juga deretan toko busana dan emas. Para orang tua beserta anak-anaknya berbondong-bondong belanja, karena pada masa tahun 1980-an rata-rata pasangan suami istri punya enam anak. Tujuannya mereka dibawa supaya ukuran busana, sepatu dan sandalnya pas sehingga tidak bolak balik ke tokonya lagi untuk menukarkan.

Kemudian di Alun-alun Kota Bandung, suasana lebih padat lagi sebab di Kawasan banyak pusat perbelanjaan besar seperti Palaguna Nusantara, King, Plaza Parahiangan, Kalimas dan banyak toko-toko besar dan kecil. Suara lagu-lagu bertemakan lebaran bersahutan dengan suara penawaran-penawaran dari toko sebelah menggunakan pengeras suara membuat suasana di sekitaran Jalan Dalem Kaum tersebut, sangat semarak ditambah lagi oleh riuh rendahnya masyarakat yang membeli busana dan perlengkapan lebaran saat itu.

Gang Tamim Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Alfaritsi)
Gang Tamim Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Alfaritsi)

Kemudian bergerak ke utara Alun-alun Bandung ada kawasan belanja yaitu Pasar Jeans Tamim  yang terletak di belakang Pasar Baru, bermula dari kawasan tekstil yang mulai bertransformasi menjual pakaian jadi pada tahun 1983. Dikenal sebagai pusat denim atau jeans dan kain dengan harga terjangkau, kawasan ini berawal dari nama seorang saudagar kain, Haji Tamim, dan berkembang pesat sejak tahun 1960-an. Umumnya anak-anak muda saat itu banyak yang mendatangi karena berbagai jenis celana jeans tersedia di Kawasan tersebut.

Kurang lengkap rasanya,, membicarakan hebohnya belanja  busana Lebaran  tahun 1980-an tanpa menyebut Pasar Baru Bandung. Satu nama yang menjadi ikon belanja “Kota Kembang”. Pasar Baru sudah sejak dulu menjadi magnet termasuk juga para pembeli dari luar kota. Tangga-tangganya dipenuhi orang yang naik turun tanpa henti. Di dalam, toko-toko tekstil memajang berbagai jenis kain meteran yang akan dibeli oleh masyarakat  untuk dijadikan baju Lebaran.

Baca Juga: Piala Dunia 1986 Digelar Bersamaan dengan Bulan Ramadan

Beberapa trend mode busana lebaran pada saat tahun 1980-an, diantaranya  adalah celana Baggy yaitu celana panjang lebar dari atas namun mengecil di bagian bawah. Lalu ada kaos BKAK atau Biar Kecekik Asal Keren yaitu kaos yang memiliki leher lebih tinggi atau turtle neck. Kemudian ada kaos berkerah dengan model warna-warni bersusun seperti kue lapis.

Untuk sepatu rata-rata didominasi warna putih dari merek-merek lokal atau yang branded. Lalu sandal yang laris adalah sandal dengan alas kayu berlapis kulit nan lembut juga sandal-sandal plastik berwarna gula aren kuning dan bening seperti kaca.

Belanja busana Lebaran di Bandung saat tahun 1980-an bukan sekadar transaksi jual beli. Itu adalah pengalaman sosial analog ketika kebersamaan terasa nyata, ketika tawar-menawar menjadi tawa canda, dan ketika berbaju Lebaran bukan sekadar pakaian baru melainkan  simbol cinta, perjuangan, dan wujud kebahagiaan seluruh warga Kota Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 12:36

Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Membaca Vista hari ini seperti memutar kembali sebuah kaset lama.

Majalah Vista, salah satu majalah hiburan populer pada era 1980–1990-an. Majalah ini menyajikan beragam informasi seputar musik, film, dan perkembangan dunia hiburan. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)