Berburu Busana Lebaran Tahun 1980-an di Bandung

bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan Rabu 11 Mar 2026, 11:09 WIB
Suasana Jalan Ahmad Yani Cicadas Bandung tahun 1980-an. (Sumber: Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Henk van Rinsum)

Suasana Jalan Ahmad Yani Cicadas Bandung tahun 1980-an. (Sumber: Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Henk van Rinsum)

Masa Tahun 1980-an, suasana menjelang Lebaran di Kota Bandung selalu terasa berbeda. Sejak pertengahan Ramadan, denyut jantung kota semakin cepat. Di kawasan Kiaracondong, Cicadas, Kosambi, Alun-alun, Pasar Tamim dan Pasar Baru, berubah menjadi lautan manusia. Jalanan yang biasanya lengang mendadak  dipenuhi para pejalan kaki, sepeda, angkot, sedikit sepeda motor dan pedagang kaki lima yang menggelar dagangan hampir ke aspal jalan.

Di beberapa kawasan di atas tadi merupakan tempat penjualan baju, celana, sandal, sepatu dan kain atau tekstil untuk masyarakat umum dalam menyambut Lebaran. Pada Saat itu, masyarakat banyak juga yang membeli kain untuk dibuat baju atau celana oleh penjahit langganan mereka. Hal ini berbeda dengan masyarakat sekarang yang cenderung membeli pakaian jadi.

Di toko-toko dan mal-mal,  etalase memamerkan baju koko putih bersih, gamis warna-warni , kemeja motif kotak-kotak, celana dengan berbagai jenisnya, sepatu dan sandal  terbaru yang tren kala itu. Belum lagi para pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di depan toko atau mal tersebut tadi yang menambah semaraknya nuansa berburu pakaian dan lain-lainnya untuk digunakan saat Lebaran.

Suara pedagang terdengar menawarkan harga terbaik. “Mangga, ibu … Murah ! Lebaran mah kudu baju anyar!” Kalimat itu salah satunya  seperti mantra yang diulang sepanjang hari. Tawar-menawar menjadi seni tersendiri. seorang ibu bisa berdiri lama, hanya untuk menurunkan harga asalnya. Pedagang menggeleng, pembeli berpura-pura pergi, lalu kembali lagi dengan senyum tipis setelah dipanggil lagi, akhirnya sepakat, Keduanya mendapatkan kepuasan. Pembeli berdesak-desakan, dengan tidak sengaja saling menyenggol tanpa marah, karena semua memahami ini tradisi tahunan.

Untuk mendapatkan harga-harga yang murah, masyarakat berbelanja di Kawasan Kiaracondong atau Cicadas karena pedagang menjual perlengkapan baju lebaran dengan harga miring. Sepanjang jalan dekat pasar Kiaracondong berderet toko yang menjual berbagai busana Lebaran juga ada toko-toko  emas yang banyak di buru pembeli. Di Kawasan Cicadas hampir mirip dengan di Kiaracondong tetapi deretan tokonya lebih panjang dan trotoarnya lebih lebar sehingga terlihat lebih padat dipenuhi para masyarakat pembeli.

Bergeser ke Kosambi yang merupakan bagian dari jalan Ahmad Yani sebelah Barat kepadatan para pembeli busana Lebaran terlihat juga sebab selain ada pasar tradisional Kosambi, banyak juga deretan toko busana dan emas. Para orang tua beserta anak-anaknya berbondong-bondong belanja, karena pada masa tahun 1980-an rata-rata pasangan suami istri punya enam anak. Tujuannya mereka dibawa supaya ukuran busana, sepatu dan sandalnya pas sehingga tidak bolak balik ke tokonya lagi untuk menukarkan.

Kemudian di Alun-alun Kota Bandung, suasana lebih padat lagi sebab di Kawasan banyak pusat perbelanjaan besar seperti Palaguna Nusantara, King, Plaza Parahiangan, Kalimas dan banyak toko-toko besar dan kecil. Suara lagu-lagu bertemakan lebaran bersahutan dengan suara penawaran-penawaran dari toko sebelah menggunakan pengeras suara membuat suasana di sekitaran Jalan Dalem Kaum tersebut, sangat semarak ditambah lagi oleh riuh rendahnya masyarakat yang membeli busana dan perlengkapan lebaran saat itu.

Gang Tamim Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Alfaritsi)
Gang Tamim Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Alfaritsi)

Kemudian bergerak ke utara Alun-alun Bandung ada kawasan belanja yaitu Pasar Jeans Tamim  yang terletak di belakang Pasar Baru, bermula dari kawasan tekstil yang mulai bertransformasi menjual pakaian jadi pada tahun 1983. Dikenal sebagai pusat denim atau jeans dan kain dengan harga terjangkau, kawasan ini berawal dari nama seorang saudagar kain, Haji Tamim, dan berkembang pesat sejak tahun 1960-an. Umumnya anak-anak muda saat itu banyak yang mendatangi karena berbagai jenis celana jeans tersedia di Kawasan tersebut.

Kurang lengkap rasanya,, membicarakan hebohnya belanja  busana Lebaran  tahun 1980-an tanpa menyebut Pasar Baru Bandung. Satu nama yang menjadi ikon belanja “Kota Kembang”. Pasar Baru sudah sejak dulu menjadi magnet termasuk juga para pembeli dari luar kota. Tangga-tangganya dipenuhi orang yang naik turun tanpa henti. Di dalam, toko-toko tekstil memajang berbagai jenis kain meteran yang akan dibeli oleh masyarakat  untuk dijadikan baju Lebaran.

Baca Juga: Piala Dunia 1986 Digelar Bersamaan dengan Bulan Ramadan

Beberapa trend mode busana lebaran pada saat tahun 1980-an, diantaranya  adalah celana Baggy yaitu celana panjang lebar dari atas namun mengecil di bagian bawah. Lalu ada kaos BKAK atau Biar Kecekik Asal Keren yaitu kaos yang memiliki leher lebih tinggi atau turtle neck. Kemudian ada kaos berkerah dengan model warna-warni bersusun seperti kue lapis.

Untuk sepatu rata-rata didominasi warna putih dari merek-merek lokal atau yang branded. Lalu sandal yang laris adalah sandal dengan alas kayu berlapis kulit nan lembut juga sandal-sandal plastik berwarna gula aren kuning dan bening seperti kaca.

Belanja busana Lebaran di Bandung saat tahun 1980-an bukan sekadar transaksi jual beli. Itu adalah pengalaman sosial analog ketika kebersamaan terasa nyata, ketika tawar-menawar menjadi tawa canda, dan ketika berbaju Lebaran bukan sekadar pakaian baru melainkan  simbol cinta, perjuangan, dan wujud kebahagiaan seluruh warga Kota Bandung. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 29 Apr 2026, 20:34

Wisata Pantai Karangsong, Tamasya Santai di Pesisir Utara Jawa Barat

Panduan lengkap Pantai Karangsong Indramayu dengan info lokasi, biaya masuk, wisata mangrove, serta pengalaman menikmati pantai di pesisir utara.

Pantai Karangsong Indramayu. (Sumber: Ayomedia)
Beranda 29 Apr 2026, 18:48

Mereka yang Agamanya Pernah ‘Dihapus’ dari KTP, Kini Gencar Menebar Hal Baik

Hidup pada masa Orde Baru tidaklah mudah. Terutama jika keturunan Tionghoa dan beragama Konghucu.

Fam Kiun Fat yang akrab disapa Akiun, salah satu tokoh Tionghoa dan Konghucu ternama di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 16:54

Kota ini Tak Lagi Sama(Pah) Tanpamu

Tidak ada langkah yang lebih realistis untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bandung selain mengendalikan petugas pengelola sampah dan terus mengedukasi masyarakat

Gunungan Sampah di TPST Batununggal Bandung. Rabu, 29 April 2026 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 15:35

Heritage: Mana yang Usang, Mana yang (harus) Terbuang

Konsep warisan kita sangat dibentuk oleh kolonialisme. Oleh karena itu, tulisan ini jadi ajakan dekonstruksi warisan yang elitis menjadi lebih inklusif, emansipatif, dan adil bagi pemilik properti.

Gedung-gedung peninggalan masa kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Neermana Studio)
Beranda 29 Apr 2026, 15:16

Mengurus Sampah Kota Bandung Bukan Hal Ringan, Biaya "Segunung" Harus Dikeluarkan Setiap Hari

Kelola ribuan ton sampah setiap hari, Kota Bandung harus mengeluarkan ribuan liter BBM demi memastikan ratusan armada pengangkut tetap bergerak menyisir lingkungan warga.

"Gunung"sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Dakota di Jl. Gunung Batu, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pada Jumat, 7 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Bandung 29 Apr 2026, 15:05

Tren Intimate Wedding di Bandung, Afrodite WO: Tonjolkan Karakter Pengantin dan Kesesuaian Venue

Tren pernikahan bergeser ke arah privat dan personal. Afrodite Wedding Organizer Bandung ungkap pentingnya menyesuaikan venue dengan karakter pengantin dibandingkan sekadar mengejar keviralan.

Tren pernikahan bergeser ke arah privat dan personal. Afrodite Wedding Organizer Bandung ungkap pentingnya menyesuaikan venue dengan karakter pengantin dibandingkan sekadar mengejar keviralan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 13:36

Dari Pesantren ke Panggung Nasional: Perjalanan Hayyun Halimatul Ummah Menjadi Duta Santri

Kisah Hayyun Halimatul Ummah, santri dari keluarga sederhana yang menembus Duta Santri Nasional lewat ketekunan, keberanian, dan tekad untuk bermanfaat.

Hayyun Halimatul Ummah ketika dinobatkan sebagai Duta Santri Nasional pada malam grand final. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Wisata & Kuliner 29 Apr 2026, 13:34

Panduan Wisata Pemandian Cipanas Garut, Pilih Tempat Sesuai Gaya Liburanmu di Kaki Gunung Guntur

Panduan wisata Cipanas Garut, mengulas sejarah dua abad, sumber air panas alami, serta pilihan pemandian dan resort terbaik di kaki Gunung Guntur.

Kawasan Wisata Cipanas Garut. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 29 Apr 2026, 10:30

Beban Berat Pengangkutan Sampah di Kota Bandung, Sehari Habiskan BBM Setara 457 Galon Air Mineral

Setiap hari, bahan bakar yang dipakai untuk mengangkut sampah di Bandung setara ratusan galon air minum. Jumlah ini menggambarkan betapa besar energi yang dibutuhkan hanya untuk menjaga kota tetap ber

Aktivitas pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 6 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Beranda 29 Apr 2026, 09:15

Kota Bandung Kewalahan Hadapi 1.500 Ton Sampah per Hari, Armada Tertahan, TPA Kian Tertekan

Bandung menghadapi lonjakan sampah hingga 1.500 ton per hari. Armada tersendat akibat antrean dan kuota TPA, membuat pengangkutan melambat dan tumpukan sampah kian meluas.

Truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung sedang mengangkut sampah pada 18 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Bob Yanuar Muslim)
Beranda 29 Apr 2026, 08:45

Diskar Kota Bandung Ungkap Daftar Kecamatan dengan Tingkat Kejadian Kebakaran Tertinggi

Diskar mengungkap sejumlah kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi di Bandung, dipicu kepadatan permukiman, instalasi listrik, dan meningkat saat musim kemarau.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung melakukan pendinginan pada kios material barang bekas yang terbakar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 07:36

Menjelang 1 Mei di Bandung: Buruh Menghidupi Ekonomi Negara, tapi Siapa yang Menghidupi Mereka?

Selama buruh masih dihadapkan pada upah yang belum sepenuhnya layak, harga kebutuhan yang terus naik, dan kepastian kerja yang rapuh, maka tidak ada kata perjuangan buruh telah selesai.

Di tengah hiruk pikuk Bandung, ada mereka yang terus bekerja agar kota tetap hidup. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdul Ridwan)
Bandung 28 Apr 2026, 20:52

Memperkuat "Imunitas" Finansial Warga Jabar, Mengapa Kampus Harus Jadi Garda Depan Melawan Pinjol?

Tanpa "imunitas" atau literasi keuangan yang kuat, kemudahan akses digital justru menjadi pintu masuk menuju jeratan utang yang menghancurkan ekonomi keluarga.

Edukasi keuangan harus masuk ke jantung pendidikan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan bertanggung jawab. (Sumber: OJK Jawa Barat)
Wisata & Kuliner 28 Apr 2026, 20:40

Panduan Wisata Tanjung Duriat Sumedang, Panorama 360 Derajat Waduk Jatigede

Tanjung Duriat Sumedang menawarkan panorama 360 derajat Waduk Jatigede dengan pemandangan bukit dan air luas dari satu titik.

Wahana Hammock Net di Tanjung Duriat Sumedang. (Sumber: Tanjung Duriat)
Ayo Netizen 28 Apr 2026, 18:04

Sering Salah Pakai Tanda Titik? Kenali Aturannya Biar Bagus Tulisanmu

Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya.

Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Linimasa 28 Apr 2026, 16:56

Jejak Perkebunan Kina di Bandung, Tinggal Puing Tak Terurus

Dulu kuasai 90 persen pasar dunia, pabrik kina Kertasari kini jadi puing akibat gempa, penyerobotan lahan, dan kebijakan

Pabrik Kina pertama di Kabupaten Bandung sudah hampir tak berwujud. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ikon 28 Apr 2026, 16:06

Hikayat Tanjakan Emen, Jalur Horor di Subang yang telan Banyak Korban

Sejarah Tanjakan Emen dari kisah sopir oplet 1956 hingga menjadi jalur rawan kecelakaan akibat geometri jalan berbahaya.

Tanjakan Emen, Subang. (Sumber: Google Earth)
Bandung 28 Apr 2026, 15:21

Transformasi Seserahan, dari Sekadar Tradisi Menjadi Simbol Gaya Hidup dan Personal Branding

Seserahan kini tak lagi sekadar hantaran sebagai perwujudan janji suci kedua mempelai, tapi bergeser menjadi bagian dari personal branding dan karakter calon pengantin.

Seserahan kini tak lagi sekadar hantaran sebagai perwujudan janji suci kedua mempelai, tapi bergeser menjadi bagian dari personal branding dan karakter calon pengantin. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 28 Apr 2026, 15:01

Naik Angkot dari Soreang ke Kopo Tak Seindah dalam Lagu

Bagi mereka yang setiap hari melintasi Kopo, kemacetan parah bukan hal baru.

Kemacetan kendaraan mengular di salah satu ruas jalan di Bandung, mencerminkan padatnya mobilitas warga di tengah aktivitas harian. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Rizki)
Ayo Netizen 28 Apr 2026, 11:32

Komunitas HaikuKu Indonesia, Merawat Puisi dalam Sunyi

Berawal dari ruang maya bernama Facebook, ribuan orang berkumpul karena satu kesamaan yaitu kecintaan pada puisi.

Komunitas Haikuku Indonesia akur, rukun dan guyub. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)