Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

5 menit baca
Sultan Rafa Akmal
Ditulis oleh Sultan Rafa Akmal diterbitkan
Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)

Seperti yang kita tahu, masa lampau tidak memiliki kemampuan untuk bersuara layaknya kita, tetapi meninggalkan jejak dan kehidupan yang dapat diidentifikasi oleh manusia. Jika kita membicarakan tentang manusia masa lampau, atau sering disebut dengan manusia purba, mereka tidak hanya meninggalkan jejak berupa tulisan, tetapi juga berupa artefak (benda) dan tulang-tulang yang mereka gunakan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Artefak dan tulang yang ditinggalkan manusia purba, dapat kita identifikasi untuk mengetahui bagaimana kehidupan sosial-budaya dan pola kebiasaan mereka. Para arkeolog ataupun sejarawan memanfaatkan peninggalan-peninggalan tersebut untuk mengetahui bagaimana aktivitas manusia purba yang hidup ribuan tahun silam. Jejak peninggalan ini biasa ditemukan di dalam gua-gua di seluruh Indonesia, salah satunya yaitu Situs Gua Batu yang terletak di Kawasan Pegunungan Meratus, tepatnya Desa Batang Kulur, Kecamatan Kelumpang Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan

Berdasarkan ekskavasi yang dilakukan Balai Arkeologi Kalimantan Selatan pada tahun 2018, jenis tulang yang ditemukan di Gua Batu yaitu lancipan dan sudip. Tulang ini adalah hasil modifikasi dari tulang panjang yang didapat dari hewan buruan mereka. Lancipan memiliki ciri bagian ujung runcing, sedangkan sudip berupa tajaman pipih dan lebar. Dilihat dari jenis tulang yang mereka gunakan, dapat disimpulkan bagaimana aktivitas penghuni Gua Batu ribuan tahun lalu.

Manusia purba di gua ini cenderung menghabiskan harinya untuk berburu makanan, tulang lancipan mereka manfaatkan sebagai senjata untuk menyerang mangsa dan melumpuhkannya, sedangkan tulang sudip mereka gunakan untuk memotong dan menyayat daging mangsa menjadi bagian yang lebih kecil. Namun, hingga sekarang belum ditemukan rangka manusia secara utuh di Gua Batu, penemuan mengenai sisa-sisa manusia hanya berupa gigi saja.

Artefak Tulang yang ditemukan di Gua Batu (Sumber: Balai Kalsel 2018)
Artefak Tulang yang ditemukan di Gua Batu (Sumber: Balai Kalsel 2018)

Selain melalui tulang, kebiasaan manusia purba di Gua Batu juga dapat dilihat dari penemuan artefak yang mereka tinggalkan. Artefak-artefak ditemukan di bagian gua yang kering dan datar, meliputi fragmen gerabah, artefak batu, kerang, dan cangkang moluska (hewan bertubuh lunak). Penemuan fragmen gerabah mengindikasikan bahwa mereka cukup melek akan teknologi dan seni, gerabah yang ditemukan beberapa memiliki hiasan garis geometri tidak beraturan.

Artefak batu digunakan untuk membantu kehidupan sehari-hari mereka, seperti digunakan berburu ataupun pertahanan diri, layaknya tulang. Untuk membuat alat-alat yang dapat menunjang keseharian mereka, para manusia purba di Gua Batu memanfaatkan kerang sebagai bahan utamanya. Selain itu, dengan ditemukannya cangkang moluska, tampaknya mereka juga mengonsumsi hewan bertubuh lunak seperti siput. Dari penemuan tulang dan artefak lainnya di Gua Batu, dapat disimpulkan bahwa manusia purba yang mendiami tempat ini berfokus pada usaha untuk mendapatkan makanan dan pertahanan diri.

Artefak Cangkang dan Batu yang ditemukan di Gua Batu (Sumber: Balai Kalsel 2018)
Artefak Cangkang dan Batu yang ditemukan di Gua Batu (Sumber: Balai Kalsel 2018)

Nah, kira-kira kenapa manusia pada zaman itu memilih Gua Batu sebagai tempat hunian mereka, baik itu sementara atau menetap? Alasannya, karena Gua Batu sangat strategis bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Letaknya yang dekat dengan sumber air sekaligus banyaknya sumber makanan di area tersebut, membuat para manusia purba menjadikan gua ini sebagai tempat tinggal.

Selain itu, intensitas cahaya dan sirkulasi udara yang sangat bagus juga menjadi faktor pendukung gua ini menjadi tempat aktivitas manusia purba, kedua faktor tersebut merupakan syarat umum suatu gua yang layak huni. Lokasi gua yang berada di Kawasan Pegunungan Meratus, juga membawa keuntungan bagi mereka. Hal ini, dikarenakan pada masa Preneolitik kawasan pegunungan ini merupakan pusat aktivitas manusia purba, didukung dengan temuan jejak prasejarah di gua lain yang ditemukan di kawasan pegunungan ini. Dapat dilihat bahwa pemanfaatan gua sebagai hunian masa lampau merupakan bentuk adaptasi manusia purba terhadap lingkungannya.

Letak Gua Batu dan Gua lainnya di Kawasan Pegunungan Meratus (Sumber: Balai Kalsel 2018, peta oleh Ulce Oktrivia)
Letak Gua Batu dan Gua lainnya di Kawasan Pegunungan Meratus (Sumber: Balai Kalsel 2018, peta oleh Ulce Oktrivia)

Peninggalan-peninggalan di Situs Gua Batu, Kalimantan Selatan, dapat diibaratkan sebagai "kapsul waktu" yang mengajak kita melirik keseharian manusia purba masa Preneolitik. Walaupun tidak ada buku harian atau catatan tertulis yang mereka tinggalkan, kita masih bisa melihat bagaimana aktivitas mereka lewat banyak petunjuk berupa perkakas sehari-hari.

Mulai dari tulang lancip untuk berburu, hingga pemotongan daging menggunakan tulang sudip. Mereka juga dapat dikategorikan cukup melek akan teknologi dan seni, dibuktikan dengan temuan pecahan gerabah bermotif di dalam gua. Menu makanannya juga variatif, tidak hanya mengandalkan daging buruan, tetapi juga sisa cangkang membuktikan kalau mereka juga suka makan hewan lunak seperti siput.

Manusia purba ini juga sangat pintar memilih tempat yang akan mereka jadikan singgahan ataupun hunian. Gua Batu ini dipilih karena lokasinya yang strategis, dekat sumber air, stok makanannya berlimpah, sirkulasi udara bagus, dan cahayanya pas. Semua temuan ini menjadi bukti nyata betapa cerdasnya leluhur kita beradaptasi dengan alam Pegunungan Meratus untuk bertahan hidup. 

Kekayaan dan Keunikan dari peninggalan manusia purba di Gua Batu ini harus dilestarikan oleh pemerintah setempat ataupun warga sekitar. Hal ini dilakukan demi terjaganya situs berharga yang menjadi saksi mata kehidupan ribuan tahun lalu di tanah Kalimantan Selatan. Jika gua ini dirusak oleh mereka yang tidak bertanggung jawab ataupun tergerus perubahan alam, kita juga yang akan rugi karena tidak bisa lagi menikmati keindahan hunian alami dari manusia purba di Kawasan Pegunungan Meratus. (*)

  • Informasi dari penulisan ini berdasarkan Hasil Ekskavasi Balai Arkeologi Kalimantan Selatan yang dilakukan pada 2018. Data-data termuat dalam jurnal berikut:

  • Fajari, N., M., E. & Anggraeni. (2022). Karakteristik dan Pemanfaatan Gua-gua Hunian Prasejarah di Perbukitan Karst Kotabaru, Kalimantan Selatan. Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 11 (1), 81-103. 

  • Fajari, N., M., E. & Wibisono, M., W. (2020). Gua Batu: Hunian Prasejarah di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan. Berkala Arkeologi, 40 (2), 179-194. 

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sultan Rafa Akmal
Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!