Kemilau Emas Luar Biasa, Bikin Pegadaian Kian Perkasa

4 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Deposit Bank Emas (Sumber: sahabat.pegadaian.co,id)
Deposit Bank Emas (Sumber: sahabat.pegadaian.co,id)

Pada saat nilai tukar rupiah dan bursa saham di negeri ini melemah, emas kian menunjukkan kedigdayaannya.  Eksistensi emas yang sesungguhnya adalah mata uang sejati. Bahkan emak-emak yang notabene rakyat jelata seperti saya semakin yakin bahwa logam mulia yang bernama emas adalah aset yang aman dan terpercaya.

Media sosial diwarnai dengan kekaguman dan rasa terima kasih kepada emas yang kini nilai tukarnya luar biasa. Sebagai mata uang sejati yang berlaku dari abad ke abad, emas terus menobatkan dirinya sebagai standar paripurna yang nilainya terus menjulang tinggi hingga angkasa raya.

Sesuai dengan asal usulnya pembentukannya,  emas ternyata bukan unsur logam asli yang berasal dari Planet Bumi. Emas datang ke Bumi dari luar angkasa dengan proses pembentukan yang sangat dahsyat dan menakjubkan. fakta bahwa emas itu menjadi begitu berharga karena proses pembentukannya itu melibatkan banyak struktur kosmis; hingga dapat dikatakan bahwa emas adalah logam yang bukan berasal dari bumi.

Ilustrasi perdagangan emas (Sumber: sahabat.pegadaian.co.id)
Ilustrasi perdagangan emas (Sumber: sahabat.pegadaian.co.id)

PT Pegadaian Cetak Keuntungan Besar Karena Emas

Harga emas Antam hari ini, Jumat (30/1/2026) di Pegadaian kembali mengalami kenaikan. Perubahan harga emas antam itu tercermin pada harga jual maupun harga buyback di hampir seluruh ukuran. Berdasarkan daftar harga resmi Pegadaian, emas batangan ukuran 1 gram dibanderol Rp 3.485.000, dengan harga buyback Rp3.055.000 per gram.

Sebagai salah satu nasabah PT Pegadaian untuk tabungan emas, saya berharap agar BUMN ini semakin meningkatkan pelayanan dan lebih amanah menjaga kepentingan nasabah.

Sebagai BUMN, PT Pegadaian mencatatkan kinerja yang hebat pada 2025, berhasil memperoleh laba bersih yang tumbuh 23,1 persen secara tahunan (YoY) mencapai Rp 3,58 triliun pada semester I-2025. Kolaborasi dengan BRI dan PNM memperkuat jangkauan pasar, meningkatkan laba bersih menjadi Rp5,67 triliun pada kuartal III-2025.

Itu semua karena berkah lonjakan penjualan emas sebesar 331,4 persen YoY. Pertumbuhan ini ditopang oleh tingginya minat masyarakat pada produk investasi emas, tabungan emas, dan layanan Bank Emas atau bullion services.

Lonjakan penjualan emas PT Pegadaian mencapai Rp 27,34 triliun pada semester I-2025, menjadi kontributor terbesar pendapatan usaha yang melonjak 148 % YoY menjadi Rp 39,87 triliun.

Sukses penjualan emas diikuti dengan keberhasilan Layanan Bank Emas (Bullion Ecosystem). Layanan baru ini mencakup Deposito Emas, Perdagangan Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Pinjaman Modal Kerja Emas.

Pertumbuhan Tabungan Emas PT Pegadaian juga terus meningkat tajam  mendorong pertumbuhan pengguna aplikasi digital Tring! menjadi 1,35 juta nasabah per Oktober 2025.

Hingga Oktober 2025, PT Pegadaian berhasil mencatatkan pertumbuhan aset 28,9 persen menjadi Rp129,2 triliun, memperkuat posisinya sebagai leader dalam ekosistem emas di tanah air.

Harga emas yang melonjak tinggi membuat masyarakat lebih memilih untuk melakukan gadai dibandingkan menjual. Masyarakat merasa sayang jika perhiasan dijual habis, sehingga banyak nasabah yang memilih untuk menggadaikannya karena dapat dicicil dan ditebus kembali.

Pegadaian yang telah genap berusia 124 tahun  telah melakukan transformasi bisnis. Bersama BRI dan PNM, Pegadaian berkomitmen untuk mengembangkan UMKM, salah satunya dengan menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah.

Produk tabungan emas kini merupakan garis depan Pegadaian dalam ekosistem produk-produk keuangan. Untuk bisa terus tumbuh dan berinovasi, Pegadaian menerapkan Konsep G-Star Generation melalui strategi 5G’s. Yakni Grow Core (menumbuhkan bisnis utama), Grab New (menangkap peluang baru), Groom Talent (mengembangkan talenta internal), Gen-Z Tech (teknologi generasi terkini) dan Great Culture (budaya perusahaan yang hebat).

Usaha pegadaian harus semakin dekat dengan kaum perempuan, terutama golongan ekonomi lemah. Dari data Pegadaian, nasabah dengan jenis kelamin perempuan mendominasi sebesar 72 persen dan laki-laki hanya 28 persen. Pegadaian menjadi saksi tentang peran kaum ibu dalam menghalau krisis ekonomi sangat besar. Tak bisa dimungkiri, selama ini ibu memiliki instrumen penghalau krisis yang hebat.

Masyarakat selama ini menjadikan pegadaian sebagai katup penyelamat kebutuhan mendesak keluarga. Transformasi bisnis dan inovasi Pegadaian diharapkan tidak menjauh dari entitas pedagang kecil atau usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

Ilustrasi emas Antam (Sumber: ayo.bogor.com)
Ilustrasi emas Antam (Sumber: ayo.bogor.com)

Emas Ciptakan Stabilitas Harga Jangka Panjang dan Cegah Inflasi Berlebih

Sejarah penerapan emas sebagai mata uang resmi tercatat pertama kali di kerajaan Lydia, yang sekarang wilayah Turki sekitar tahun 600 SM. Sejak saat itu, kerajaan-kerajaan besar seperti Romawi mengadopsi emas sebagai standar nilai.

Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, dunia menganut sistem perekonomian dengan Standar Emas. Dalam sistem ini, nilai mata uang suatu negara dipatok langsung pada sejumlah emas tertentu. Artinya, setiap lembar uang kertas yang beredar dijamin oleh cadangan emas fisik di bank sentral. Sistem ini menciptakan stabilitas harga jangka panjang dan mencegah inflasi berlebih, namun juga membatasi kemampuan pemerintah untuk menstimulasi ekonomi saat krisis karena jumlah uang beredar dibatasi oleh jumlah emas yang dimiliki.

Baca Juga: Swarabakti dan Epentesis: Ketika Huruf “E” Menyelinap ke Dalam Kata

Pasca Perang Dunia II, tatanan ekonomi dunia diubah melalui Perjanjian Bretton Woods. Dolar Amerika Serikat (USD) ditetapkan sebagai mata uang cadangan dunia yang dipatok ke emas (pada harga 35 Dolar AS per ons), sementara mata uang negara lain dipatok ke Dolar AS. Ini menjadikan emas sebagai jangkar tidak langsung bagi ekonomi global.

Sistem tersebut runtuh pada 1971 ketika Presiden AS Richard Nixon memutuskan hubungan langsung antara Dolar dan emas. Sejak saat itu, dunia memasuki era uang yang nilainya didasarkan pada kepercayaan terhadap pemerintah penerbit, bukan pada komoditas fisik. Namun, ternyata peran emas belum berakhir. Justru semakin kuat dan terpercaya.

Hingga hari ini, bank sentral di seluruh dunia seperti The Fed (AS), Bundesbank (Jerman), hingga Bank Indonesia, telah menyimpan ribuan ton emas. Hal Itu karena cadangan emas adalah bentuk diversifikasi yang mengurangi ketergantungan pada Dolar AS. Selain itu kepemilikan emas fisik juga memberikan kredibilitas dan kepercayaan pasar terhadap stabilitas moneter suatu negara.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

Ayo Netizen 30 Jan 2026, 13:06

Urug Cisarua

Urug Cisarua

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)