Urug Cisarua

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Terlihat punggungan di antara lembah yang curam dan dalam. Longsor terjadi ketika ada gangguan kestabilan lereng. (Sumber: Istimewa)
Terlihat punggungan di antara lembah yang curam dan dalam. Longsor terjadi ketika ada gangguan kestabilan lereng. (Sumber: Istimewa)

Lereng-lereng selatan Gunung Burangrang (+2.064 m dpl) tampak geroak, berlembah-lembah dalam di antara punggungannya. Rona bumi lereng gunung ini, di antara satu punggungan dengan punggungan sebelahnya terlihat jarang, karena dipisahkan oleh lembah-lembah yang dalam. Sangat mungkin, keadaan ronabumi inilah yang menyebabkan gunung ini dinamai Gunung Burangrang.

Toponimi Burangrang, akar katanya rang atau rangrang. Menurut S Wojowasito (1977) dalam Kamus Kawi – Indonesia, kata rangrang bermakna jarang. Jadi sangat tepat, keadaan rona bumi yang terlihat jelas punggungan-punggungannya sangat jarang di antara lembah-lembah yang dalam.

Dalam ilmu-ilmu kebumian, keadaan rona bumi seperti lereng Gunung Burangrang itu disebut barranco (dibaca barrangko), istilah yang diadopsi dari bahasa Spanyol. Istilah itu digunakan untuk menamai lembah yang mirip parit yang dalam, bertebing curam, jurang, ngarai, sebagai hasil erosi dalam waktu yang lama. Di salah satu lembah yang dalam dan besar di antara gawir-gawir punggungan yang terjal, oleh karuhun di sana dinamai Legok Haji, mungkin bermakna lembah yang besar. Di ketinggian lereng +1.500 m dpl, ada yang lebar antar punggungannya mencapai 535 m, dengan kedalaman lembah lebih 100 m. 

Di sebelah timur Gunung Burangrang ada Gunung Tangkuban Perahu (+2,073 m dpl), dengan ronabumi lereng yang berbeda. Lerengnya masih terlihat masih mulus, kebalikan dari Gunung Burangrang. Keadaan ronabumi ini merupakan salah satu yang menjadi penanda, bahwa usia kedua gunung ini berbeda. Gunung Tangkuban Perahu usianya lebih muda, yang membangun dirinya dari kaldera Gunung Sunda sejak 90.000 tahun yang lalu.

Sedangkan Gunung Burangrang yang berada di tepian kaldera Gunung Sunda, sudah lahir pada periode letusan-letusan Gunung Sunda yang terjadi antara 210.000 – 105.000 tahun yang lalu. Atau, Gunung Burangrang itu lahir membangun dirinya pascaletusan Gunung Sunda yang membentuk kaldera 105.000 tahun yang lalu. Jadi ada perbedaan umur sekitar 15.000 tahun antara Gunung Burangrang dengan Gunung Tangkuban Perahu. Selama 105.000 tahun itulah, di lereng Gunung Burangrang pernah terjadi gejala kebumian, seperti denudasi, yang menyebabkan ronabuminya seperti sekarang.

Pada musim kawalu dalam kalender masyarakat Baduy, Sabtu (24/1/2026, pukul 03.00), terjadi longsor besar di lereng selatan Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam Bahasa Sunda, urug atau longsor dalam bahasa Indonesia, terjadi bukan hanya karena sebab tunggal. Tapi terjadi karena terlampauinya keadaan kritis dari berbagai faktor, atau multi faktor pada musim dan waktu yang bersamaan.

Inilah beberapa skenario umum, bagaimana mekanisme terjadinya urug. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, seperti: pertama keadaan tutupan lahan – pengelolaannya, kedua jenis batuan – tanah – lapisannya, ketiga kemiringan lahan, keempat tekanan – getaran beban, kelima berada di jalur sesar – gempa bumi, dan keenam curah hujan – waktu jenuh. Beberapa atau gabungan beragam faktor yang melampaui daya kritis lahan inilah, yang menyebabkan urug terjadi secara sempurna. 

Keadaan tutupan lahan dan pengelolaannya, akan sangat mempengaruhi gaya dorong geser (dari lereng atas) dan gaya tahan geser (dari lereng bawah). Misalnya tutupan lahan di puncak gunung masih bagus, tapi di lereng bawah, tutupan lahannya sudah berganti menjadi kebun sayur musiman, yang setiap panen dicerabut. Sayur itu ditanam di tanah gembur hasil letusan Gunung Burangrang dan kemudian dari letusan Gunung Tangkuban Perahu. Sifat tanah hasil letusan gunungapi yang gembur itu daya ikat antar butir tanahnya longgar, sehingga ketika hujan turun di lahan yang tanpa tutupan pohon, air akan meresap dengan cepat, dan tanah pucuknya yang terciprat, akan hanyut bersama limpasan air. Bila curahan air meteorik terus membesar, maka air itu akan semakin terkumpul di dalam tanah gembur yang tanpa tutupan, tanpa pelukan akar, sehingga air berfungsi menjadi pengencer ikatan tanah gembur tersebut, yang berubah menjadi bubur tanah. Titik jenuhnya yang paling sempurna terjadi pada malam hari, ketika tidak ada penguapan.

Dalam keadaan titik jenuh tanah inilah gaya tahan geser menjadi sangat menurun ketahanannya, menyebabkan munculnya retakan-retakan yang berkembang menjadi rekahan, menjadi torehan yang sejajar dengan garis kontur. Air meteorik dengan leluasa meresap melalui sobekan-sobekan tanah, dan pada titik jenuh yang melampaui gaya tahan gesernya, terjadilah urug.

Longsor yang diawali terjadi di punggungan gunung itu, akan menyebabkan kestabilan lereng berkurang, bahkan hilang. Keadaan ini yang menyebabkan gaya tahan gesernya akan semakin mengecil, semakin melemah, bahkan hilang, sementara gaya dorong gesernya berubah menjadi semakin membesar, semakin menguat. Ditambah faktor kemiringan lereng yang curam, jenis tanah yang gembur dan berada di atas lapisan batuan yang keras tak tembus air, maka longsor yang terjadi itu akan menarik bagian atas atau kawasan berada di atas di lereng yang lebih tinggi, walaupun tutupan lahannya masih berupa pohon kayu yang kuat.

Baca Juga: Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Begitulah mekanisme alam berlangsung. Kait mengait. Dalam kasus yang lain, walau tutupan lahan di lereng bawah masih relatif bagus, namun di lereng atasnya terjadi gangguan, menyebabkan kestabilan lereng menjadi terganggu. Hal ini akan menyebabkan gaya dorong gesernya menjadi menguguat, sementara gaya tahan gesernya akan semakin lemah karena adanya desakan itu.

Bila hujan terus berlangsung, air meteorik dapat lebih leluasa meresap, menyebabkan tanah semakin menjadi bubur yang ikatannya sangat lemah. Di atas lereng yang curam, di atas ketinggian +1.400 m dpl, masih ada bagian tanah yang sudah melorot, namun tidak terlongsorkan. Inilah salah satu yang harus diwaspadai adanya luncuran lahar purba Gunung Burangrang.

Urug Cisarua merupakan prototipe longsor yang bisa saja terjadi di lereng-lereng gunung di Jawa Barat, yang keadaan tutupan lahannya sudah sangat kritis. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita, bahwa nilai ekonomi dari lahan kritis tidak sebanding dengan nilai kemanusiaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.