Sebanyak 930 pecatur mengikuti Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 di Gedung Graha Tirta Siliwangi, Kota Bandung, Minggu (20/9/2026).
Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tersebut mempertemukan pecatur dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi arena untuk menguji kemampuan, pertandingan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menambah pengalaman sekaligus bertemu dengan sesama pecatur dari berbagai wilayah.
Pembukaan turnamen dilakukan Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI M. Khairil Lubis yang hadir mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si.
Sejumlah pejabat dan tokoh olahraga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Gubernur Jawa Barat, Dankodiklatad, Danpussenif, Pangkorpasgat, Dankoharmatau, Kapolda Jawa Barat, Kasdam III/Siliwangi, Wali Kota Bandung, Ketua Umum KONI Pusat, Ketua Umum KONI Jawa Barat Dr. Muhammad Budiana, perwakilan PB Percasi, Ketua Umum PB Percasi Jawa Barat, Ketua Dewan Pembina PB Percasi Ir. Eka Putra Wirya, Pembina PB Percasi sekaligus Grand Master Internasional Utut Adianto, Ketua NPC Jawa Barat Hery Susanto, serta jajaran TNI dan Polri.
Dalam amanat yang dibacakan M. Khairil Lubis, Panglima TNI menegaskan komitmen TNI untuk ikut mendorong peningkatan prestasi olahraga di Indonesia. Komitmen tersebut disebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang mengatur pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga.
“Melalui berbagai event olahraga seperti kegiatan Open Tournament kali ini, TNI akan selalu berkomitmen dan berkontribusi serta berperan aktif dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional,” demikian amanat Panglima TNI.
Dalam amanat tersebut, olahraga juga dipandang memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar persaingan untuk mendapatkan kemenangan. Sportivitas, kejuangan, kehormatan, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri menjadi nilai yang turut dibentuk melalui kegiatan olahraga.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membantu membangun karakter atlet sekaligus mendukung peningkatan kemampuan mereka dalam mencapai prestasi.
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengangkat tema “Prestasi Olahraga TNI, Prestasi Olahraga Indonesia”. Melalui tema tersebut, kegiatan olahraga diharapkan dapat ikut membentuk prajurit TNI dan masyarakat yang sehat serta tangguh, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi yang dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Dalam konteks pembinaan olahraga, penyelenggaraan Open Tournament Piala Panglima TNI diarahkan untuk melihat hasil pembinaan atlet, mencari bibit potensial, meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga nasional, serta memperkuat komunikasi antarpengurus olahraga dari tingkat pusat hingga daerah.
Untuk cabang catur, turnamen ini sekaligus menjadi ruang pencarian pemain-pemain potensial yang dapat dikembangkan melalui pembinaan lebih lanjut.
Kepada para peserta, Panglima TNI meminta pertandingan dijalani secara serius dengan tetap menjaga sikap kesatria sebagai seorang olahragawan.
“Selamat bertanding, raihlah prestasi yang terbaik,” pesan Panglima TNI dalam amanatnya.
Ia juga mengingatkan atlet untuk menjaga sportivitas dan persatuan selama pertandingan. Sementara itu, para juri dan wasit diminta menjalankan tugas secara jujur serta bijaksana.
## Utut Adianto: Pembinaan Harus Berkelanjutan
Pembina PB Percasi sekaligus Grand Master Internasional Utut Adianto menilai turnamen seperti Piala Panglima TNI memiliki arti penting bagi perkembangan catur. Menurutnya, kompetisi tidak hanya menjadi tempat bertanding, tetapi juga dapat membuka kesempatan bagi pemain baru untuk menunjukkan kemampuan dan berkembang.
Namun, munculnya pecatur berprestasi tidak dapat dilepaskan dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
“Tanpa pelatihan yang kontinu, tidak akan muncul lagi pemain seperti Susanto Megaranto maupun Satria Duta Cahaya,” ujar Utut.
Ia mengatakan, keberadaan pusat pelatihan atau training center dengan program pembinaan yang baik menjadi salah satu kebutuhan dalam proses mencetak atlet catur.
Menurut Utut, pembina juga memiliki peran dalam membangun lingkungan yang mendukung perkembangan atlet. Salah satunya dengan membuka ruang kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak.
Ia menilai potensi pecatur tidak hanya berada di wilayah tertentu. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, dapat memperluas kesempatan munculnya atlet yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
“Harapannya ke depan semakin meningkat minat terhadap catur dan semakin banyak atlet yang diharapkan dari semua daerah, khususnya Jawa Barat, bisa mengharumkan nama Indonesia. Kuncinya latihan dan latihan,” kata Utut.
Selain aspek kompetisi, Utut melihat catur memiliki manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Permainan tersebut melatih pemain untuk menyusun rencana, memperhitungkan berbagai langkah, mengenali risiko, dan memperkirakan kemungkinan yang muncul dari setiap keputusan.
“Dari sini sebenarnya bagaimana kita mengonsepkan segala sesuatu, mulai dari perencanaan, langkah-langkah ke depan, sampai mengantisipasi risiko,” ujarnya.
Dengan 930 peserta, Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 mempertemukan pecatur dari berbagai daerah dalam satu arena pertandingan. Turnamen tersebut sekaligus menjadi salah satu ruang untuk melihat potensi pemain baru dan mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem olahraga catur.
Selain mengejar prestasi di papan catur, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara TNI, Polri, insan olahraga, dan masyarakat. Turnamen ini juga menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan olahraga yang dilakukan secara berkelanjutan. (*)