Menelusuri Jejak Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Arcamanik, Lapang Golf sampai Buruan Sae

6 menit baca
Andres Fatubun
Ditulis oleh Andres Fatubun diterbitkan
Pengendara melintasi jalan Pacuan Kuda Arcamanik pada Rabu, 19 Agustus 2026. Tampak jalan tersebut teduh karena masih ditumbuhi pohon-pohon berukuran besar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pengendara melintasi jalan Pacuan Kuda Arcamanik pada Rabu, 19 Agustus 2026. Tampak jalan tersebut teduh karena masih ditumbuhi pohon-pohon berukuran besar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Data BPS berjudul Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan Kelurahan di Kecamatan Arcamanik Kota Bandung mencatat pergerakan luas RTH di kecamatan yang terkenal dengan sarana olahraganya itu sepanjang 2019–2024. Di balik angka-angka tersebut, ada cerita tentang taman RW yang tumbuh, kebun warga yang menjamur lewat program Buruan Sae, dan kesenjangan luas RTH antarkelurahan yang masih menganga.

Setiap sore, warga di Kelurahan Sukamiskin yang merupakan bagian dari Arcamanik, masih bisa menikmati udara segar yang berasal dari taman seluas 5.000 meter persegi yang tercatat sejak 2019 sebagai salah satu titik RTH terluas yang pernah didata di kecamatan ini. Salah satunya terpusat di kawasan SOR Arcamanik, tempat warga berolahraga dan menghabiskan waktu senja.

Tak jauh dari sana, di Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, sepetak lahan yang dulu kosong kini berubah jadi kebun kolektif bernama "Buruan Sae Lohjinawi", tempat warga menanam sayur dan buah di sela padatnya permukiman.

Dua potret ini adalah sebagian kecil dari 184 titik ruang terbuka hijau yang tercatat Badan Pusat Statistik di Kecamatan Arcamanik antara 2019 hingga 2024. Dari taman RW, lapangan futsal, kebun buah, hingga gerakan urban farming Buruan Sae, data ini merekam bagaimana wajah ruang hijau kota terus bergerak. Kadang bertambah, kadang sekadar berpindah bentuk.

Taman Arcamanik Endah pada Rabu, 19 Agustus 2026. Taman ini biasanya disinggahi warga pada sore hingga malam untuk bersantai dan jajan camilan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Taman Arcamanik Endah pada Rabu, 19 Agustus 2026. Taman ini biasanya disinggahi warga pada sore hingga malam untuk bersantai dan jajan camilan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Sukamiskin Terluas, Cisaranten Kulon Paling Sempit

Dari empat kelurahan di Arcamanik, Sukamiskin tercatat memiliki akumulasi luas RTH terbesar, dengan total sekitar 41.911 meter persegi dari seluruh titik yang pernah didata sepanjang 2019–2024. Disusul Cisaranten Endah dengan sekitar 36.389 meter persegi.

Sementara Cisaranten Kulon mencatatkan akumulasi luas RTH paling kecil, hanya sekitar 8.770 meter persegi. Kurang lebih seperempat luas RTH Sukamiskin, meski jumlah titik RTH yang tersebar di kelurahan ini justru cukup banyak dan merata. Misalnya mulai dari kebun mangga-petai di RW 01 hingga kebun alpukat-jeruk di RW 09.

Namun ketika dibandingkan dengan luas wilayah masing-masing kelurahan, ceritanya malah berbalik.

Data BPS soal luas wilayah tahun 2019 mencatat Sukamiskin sebagai kelurahan terluas se-kecamatan (196,16 hektare, setara 32,29% dari total wilayah Arcamanik), sementara Cisaranten Endah adalah yang terkecil (106,01 hektare, atau 17,45% dari total).

Begitu luas RTH "ditimbang" terhadap luas wilayahnya masing-masing, urutannya berubah total. Sukamiskin, yang tadi tampil sebagai kelurahan dengan RTH terluas secara absolut, ternyata hanya menyisihkan sekitar 0,21% dari total wilayahnya untuk ruang hijau. Luas RTH-nya justru lebih kecil dari Cisaranten Endah, yang wilayahnya paling sempit se-kecamatan Arcamanik tapi justru punya rasio RTH tertinggi, sekitar 0,34%.

Di sisi lain, Cisaranten Kulon tetap berada di posisi paling bawah baik dalam luas RTH absolut maupun rasio terhadap luas wilayahnya sendiri.

Secara keseluruhan, rasio RTH terhadap luas wilayah se-Kecamatan Arcamanik baru sekitar 0,16% masih jauh di bawah standar ideal RTH publik minimal 20% dari luas wilayah kota sebagaimana diamanatkan UU Penataan Ruang. Sebagai catatan, data BPS ini kemungkinan besar belum mencakup seluruh kategori RTH (seperti pekarangan rumah tangga atau RTH privat) yang turut disyaratkan dalam perhitungan tersebut.

Titik Balik 2024

Pada tahun 2024, Kecamatan Arcamanik mengalami lonjakan penambahan luas RTH. Tahun itu, Sukamiskin sendirian menyumbang 13.361 meter persegi RTH baru. Penyumbang terbesarnya adalah taman di kawasan Lapas Wanita seluas 6.650 meter persegi, disusul taman di Jalan AH Nasution seluas 2.892 meter persegi, dan Simpangsari seluas 1.521 meter persegi.

Kehadiran taman-taman besar ini menarik karena berbeda pola dari RTH pada tahun-tahun sebelumnya yang didominasi taman kecil skala di lingkup RT/RW dengan luas pada umumnya di bawah 500 meter persegi. Taman berskala besar seperti ini biasanya melekat pada fasilitas publik atau koridor jalan protokol, sehingga dampaknya terhadap kualitas udara dan ruang publik kecamatan cenderung lebih terasa dibanding taman-taman kecil yang tersebar.

Menjamurnya Buruan Sae

Sebelumnya pada tahun 2021, data mencatat kemunculan jenis RTH baru yang sebelumnya tidak ada yaitu Buruan Sae. Program ini adalah pemanfaatan pekarangan dan lahan kosong warga Kota Bandung untuk urban farming. Dari 2021 hingga 2024, program ini tersebar terutama di Cisaranten Bina Harapan dan Cisaranten Kulon, dengan nama-nama kebun yang akrab di telinga warga: Buruan Sae Sedulur, Buruan Sae Bima Mandiri, Kebun Asik, hingga Rumpi.

Total luas Buruan Sae yang tercatat mencapai sekitar 6.960 meter persegi, ditambah kebun buah-buahan konvensional (mangga, alpukat, jambu air) seluas sekitar 4.500 meter persegi. Buruan Sae ini mayoritas terkonsentrasi di Cisaranten Kulon.

Macam ragam RTH di Arcamanik ini tidak melulu berupa taman luas untuk bersantai dan berolahraga, tapi juga mulai bertransformasi menjadi ruang produktif yang menghasilkan pangan bagi warga sekitar. Buruan Sae sendiri adalah program urban farming yang digagas oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian warga dari tingkat keluarga.

Taman Arcamanik Endah yang merupakan kawasan RTH dilengkapi permainan anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Taman Arcamanik Endah yang merupakan kawasan RTH dilengkapi permainan anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Naik dan Turun yang Perlu Dibaca Hati-Hati

Data BPS berjudul Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan Kelurahan di Kecamatan Arcamanik Kota Bandung ini perlu dibaca dengan hati-hati. Alasannya bila akumulasi luas RTH per tahun dijumlahkan, angkanya berfluktuasi cukup tajam. Dari sekitar 29.440 meter persegi pada 2019, turun ke 14.430 meter persegi pada 2021, sempat naik lagi ke 23.050 meter persegi pada 2022, lalu turun ke 12.789 meter persegi pada 2023, sebelum naik kembali ke 17.441 meter persegi pada 2024.

Misalnya sejumlah titik RTH seperti taman-taman di RW 01 hingga RW 12 Cisaranten Endah tercatat berulang dengan luas yang persis sama pada 2021 dan 2022. Hal ini bisa saja merupakan proses verifikasi ulang data eksisting, bukan penambahan taman baru. Sebaliknya, penurunan angka pada tahun tertentu lebih mencerminkan lebih sedikit lokasi baru yang berhasil didata tahun itu. Penurunan bukan berarti taman-taman yang sudah ada ikut hilang atau menyusut.

Secara mata telanjang, hal yang bisa dipegang sebagai indikator pertumbuhan nyata adalah kemunculan lokasi RTH baru yang belum pernah tercatat sebelumnya di tahun-tahun terakhir. Seperti taman Lapas Wanita dan di Jalan AH Nasution pada 2024, atau menjamurnya titik Buruan Sae sejak 2021. Kemunculan ini menunjukkan ekspansi ruang hijau kota masih terus berjalan, meski tidak merata di setiap kelurahan.

Sesekali bila saat sore melintas kawasan Arcamanik, cobalah singgah di RTH Taman Arcamanik Endah. Istirahat sejenak sambil jajan camilan dan menyaksikan matahari terbenam.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 16:40

Romantisme Membaca Majalah Monitor : Ketika TVRI Menjadi Jendela Hiburan Keluarga

Membuka kembali Majalah Monitor Radio dan Televisi edisi Agustus 1980 seperti membuka jendela kecil menuju masa lalu.

Majalah Monitor edisi perdana, Agustus 1980, menjadi salah satu bacaan panduan bagi penonton dan pemirsa TVRI untuk mengetahui beragam acara televisi yang ditayangkan pada masa itu. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 15:14

Hari Lahir Kemenlu dan Bandung Gudangnya Diplomat Ulung

Banyaknya diplomat asal Kota Bandung yang berprestasi memberikan citra positif bangsa di mata dunia.

Ilustrasi Gedung Pancasila terkait dengan hari jadi Kementerian Luar Negeri, 19 Agustus (Sumber: galeri kemlu.go.id)
Wisata & Kuliner 20 Agu 2026, 13:22

Panduan Wisata Kebun Raya Kuningan: Taman Batu, Bunga Kuning, dan Udara Ciremai

Panduan lengkap Kebun Raya Kuningan, mulai dari harga tiket, jam buka, Rock Garden, Taman Kuning, hingga tips berkunjung ke kaki Gunung Ciremai.

Kebun Raya Kuningan.
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 13:01

DAMRI Leuwi Panjang—Cibiru: Antara Antusiasme Penumpang dan Berbagi Jatah dengan Angkot

Membicarakan transportasi umum di Bandung memang cukup rumit—baik pembagian rute maupun keterbatasan trayek yang bisa menjangkau setiap sudut Kota Bandung.

Antusiasme Pengguna DAMRI tidak sebanding dengan armada dan waktu yang disediakan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 11:14

Wujudkan Furnitur Fungsional yang Ergonomik untuk Mall di Bandung

Ada kecenderungan Mall yang kini banyak dikunjungi oleh masyarakat karena memiliki furnitur fungsional dan taman yang luas.

Kolase foto penulis disekitar furnitur fungsional Mall Sumaba (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Beranda 20 Agu 2026, 09:44

Menelusuri Jejak Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Arcamanik, Lapang Golf sampai Buruan Sae

Data BPS 2019–2024 mengungkap luas ruang terbuka hijau tiap kelurahan di Kecamatan Arcamanik, dari taman raksasa Sukamiskin hingga kebun warga Buruan Sae.

Pengendara melintasi jalan Pacuan Kuda Arcamanik pada Rabu, 19 Agustus 2026. Tampak jalan tersebut teduh karena masih ditumbuhi pohon-pohon berukuran besar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 08:25

Apakah Kita Sudah Benar-Benar Merdeka untuk Bersuara?

Di negara kita yang menganut sistem demokrasi seharusnya suara adalah bentuk dari aspirasi masyarakat.

Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 17 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 07:45

Jet Kembali ke Bandung: Kebangkitan Husein atau Euforia Sesaat? 

Dalam bisnis penerbangan, satu pesawat penuh belum cukup untuk menyimpulkan sebuah rute akan sehat selamanya.

Pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 19 Agu 2026, 19:06

Media Lokal Minta Revisi UU Hak Cipta Tak Mengorbankan Distribusi Digital

Saat ini Kementerian Hukum RI mulai mendorong revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Local Media Community (LMC). (Sumber: LMC)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 18:01

Cigenjlong Pernah Diguncang Gempa Sangat Kuat

Di balik tanjakan yang menantang pesepeda, Cigenjlong menyimpan jejak gempa dahsyat yang membentuk bentang alam sekaligus meninggalkan cerita dalam nama kampungnya.

Di balik tanjakan yang menantang pesepeda, Cigenjlong menyimpan jejak gempa dahsyat yang membentuk bentang alam sekaligus meninggalkan cerita dalam nama kampungnya. (Sumber: Dokumentasi T. Bachtiar)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 17:06

Peran Metode REBA dalam Menciptakan Lingkungan Kerja yang Ergonomis

Pentingnya postur kerja yang masih sering diabaikan, apabila permasalahan ini dibiarkan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan risiko cedera yang serius

Ilustrasi lingkungan kerja. (Sumber: Pexels | Foto: Mandiri Abadi)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 16:16

Agustusannya Tetap Ramai dan Nasib Sial Yang Tak Kunjung Usai

Ketika lampu Agustusan padam, realitas pahit kembali menyapa tanpa permisi. Bagi mereka yang terjebak dalam “nasib sial yang tak kunjung usai”,

Pengibaran bendera Merah Putih berukuran 10×18 meter di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 15:28

Transformasi Pramuka di Ruang Digital

Pramuka dapat hadir di tengah oase dalam mendukung partisipasi isu strategi nasional. Sebab dari pramukalah kita mampu menggerakkan pemuda dalam menggapai karakter solutif dan adaptif.

Anak pramuka. (Sumber: Pexels | Foto: Muhaimin Abdul Aziz)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 15:02

Sejarah Lomba-Lomba Agustusan

Tradisi lomba Agustusan mulai populer sekitar 1950, setelah situasi Indonesia berangsur pulih pasca-Konferensi Meja Bundar 1949.

Kartu pos yang menggambarkan tradisi panjat pinang di negri ini sejak masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 13:09

Self-Reward Anak Muda dan Jebakan Mental Accounting

Belajar bagaimana mengelola keuangan yang baik, tapi keuangan sendiri masih berantakan. Artikel ini mengupas tentang self-reward impulsif anak muda lewat kacamata akuntansi.

Ilustrasi self reward. (Sumber: Pexels | Foto: Kristina Paukshtite)
Linimasa 19 Agu 2026, 13:06

Habis Karnaval Terbitlah Sampah, Sisi Lain Perayaan Kemerdekaan

Karnaval 17 Agustus di Cicalengka dan Nagreg meriah, tetapi menyisakan properti dan sampah yang harus dibersihkan setelah acara.

Tampkan salah satu sampah karnaval 17 Agustus 2026 di kawasan Cicalengka. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 19 Agu 2026, 12:26

Punahnya Angkot di Kota Bandung, Dalam 8 Tahun Susut Ribuan Unit

Jumlah angkot di Bandung terus menyusut. Dalam delapan tahun, ribuan unit menghilang. Apa yang terjadi dengan angkot dan bagaimana nasib transportasi publik Kota Bandung?

Suasana lengang di Terminal Cicaheum pada Rabu 22 April 2026. Di tahun 1990-an, angkot berbagai trayek ini berderet rapi dan panjang terutama di jam-jam sibuk. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 11:02

Menikmati Kerupuk, Mengenang Perjuangan: Sejarah, Filosofi, dan Refleksi Budaya Lomba Makan Kerupuk

Lomba makan kerupuk telah menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Indonesia lintas generasi.

Sejumlah ibu rumah tangga mengikuti berbagai lomba 17 Agustus di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 08:42

Dilema Kemandirian Finansial Generasi Z: Analisis Lipstick Effect dan Perilaku Overconsumption

Gen Z Indonesia berisiko krisis finansial akibat gaya hidup digital dan Lipstick Effect. Penting tingkatkan literasi agar arus kas stabil dan terhindar dari utang.

Ilustrasi wanita muda berdandan. (Sumber: Pexels | Foto: Trần Long)