Cigenjlong Pernah Diguncang Gempa Sangat Kuat

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Di balik tanjakan yang menantang pesepeda, Cigenjlong menyimpan jejak gempa dahsyat yang membentuk bentang alam sekaligus meninggalkan cerita dalam nama kampungnya. (Sumber: Dokumentasi T. Bachtiar)
Di balik tanjakan yang menantang pesepeda, Cigenjlong menyimpan jejak gempa dahsyat yang membentuk bentang alam sekaligus meninggalkan cerita dalam nama kampungnya. (Sumber: Dokumentasi T. Bachtiar)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Kampung Cigenjlong di Bogor diduga menyimpan jejak gempa bumi sangat kuat pada masa lalu, yang tercermin dari nama genjlong dalam bahasa Sunda yang berarti guncang atau berguncang.

  • Gempa besar yang pernah mengguncang Bogor, termasuk gempa berkekuatan M 7,0 pada 1834, menimbulkan kerusakan parah, longsor, hingga kehancuran bangunan.

  • Toponim Cigenjlong diduga berkaitan dengan dampak gempa dan longsor besar yang membentuk bentang alam setempat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan mitigasi bencana.

Sekarang, Kampung Cigenjlong kalah terkenal dibanding nama tanjakannya yang bersudut lebar. Tanjakan Cigenjlong. Tanjakan yang populer, terutama di kalangan pesepeda, yang rela mendorong sepedanya sambil terengah-engah. Keadaan inilah yang membuat para pesepeda penasaran untuk mencoba tanjakan, walau tak terlalu panjang, tapi keadaannya seperti ular kobra dalam posisi siaga untuk menyerang. Ujung-ujungnya sudah dapat diduga. Umumnya sama, menghentikan sepedanya, lalu mendorongnya. Tapi masih ada untungnya. Bentang alam di sini megah dan mempesona. Lerengnya sangat curam, yang sudah dikelola menjadi persawahan yang berteras-teras, pematangnya melengkung seirama dengan garis kontur. Bila usia padi masih disiangi, akan terlihat teras-teras berwarna hijau yang segar. Pada saat menjelang panen, persawahan itu berganti warna menjadi kuning keemasan. Di dasar lembah-lembahnya, mengalir Ci Anten dengan anak-anak sungainya seperti Ci Tereup dan Ci Asmara. 

Tanjakan Cigenjlong berada di Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Sebagai gambaran, dari Tugu Kujang, Kota Bogor, ke Tanjakan Cigenjlong, jaraknya sekitar 33 km, dapat ditempuh selama 90 menit dengan berkendara.

Kawasan Cigenjlong dan sekitarnya merupakan endapan material letusan gunungapi tua, berupa breksi dan lava warna abu-abu terang. Gunungapi ini akif meledak-ledak antara 2,58 juta tahun hingga 11.700 tahun yang lalu. Bila berjalan melihat batuan yang seperti batu beton, itulah yang disebut breksi gunungapi. Sedangkan bongkah-bongkah batu yang terserak di lereng-lereng, di sepanjang punggungan, dan di puncak-puncak bukit. itulah lava dari letusan  

Kata genjlong dalam bahasa Sunda, sama maknanya dengan guncang, berguncang, goyang, bergoyang. Berguncang atau bergoyang karena terjadi gempa bumi yang sangat kuat, yang didahului dengan suara gemuruh atau ledakan. Terjadi kepanikan masyarakat, terjadi kedaruratan, suasana kacau-balau, tersebar kabar yang menghebohkan yang membuat semakin panik, semakin geunjleung

Untuk menelusuri riwayat kegempaan di wilayah Bogor, dimulai dari guncangan gempabumi terbaru di Kabupaten Bogor, terjadi pada tanggal 7 Agustus 2026 dengan kekuatan (M) 3,5. Sebelumnya, pada Desember 2023, Kota Bogor yang diguncang gempa dengan kekuatan 4. Dengan kekuatan yang sama, M 4, pada tanggal 19 Agustus 2019, Kabupaten Bogor diguncang gempa bumi paling merusak yang terjadi di Jawa Barat.

Mundur ke abad ke-19, pagi 11 Oktober 1834, wilayah Bogor diguncang gempa bumi sangat kuat dengan kekuatan 7,0 selama 51 detik. Sebagian besar rumah-rumah warga hancur-lebur, lima orang tewas tertimbun longsor, dan jalan antara Bogor – Cianjur retak-belah memotong jalan. Getarannya terasa sampai di Lampung, ke timur hingga di Tegal.

Bangunan utama Istana Bogor mengalami rusak sangat parah. Gedung sayap timur dan barat pun runtuh rata dengan tanah. Pembangunan kembali Istana Bogor baru mulai pada tahun 1850,  16 tahun setelah gempabumi. Gaya arsitekturnya diganti, yang semua dua tingkat, menjadi satu tingkat. 22 tahun kemudian, pembangunan Istana Bogor baru benar-benar rampung, pada masa pemerintahan Jenderal Charles Ferdinand Pahud de Montanges.

Warga Bogor beberapa malam belum berani tidur di rumah karena terjadi gempa susulan. Bahkan di Jakarta, banyak sekali rumah penduduk, gedung-gedung yang dindingnya retak, bahkan ada atapnya yang roboh.

Pada tahun 1699 terjadi banjir bandang pantai utara Batavia – Banten, yang mengalirkan bahan rombakan yang sangat banyak, berupa tanah, pasir, kerikil, kerakal, bongkah batu, hingga batang kayu gelondongan. Longsor besar yang menyebabkan terjadinya aliran bahan rombakan (debris flow) itu dipicu oleh gempa bumi yang sangat kuat. Di antara Batavia dengan Ci Sadane, tanah terbelah dengan lebar lebih dari satu kaki. Sisi dinding Gunung Salak ambruk, material longsorannya kemudian membendung Ci Liwung, Ci Pinanggading, dan Ci Apus, hingga terjadi banjir lumpur meluap ke mana-mana.

Adanya toponim Kampung Cigenjlong dan Tanjakan Cigenjlong di selatan jalan raya Leuwiliang, sekitar lima km dari Leuwisadeng, dan delapan km dari Leuwiliang, semakin menguatkan dugaan, bahwa di kawasan Leuwisadeng, di kawasan Leuwiliang dan sekitarnya, pada masa lalu pernah diguncang gempa bumi yang sangat kuat. Guncangan gempabumi itu mengakibatkan longsor sangat besar, yang merobohkan dinding gunung yang curam. Lava hasil letusan efusif masa lalu yang membeku di lereng gunung, terpatahkan berbarengan dengan robohnya dinding gunung. Lava itu kemudian pecah-pecah, ambruk, menggelinding tersebar hingga di kaki gunung. Longsoran dahsyat itu menyebabkan yang semula berupa lereng yang sangat curam, menjadi sedikit melandai hingga landau. Di atas material bahan rombakan itulah, masyarakat setempat membenahinya, mengolahnya menjadi persawahan yang bertingkat-tingkat. 

Bila dikaitkan dengan hasil penelitian Patahan Baribis di utara Jawa Barat, yang lajur patahannya melewati wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Selatan Jakarta, Depok, dan Bogor, kemungkinan besar, kejadian gempa bumi yang sangat kuat itu bersumber dari Patahan Baribis.

Karena guncangannya yang sangat kuat, mendorong masyarakat di sana untuk menamai kawasan yang terdampak sangat berat dengan nama Cigenjlong. Kawasan yang pernah diguncang gempabumi sangat kuat dengan dampak yang berat. Semoga toponim ini dapat menjadi pengingat untuk kewaspadaan, dan melakukan mitigasi sebelum terjadi kembali. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)