Moro Langlayangan
Layangan yang tersangkut di atap jemuran rumah sore itu. Bila bagi seorang anak, hanyalah galabag yang berhasil didapatkan.
Mabrur, Kabur, dan Syukur
Boneka unta yang dipeluk kakek bukan sekadar cendera mata. Melainkan bahasa kasih sayang yang sederhana.
Sasapedahan
Saatnya memberi kesempatan kepada sepeda untuk menunjukkan kemampuannya.
Merawat Cinta Kasih, Menebar Sumber Perdamaian
Momentum tepat untuk menciptakan perdamaian di dunia ini.
Takbir, Tahmid, dan Tahlil
Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.
Buku, Keluarga, dan Literasi
Buku menjadi jendela dunia yang pertama kali dikenalkan dari rumah, sebelum anak mengenal ruang belajar yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Syukur, Takabur, dan Kufur
Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.
Rawat Perbedaan, Perkuat Harmoni, dan Rayakan Kebersamaan
Rumah ibadah yang dihancurkan bukan hanya merobohkan bangunan. Justru melukai rasa kemanusiaan. Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang berhasil menyeragamkan perbedaan
Kelulusan, Selebrasi, dan Bersyukur
Hakikat kelulusan bukan terletak pada seberapa besar buket yang dibawa, panjangnya konvoi ucapan selamat, ramainya unggahan di media sosial.
Merawat Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan
Kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, justru dari kemampuan manusia menemukan makna hidup, menjaga keseimbangan batin, membangun hubungan yang sehat dengan Tuhan, diri sendiri
Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran
Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.
Buruh, Kerja, dan Ibadah
Saatnya menempatkan empat falsafah kerja: ikhlas, cerdas, keras, dan tuntas.
Tumbuhkan Cinta Membaca, Bangun Keberanian Menulis
Mari kita tumbuhkan cinta pada kebiasaan membaca, bangun keberanian untuk tradisi menulis, dan keyakinan setiap anak punya cerita untuk dibagikan, direnungkan bersama.
Ngemuseum, Yuk!
Museum adalah ruang hidup yang menyimpan memori kolektif, menyalakan imajinasi, dan mendidik tanpa memaksa.
Langkah Kecil Merawat Bumi
Menjaga lingkungan bukan sekadar kebiasaan baik, tetapi menjadi bagian dari ibadah.
Puisi, Hati, dan Suci
Puisi tumbuh berkembang bukan hanya dari ruang nyaman, tetapi dari keterbatasan yang dilawan dengan kekuatan keyakinan.
TikTok, Trotoar, dan Eksistensi
Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.
Ketik, Kurir, dan Kupon
Setiap kata yang ditulis dengan sungguh-sungguh selalu menemukan jalan bersama untuk menjadi ilmu, rezeki, dan kenangan yang tak pernah benar-benar selesai.
Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an
Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.
Merawat Empati Kemanusiaan
Agama mesti hadir untuk membela kemanusiaan dalam realitas kehidupan, tanpa memandang perbedaan agama, suku, etnis, golongan, kelompok, maupun jenis kelamin.