Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Ketik, Kurir, dan Kupon

5 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Senin 13 Apr 2026, 15:12 WIB
Ayobandung.id dengan bangga mengumumkan 10 netizen terpilih dengan kontribusi terbaik di kanal AYO NETIZEN (Sumber: Unsplash/Bram Naus)

Ayobandung.id dengan bangga mengumumkan 10 netizen terpilih dengan kontribusi terbaik di kanal AYO NETIZEN (Sumber: Unsplash/Bram Naus)

Malam yang dingin itu, bada salat isya. Hembusan angin yang menusuk kalbu.

Saat asyik tenggelam dalam lembaran buku lawas Quantum Writing: Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis karya Hernowo yang diterbitkan oleh Mizan tahun 2004.

Aa Akil, anak kedua (11 tahun) tiba-tiba bertanya, “Bah, gimana belajar cepat ngetik?”

Sambil tersenyum kututup buku jadoel itu, lalu bertanya balik, “Kunaon, A?

Bocah kelas lima SD itu dengan wajah sedikit kesal, “Tadi di sekolah ada pelajaran TIK. Disuruh nulis di komputer, Aa masih pakai dua jari.”

“Aa, pami kitu kedah sering diajar ngetikna,” jelasku.

Memang di tengah zaman serba digital, ternyata pelajaran paling mendasar tetap sama, ya sepuluh jari harus belajar menemukan iramanya sendiri di atas papan keyboard. Teknologi boleh berubah secepat cahaya, tetapi keterampilan tetap tumbuh lewat kebiasaan, bukan keajaiban. Warisan apalagi.

Pertanyaan yang justru menghentak lebih dalam terucap dengan polos, “Emang Babah belajar nulis komputer di mana?”

Awal 2000-an jadi salah satu masa paling ikonik buat remaja milenial. Banyak hal sederhana yang dulu terasa seru mulai dari nongkrong berjam-jam di warnet sampai ngumpulin kertas binder bergambar lucu. (Sumber: Facebook @Iwan Hermawan)
Awal 2000-an jadi salah satu masa paling ikonik buat remaja milenial. Banyak hal sederhana yang dulu terasa seru mulai dari nongkrong berjam-jam di warnet sampai ngumpulin kertas binder bergambar lucu. (Sumber: Facebook @Iwan Hermawan)

Hikayat Anak Rantau

Rupanya, kalimat itu seakan-akan mengetuk ingat masa lalu. Ibarat menekan enter di keyboard. Pikiran seketika melayang ke era 2000-an, awal-awal kuliah, sekitar tahun 2002, selepas enam tahun mondok di Garut.

Kawasan Cibiru yang selalu ramai oleh mahasiswa (baru, lama dan abadi), kios fotokopi (Sae, Pelangi, Manisi 45), warung nasi (Bahari, Mekdok, Pondok Biru), rental komputer (Bios, Babon, Ibnu Sina, Zenit), Warnet (Kampus, Al-Jamiah), lalu-lalang Damri dan hilir mudik angkot yang tak pernah benar-benar sepi selama 24 jam.

Ketika kemampuan mengetik belum dianggap biasa, apalagi sepele. Dulu, di masa itu, ke(cepat)an mengetik bukan hanya soal tugas kampus, malahan bisa menjadi jalan bertahan hidup.

Keahlian sekecil apa pun, bila diasah dengan tekun, telaten, selalu punya nilai sosial, ekonomi dan kemandirian.

Saat itu, kemampuan mengetik menjadi semacam modal sosial. Pasalnya, dengan terbiasa menulis yang (sedikit) cepat di keyboard, sering nongkrong (begadang menulis untuk dikirim ke koran) di rental komputer dan di warnet Kampus.

Walhasil, untuk di tempat ngetik Obos, biasa dipanggil yang berada di depan kosan PSM (Pondok Sisieu Makam) malah dipercaya (bantu-bantu) membuka jasa ketik sederhana dan alakadarnya.

Waktu itu, jasa ngetik tugas, makalah, paper, karya tulis ilmiah, Skripsi, Tesis, Disertasi dibayar per lembar. Hasilnya memang tidak besar, tetapi cukup untuk keperluan makan nasi kuning, ceplok telor, menambah uang fotokopi, membeli buku pelajaran, mata kuliah, asupan bacaan (di toko Iqra, Palasari, bazar buku Mizan).

Sesekali membeli nasi goreng tengah malam selepas lembur tugas, termasuk gorengan Bala-bala Ajat yang berada di depan Gang Kujang dan buka 24 jam. Pingin besar Goreng Gangster di Ujungberung jadi pilihan perut keroncongan. Hingga ongkos pelesiran naik Damri (Cibiru- Cicaheum–Alun-alun- Leuwipanjang) yang sering penuh mahasiswa membawa map dan buku.

Ternyata, dari bunyi tombol-tombol keyboard komputer rental dan warnet, kita belajar soal keterampilan kecil sering kali menjadi pintu rezeki yang tidak disangka dan terduga.

Mahasiswa sedang asyik membaca di Perpustakaan UIN Bandung (Sumber: www.uinsgd.ac.id | Foto: Humas)
Mahasiswa sedang asyik membaca di Perpustakaan UIN Bandung (Sumber: www.uinsgd.ac.id | Foto: Humas)

Untuk di lingkungan Kampus (Fakultas Ushuluddin), sering menjadi semacam kurir kecil pengetahuan. Dengan mengambil bahan dari dosen, membawanya ke kios fotokopi, menunggu lembar demi lembar keluar dari mesin yang panas, lalu membagikannya ke kawan-kawan kelas.

Maklum sejak aktif di organisasi (intra dan ekstra Kampus) dan dipercaya menjadi kosma (yang sering dipelesetkan menjadi Korban Suruhan Mahasiswa, bukan Komisariat Mahasiswa, Koordinator Mahasiswa, apalagi Komisaris Kelas). Amanah ini berakhir sampai lulus kuliah.

Suara mesin fotokopi yang berdetak tanpa henti, antrean mahasiswa yang berjejal menjelang ujian (UTS, UAS, Komprehensif, Sidang, Munaqosah). Semuanya menjadi hiburan gratis yang tak terpisahkan dari suasana belajar dan ngampus di IAIN Bandung.

Ada kebahagiaan sederhana ketika menjadi orang pertama yang menyentuh bahan bacaan baru, terkadang mendapat kesempatan membaca gratis lebih dulu, sebelum lembarannya lusuh berpindah tangan.

Dari suasana itu kita belajar, pengetahuan sering tumbuh dari peran-peran kecil yang tampak biasa. Ilmu, ide, gagasan terkadang hadir melalui jalan (ruang) perjumpaan dan pelayanan terbaik.

Waktu itu, memang segala sesuatu diganjar dengan kupon. Setiap beli serba dapat tiket. Ketika sudah terkumpul 10 (20) tiket (kupon) bisa ditukarkan dan gratis 1 yang dibeli. Siklusnya memang begitu.

Ada member (anggota) untuk pelanggan setia, termasuk dalam urusan pembeli buku. Setiap tulisan yang dimuat (Koran, Majalah) bukan hanya menghadirkan rasa bangga, tetapi bernilai ekonomis dan menjadi tiket belanja yang bisa ditukar dengan bacaan bekas (baru) di toko buku tertentu sekitar Kampus.

Dalam tujuan mengapreasiasi netizen yang gemar menulis dengan etika orisinalitas, Ayobandung.id pun memberi total hadiah Rp1,5 juta setiap bulannya. (Sumber: Pexels/Lisa)
Dalam tujuan mengapreasiasi netizen yang gemar menulis dengan etika orisinalitas, Ayobandung.id pun memberi total hadiah Rp1,5 juta setiap bulannya. (Sumber: Pexels/Lisa)

Merawat Ingatan Literasi

Rasanya, siklus pengetahuan yang utuh terus tumbuh berkembang dan dijaga keutuhannya. Dengan membiasakan menulis dapat melahirkan kupon, tiket berubah menjadi diktat, buku kembali merangsang untuk tulisan. Begitulah ekosistem kecil yang memperlihatkan ihwal literasi bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan jalan hidup yang saling menghidupi dan melengkapi anak rantau.

Saat Aa Akil bertanya tentang cara cepat mengetik, justru tersadarkan bahwa setiap generasi punya pintu masuknya sendiri menuju dunia menulis.

Bila dulu generasi kolonial berteman dengan keyboard (komputer) warnet, mesin fotokopi, dan kupon buku. Hari ini generasi milenial akrab dengan laptop sekolah, Google Docs, dan layar sentuh.

Kendati pada hakikatnya kita belajar sama-sama soal tradisi menulis yang selalu dimulai dari kesabaran jari-jari yang terus dilatih, diasah belajar mencari alur dan tempatnya.

Ingat, setiap kata yang ditulis dengan sungguh-sungguh selalu menemukan jalan bersama untuk menjadi ilmu, rezeki, dan kenangan yang tak pernah benar-benar selesai.

Dengan demikian, menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan perjalanan hidup yang merekam zaman melintas ruang dan waktu. Dari dua jari yang kaku, ke keyboard rental, warnet, kita belajar telaten. Berawal dari kurir diktat fotokopian menjadi kupon, buku-buku hadiah tulisan, kita belajar dipercaya, terus mencari dan menggali ilmu, wawasan, hingga kini asyik berselancar ria di era digital dengan segala kecerdasan buatannya. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)