10 Penulis Terpilih Oktober 2025: Kritik Tajam untuk Bandung yang 'Tidak Hijau'

3 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

AYOBANDUNG.IDRedaksi Ayobandung.id pada 5 November 2025 mengumumkan 10 penulis terbaik yang berhasil menorehkan karya-karya berkualitas di kanal AYO NETIZEN sepanjang Oktober 2025.

Proses kurasi menyeluruh telah dilakukan tim redaksi terhadap seluruh artikel yang dipublikasikan pada bulan lalu.

Bagaimana penentuan pemenang dilakukan? Tim redaksi menerapkan tiga parameter utama:

  • Kualitas tulisan: Kedalaman riset, kemampuan narasi, serta urgensi topik yang dibahas.
  • Produktivitas: Konsistensi penulis dalam mempublikasikan karya selama Oktober 2025.
  • Jumlah pembaca akumulatif: Total pengunjung yang mengakses artikel-artikel penulis sepanjang Oktober 2025 (tips: sebarkan karya Anda melalui berbagai kanal media sosial untuk meningkatkan jangkauan).

Penentuan pemenang berdasarkan kualitas tulisan, produktivitas, dan jumlah pembaca akumulatif selama Oktober 2025. Keputusan redaksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total nilai Rp1,5 juta:

Netizen Terbaik Oktober 2025

1. Bayu Hikmat Purwana
Rp350.000 + Piagam Penghargaan
Karya Unggulan: Bandung dan Paradoks Kota Hijau: Potensi Besar yang Belum Tergarap

2. Guruh Muamar Khadafi
Rp250.000 + Piagam Penghargaan
Karya Unggulan: Mengapa Tidak Satu pun dari Bandung Raya Masuk 10 Besar UI GreenCity Metrics 2025?

3. Dias Ashari
Rp150.000 + Piagam Penghargaan
Karya Unggulan: Seperti Surabaya, Bandung Harus Belajar Atasi Limbah Popok dan Pembalut

4. Arfi Pandu Dinata
Rp150.000 + Piagam Penghargaan
Karya Unggulan: Memulangkan Bandung pada Purwadaksina Setelah Absen dalam Daftar 'Kota Hijau'

5. Djoko Subinarto
Rp100.000 + Piagam Penghargaan
Karya Unggulan: Problem Deforestasi Mikro Kota Bandung

6. Vito Prasetyo
Rp100.000 + Piagam Penghargaan
Karya Unggulan: Pentingkah Green City Metric bagi Clean Government?

7. Abah Omtris
Rp100.000 + Piagam Penghargaan
Karya Unggulan: HAM Omong Kosong di Kota Kreatif: Kasus Bandung Zoo dan Hak Masyarakat atas Ruang Publik

8. Dudung Ridwan
Rp100.000 + Piagam Penghargaan
Karya Unggulan: Kue Balok Legendaris 'Unen' Soreang 'Keukeuh Peuteukeuh' dengan Originalitas Rasa

9. Encep Dulwahab
Rp100.000 + Piagam Penghargaan
Karya Unggulan: Menjaga Etika Jurnalistik

10. Salehudin
Rp100.000 + Piagam Penghargaan
Karya Unggulan: Menakar Ulang Feodalisme Pesantren

Tema Khusus: Lingkungan dan Ruang Publik

Pemandangan kawasan Bandung Utara (KBU) yang kini dipenuhi bangunan dan vila-vila mewah. Alih fungsi lahan yang masif di wilayah konservasi ini menjadi sorotan karena mengganggu keseimbangan ekologis dan memperparah risiko bencana lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pemandangan kawasan Bandung Utara (KBU) yang kini dipenuhi bangunan dan vila-vila mewah. Alih fungsi lahan yang masif di wilayah konservasi ini menjadi sorotan karena mengganggu keseimbangan ekologis dan memperparah risiko bencana lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Untuk periode Oktober 2025, tujuh pemenang teratas (posisi 1-7) merupakan pilihan redaksi yang fokus membahas tema lingkungan, ruang publik, dan absennya Bandung Raya dalam Green City Metric 2025.

Tema ini menjadi perhatian khusus mengingat urgensinya bagi masa depan keberlanjutan kota Bandung dan sekitarnya.

Tulisan-tulisan tersebut menghadirkan perspektif kritis tentang paradoks status "kota hijau" Bandung, analisis mendalam mengenai ketidakhadiran kawasan Bandung Raya dalam peringkat UI GreenCity Metrics 2025, solusi inovatif pengelolaan limbah spesifik, refleksi filosofis tentang konsep Purwadaksina, hingga pembahasan fenomena deforestasi mikro yang kerap luput dari perhatian.

Tema lingkungan dan ruang publik ini juga diperkuat dengan kritik terhadap kasus Bandung Zoo yang menyentuh aspek hak asasi manusia atas akses ruang terbuka.

Sementara tiga pemenang terakhir (posisi 8-10) menghadirkan keberagaman topik mulai dari pelestarian kuliner tradisional Kabupaten Bandung, refleksi tentang praktik jurnalistik yang beretika, hingga diskursus tentang dinamika sistem pesantren.

Komitmen pada Orisinalitas

Program penghargaan bulanan ini menegaskan dedikasi Ayobandung.id dalam mengapresiasi penulis yang mengutamakan orisinalitas dan substansi konten, khususnya di era di mana kecerdasan buatan semakin banyak digunakan dalam pembuatan konten.

Sebagaimana telah ditegaskan berulang kali, AI boleh dimanfaatkan sebagai instrumen bantu untuk riset dan menyusun outline, tetapi esensi penulisan harus tetap berasal dari kapasitas berpikir dan kreativitas penulis manusia.

Tim redaksi Ayobandung.id akan segera menghubungi seluruh pemenang melalui aplikasi WhatsApp.

Pencairan hadiah uang tunai beserta penyerahan piagam akan diatur sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.

Tertarik bergabung dengan komunitas AYO NETIZEN? Simak panduan lengkapnya di halaman ini.

Kontribusikan karya terbaik Anda dan raih kesempatan menjadi penulis pilihan periode mendatang. Detail lengkap dapat diakses melalui tautan berikut.

Untuk informasi tambahan, saran, atau kendala teknis, silakan hubungi redaksi via email [email protected]. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)