Seperti Surabaya, Bandung Harus Belajar Atasi Limbah Popok dan Pembalut

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi popok bayi. (Sumber: Pexels/Emma Bauso)
Ilustrasi popok bayi. (Sumber: Pexels/Emma Bauso)

Berdasarkan pengamatan saya salah satu faktor Surabaya bisa masuk ke dalam 10 nominasi Kota Berkelanjutan adalah upaya masifnya dalam menggagas perbaikan terhadap kondisi lingkungan hidup.

Permasalahan limbah sampah, pencemaran sungai, tata kelola kota yang buruk, perekonomian yang tidak merata serta transportasi layanan publik yang kurang mumpuni merupakan hampir masalah global yang dialami seluruh kota di Indonesia.

Namun dari semua hal yang menjadi faktor tersebut, saya cukup tertarik dengan pengelolaan limbah sampah popok dan pembalut perempuan. Selain karena saya pernah memikirkan hal yang sama untuk membuat langkah dalam mengatasi permasalahan limbah popok dan pembalut di Kota Bandung.

Berbeda dengan yang dilakukan oleh Surabaya dengan cara membuat produk alternatif baru untuk menggantikan popok yang menjadi permasalah lingkungan, saya pribadi justru sempat memikirkan membuat formulasi dalam bentuk larutan baik kimia atau biokomia. Di mana formulasi tersebut harapannya bisa membantu mengurai limbah popok dan pembalut perempuan.

Melihat dari upaya yang dilakukan Surabaya-- bagi saya justru ini langkah konkret yang tidak hanya akan berjalan berkelanjutan tapi juga menyentuh akar masalah. Inovasi pembuatan popok dan pembalut kain ini justru langkah kampanye secara halus untuk merubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli dengan lingkungan.

Menariknya penggunaan popok dan pembalut kain ini juga menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat. Berdasarkan informasi yang saya dapat produksi ini melibatkan kaum perempuan dan penyandang disabilitas.

Penggunaan popok dan pembalut kain juga bisa menekan pengeluaran rumah tangga sehingga sisa uang yang ada bisa dipergunakan untuk hal lainnya yang lebih penting. Meski inovasi produk ini terlihat lambat tapi saya yakin justru ini langkah realistis yang bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Dibandingkan dengan upaya yang pernah saya pikirkan untuk membuat produk larutan penghancur limbah sampah tersebut. Sekilas ide yang saya pikirkan memang terkesan bisa mengatasi permasalahan limbah dengan cepat tapi langkah ini justru tidak menyentuh kesadaran masyarakat untuk peduli dengan lingkungan. Karena seringnya langkah instan justru membuat masyarakat malas dan bergantung dengan suatu produk yang bisa menyelesaikan masalah.

Masalah popok dan pembalut yang beredar di pasaran memang acap kali membuat ibu-ibu malas untuk mencuci pakaian anak-anaknya. Jauh sebelum kampanye popok instan ada, saya sering melihat ibu-ibu muda menyuci pakaian bayi dalam jumlah banyak karena popok kain zaman dahulu memang tidak didesain untuk menyerap cairan. Sehingga selain mengotori sejumlah rumah juga membuat para ibu tersebut memiliki waktu mencuci lebih banyak.

Namun beralihnya popok kain era dulu menjadi instan juga justru menimbulkan masalah baru baik bagi bayi, ibu dan lingkungan. Berapa banyak kasus iritasi pada bayi diakibatkan dengan penggunaan popok yang dalam prosesnya terdapat sejumlah bahan kimia, popok instan juga membuat sejumlah pengeluaran rumah tangga membengkak dan sudah jelas popok instan juga berdampak buruk terhadap lingkungan.

Tumpukan sampah di sekitar Pasar Cicadas, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Tumpukan sampah di sekitar Pasar Cicadas, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Dilansir dari tempo.com produk yang dirancang oleh Celia Sirua di mana residunya bisa dicuci menggunakan deterjen ramah lingkungan sehingga mengurangi limbah sampah untuk dibuang ke TPS. Popok dan pembalut yang dibuat oleh bumbi.id juga terbuat dari bahan katun yang lembut dan nyaman. Popok dan pembalut ini juga dilengkapi dengan adjustable button sehingga bisa digunakan dalam rentang usia yang panjang. Produk ini juga telah terverifikasi standar SNI sehingga sudah terjamin mutu dan keamanannya.

Bisnis yang digagas oleh Celia Sirua sebagai Fonder and CEO melalui komunitas Bumbi.id ini mendapat telah mendapat apresiasi di tingkat nasional sebagai Pengusaha Muda BRILiaN pada tahun 2024 untuk Best of The Best sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam menghadirkan solusi ramah lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat.

Langkah inovatif dan inisiatif dari kota pahlawan ini juga berhasil menempatkan Surabaya sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang masuk dalam Top 50 Bloomberg Mayor Challenge 2025 yang digagas oleh Bloomberg Philanthropies.

Menurut pengamatan saya keberhasilan Kota Surabaya dalam mengatasi sejumlah permasalahan lingkungan adalah adanya sinergitas solid yang hadir baik dari masyarakat, pemilik usaha juga pemerintah setempat. Hal ini terlihat dari Wali Kotanya yang memfasilitasi produk inovatif ini dengan sangat baik. Bukan tentang sejumah uang yang diberikan tapi upaya keterlibatan pemerintah secara langsung untuk mengenalkan produk tersebut kepada masyarakat dan dunia. Beberapa kegiatan seminar dan gathering dilakukan untuk memantau dan mengevaluasi sejumlah produk di pasaran.

Bahkan Pemkot Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turut melibatkan dirinya dengan berkolaborasi dengan komunitas Bumbi.id dengan meluncurkan program sosialisasi masif untuk mendorong penggunaan produk kain yang dapat dipakai berulang sebagai alternatif produk sekali pakai. Inovasi ini diperkuat dengan skema pemberdayaan ekonomi dengan melibatkan partisifasi aktif perempuan dan penyandang disabilitas yang ada di Kota Surabaya.

Terkadang yang dibutuhkan saat ini bukan program megah yang menghabiskan milyaran hingga triliunan tapi hanya berjalan di awal dan tidak ada keberlanjutan yang bermakna di masa depan. Program kecil yang merangkul seluruh stakeholder justru punya keberlanjutan cerah meski dengan langkah yang kecil. Karena keberhasilan bukan dilihat dari upaya masif di awal tapi langkah konsisten yang dijaga secara terus-menerus.

Kota Surabaya memang layak mendapat julukan kota pahlawan, tidak hanya atas keberanian dan aksi heroiknya dalam melawan penjajahan Belanda di era kolonialisme juga telah membuktikan sebagai kota pahlawan untuk Indonesia, kota pahlawan bagi penyelamatan bumi dari kerusakan lingkungan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)