Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Panduan Sederhana Menjadi Seorang Penulis

Sam Edy Yuswanto
Ditulis oleh Sam Edy Yuswanto diterbitkan Rabu 29 Okt 2025, 07:39 WIB
Buku karya Dwi Suwiknyo "Cara Kreatif Menjadi Penulis Produktif". (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Buku karya Dwi Suwiknyo "Cara Kreatif Menjadi Penulis Produktif". (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Menulis bukanlah hal yang sulit bila kita tahu trik atau kiat-kiatnya. Di era serba digital seperti sekarang, kita dengan mudah bisa mencari trik menulis lewat dunia maya. Lewat mesin pencarian Google, kita bisa mendapatkan beragam info terkait kiat menjadi seorang penulis, baik itu penulis lepas di berbagai media massa, atau menjadi penulis buku-buku best seller.

Selain itu, kita juga bisa mempelajari kiat atau trik menulis melalui buku-buku yang banyak beredar di toko-toko buku. Buku berjudul “Cara Kreatif Menjadi Penulis Produktif” karya Dwi Suwiknyo ini salah satunya. Buku ini sangat cocok dijadikan sebagai buku pegangan bagi siapa saja yang berminat menekuni dunia kepenulisan.

Dalam buku tersebut, dibeberkan langkah-langkah mudah menulis. Misalnya, ketika kita merasa kesulitan hendak menulis apa, Dwi Suwiknyo menyarankan agar kita memulai dengan membuat beberapa pertanyaan yang terkait dengan tema yang hendak kita tulis. Lalu, jawablah pertanyaan yang telah dibuat tadi. Setelah jawaban sudah tertulis semua, hapuslah kalimat pertanyaannya. Maka, semua jawaban tadi sudah menjadi beberapa paragraf.

Kejujuran sangat dibutuhkan dalam berbagai lini kehidupan. Termasuk ketika kita hendak membuat sebuah tulisan. Berkaryalah dengan jujur, tulus, dan tidak menjiplak karya orang lain. 

Menulis dengan jujur juga menjadi bagian bahasan dalam buku ini. Nyatakanlah apa yang ada di relung hati. Bersikap jujur. Terbuka tidak ada salahnya. Justru membuat hati lega. Juga menjernihkan pikiran. Jujurlah untuk bertutur. Bila salah adanya, ya katakan itu salah. Jika kebenaran yang tersirat dalam hati, tuangkan saja. 

Menurut Dwi Suwiknyo, apa yang di hati adalah apa yang kita rasa. Hati selalu bicara mana yang baik, mana yang buruk. Pada ranah ini, hati menjadi sumber moralitas kehidupan. Hati yang baik hanya akan menuliskan kata-kata yang baik pula.

Merasa kehabisan kata-kata untuk ditulis adalah hal yang biasa dialami oleh para penulis. Jadi, ketika sedang menulis, ada sebagian penulis yang merasakan kebuntuan. Bingung mau dibawa ke mana tulisannya atau merasa mentok dan tak tahu lagi apa yang akan ditulis.

Untuk mengatasi masalah ini, Dwi Suwiknyo memiliki kiat tersendiri. Biasanya dia membaca ulang dengan teliti paragraf yang sudah ditulis sebelumnya. Dia mencari satu kata atau satu kalimat dalam setiap paragraf tersebut untuk dijabarkan lagi lebih detail. Sehingga setiap paragraf akan saling terkait, lebih nyambung, dan lebih menjabarkan ide tulisan. Dan tentunya dengan sendirinya jadi lebih banyak paragraf.

Tema tulisan menjadi hal urgen bagi setiap penulis. Biasanya penulis pemula merasa kebingungan dalam menentukan tema tulisan. Hal yang penting diperhatikan adalah berusaha menulis tema yang benar-benar kita pahami atau kuasai. 

Menurut Dwi Suwiknyo, tulislah perihal apa pun yang paling dekat dengan kita. Mulai dari menulis tentang pengalaman hidup diri sendiri, hingga menulis pengetahuan yang bersumber dari keilmuan formal yang kita miliki. Cara ini terbukti lebih ampuh untuk mulai menulis dan mengembangkannya. Pasalnya, kita lebih menguasai materi dan lebih teliti di setiap detail penjelasannya.

Nah, bagi Anda yang tertarik menekuni dunia kepenulisan, buku karya Dwi Suwiknyo ini bisa dijadikan sebagai pilihan yang tepat.

Kita bisa menimba motivasi menulis dalam buku tipis namun kaya dengan pengetahuan tentang seputar dunia tulis menulis ini. Selamat membaca. (*)

Identitas Buku

  • Judul buku: Cara Kreatif Menjadi Penulis Produktif
  • Karya: Dwi Suwiknyo
  • Tahun terbit: 2010
  • Penerbit: Trustmedia, Yogyakarta
  • ISBN: 978-979-18739-6-3
  • Tebal: 68 halaman.

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sam Edy Yuswanto
Penulis Lepas

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)