Cik, THR-na?
Kehadiran ramadan, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Melainkan soal merawat kebiasaan kecil yang membuat hubungan antarmanusia tetap hangat, akrab
Berkah Caruluk
Orang tua dulu sering berpesan, “hirup téh kudu siga caruluk.” Jadilah manusia yang bermanfaat dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Satir, Nyetir, dan Petir
Satir komedi Guzman Sige tentang macet di Bandung pada Ramadan sebenarnya bukan sekadar humor.
Perang, Arang, dan Haruedang
Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk meredam “perang” (perang melawan hawa nafsu) yang paling dekat dengan diri manusia.
Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah
Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.
Lautze, Cheng Ho, dan Gus Dur
Bila di Surabaya menghadirkan skala besar, puluhan ribu warga menerima zakat, Bandung menghadirkan kedekatan menjadi ruang (pertemuan) kecil yang mempersatukan beragam manusia dalam satu saf berbuka.
Puasa Ayakan
Anak-anak mengajarkan soal puasa (cacap, bedug, ayakan) bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan menerima keadaan.
Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta
Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.
Puasa Perisai Konsumtif
Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.
5 Aktivitas Ngabeubeurang yang Berfaedah
Dengan melakukan aktivitas ngabeubeurang, kita belajar ihwal puasa bukan sekadar ritual tahunan.
Mapag Puasa
Ihwal menyambut Ramadan berarti menjemput cahaya dengan kesungguhan. Bukan sekadar merayakan datangnya bulan suci, tetapi menyiapkan diri agar hati benar-benar siap diterangi.
Harmoni, Kongzi, dan Toleransi
Nabi Kongzi memberikan keteladanan kepada kita semua untuk bersikap ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah.
Asyik Numpeng
Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
3 Jejak Heroik K.H. Anwar Musaddad yang Terlupakan
Ketua Kokesin di Makkah, Kepala Syuumuka dan Pendiri Hizbullah Priangan menjadi novelty dalam kajian tokoh KH Anwar Musaddad yang membuktikan jasa, kiprah dan perjuangan (pahlawan) kemanusiaan.
Ngadulag Euy!
Bedug (ngabedug, ngadulag) bukan sekadar alat, melainkan napas bersama, bahasa tanpa ujaran. Dari tabuhannya, waktu menemukan kesepakatan, iman mengetuk kesadaran, dan kebersamaan dijaga dan dirawat.
Hayu Opsih
Tradisi kampung yang terkadang dianggap sederhana, kolot, justru syarat makna yang terdalam.
Jaga Manglayang
Hadirnya Ruwatan Gunung Manglayang bukan sekadar tradisi, melainkan pondasi yang harus menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga, memelihara, dan melestarikan kearifan lokal.
Beragama di Tengah Pusaran Algoritma
Media sosial dan kecerdasan buatan (AI) menjadi perantara baru dalam pengalaman beragama, menghadirkan kemudahan sekaligus kebingungan.
Selfie, Api-api, dan Empati
Kini setiap bencana berubah menjadi tontonan, dan lokasi duka menjelma bak destinasi wisata sesaat. Ironis memang!
Longsor, Alih Fungsi, dan Alami
Longsor, banjir, kerusakan alam, lingkungan ini jadi bukti nyata atas ulah lalim perbuatan manusia. Sikap serakah, perilaku jahil yang tertanam dalam sanubari kita membuat alam murka, unjuk kekuatan.