Ngadulag Euy!
Bedug (ngabedug, ngadulag) bukan sekadar alat, melainkan napas bersama, bahasa tanpa ujaran. Dari tabuhannya, waktu menemukan kesepakatan, iman mengetuk kesadaran, dan kebersamaan dijaga dan dirawat.
Hayu Opsih
Tradisi kampung yang terkadang dianggap sederhana, kolot, justru syarat makna yang terdalam.
Jaga Manglayang
Hadirnya Ruwatan Gunung Manglayang bukan sekadar tradisi, melainkan pondasi yang harus menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga, memelihara, dan melestarikan kearifan lokal.
Beragama di Tengah Pusaran Algoritma
Media sosial dan kecerdasan buatan (AI) menjadi perantara baru dalam pengalaman beragama, menghadirkan kemudahan sekaligus kebingungan.
Selfie, Api-api, dan Empati
Kini setiap bencana berubah menjadi tontonan, dan lokasi duka menjelma bak destinasi wisata sesaat. Ironis memang!
Longsor, Alih Fungsi, dan Alami
Longsor, banjir, kerusakan alam, lingkungan ini jadi bukti nyata atas ulah lalim perbuatan manusia. Sikap serakah, perilaku jahil yang tertanam dalam sanubari kita membuat alam murka, unjuk kekuatan.
Gali Potensi, Raih Prestasi
Pengalaman LDKB menjadi bekal berharga bagi kita untuk terus menggali potensi diri, memperbaiki diri, meraih prestasi
Merawat Imajinasi
Aktivitas mendongeng (membacakan) cerita bukan semata soal hiburan, melainkan ikhtiar bersama dalam menanamkan benih pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengikat cinta.
Lomba, Hadroh, dan Rajaban
Hadroh dan gebyar lomba Isra Mikraj yang kita saksikan hari ini menjadi contoh nyata bagaimana Islam dan budaya Sunda berjalan berdampingan dengan harmonis, rukun dan saling melengkapi.
Merawat Tradisi, Menebar Kebaikan
Jumat Berkah bukan sekadar soal memberi dan menerima, menjadi momentum yang tepat untuk terus menebar kebaikan dan kebenaran.
Meneguhkan Rumah Bersama
Bandung diharapkan terus menjadi teladan kota yang harmonis, hangat, dan berperikemanusiaan. Rumah bersama yang dirawat dengan cinta, kasih sayang dan tanggung jawab bersama.
Merawat Kebersamaan
Bukan sekadar bertambah umur, tetapi menumbuhkan adab. Tidak hanya ada, tetapi hadir dan memberikan manfaat bagi yang lain.
Menyalakan Api Kehidupan
Suasana malam yang sunyi, sepi dan sederhana itu mengingatkan ihwal kebahagiaan hidup sering kali hadir dan perlu diciptakan sendiri.
Solah, JI/NII, dan Kamus
Saatnya anak muda dapat menyeimbangkan sekaligus melawan narasi radikal yang dapat merusak persatuan, kesatuan dan keutuhan NKRI.
Terompet, Kembang Api, dan Petasan
Rasanya tak afdal bila pergantian (malam) tahun baru tidak dibarengi dengan turun ke jalan-jalan; peniupan terompet; petasan kembang api; kumpul-kumpul sambil bakar-bakar ikan, ayam, jagong, ubi.
Gus Dur, Toleransi, dan Harmoni
Gus Dur hadir untuk memastikan martabat dan keutuhan negara tetap terpelihara dan terjaga. Perjuangannya dalam membela kemanusiaan, demokrasi, keadilan sosial, berbagai aspek kehidupan
Mengeja Imajinasi Kota Hijau
Paris van Java (PVJ) dengan jargon Bandung Utama masih memiliki ruang strategis untuk memperkuat kebijakan dan inovasi menuju kota yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Abah, Buku Bekas, dan Denyut Intelektual
Mahasiswa lintas angkatan mengenalnya cukup dengan satu panggilan Abah. Bukan dosen, staf, bukan pula pustakawan kampus.
Merawat Kampung Toleransi tanpa Basa-basi
Kehadiran Kampung Toleransi bukan sekadar retorika, basa-basi, melainkan wujud aksi nyata dan berkelanjutan untuk merawat (merayakan) keberagaman.
Derita, Citra, dan Cinta
Ibarat silang pendapat dalam komunikasi kebencanaan sering kali berlangsung semrawut, layaknya kamera-kamera media yang perlahan memudar ketika lampu sorot dimatikan.