Menari, Merayakan Masa Kecil
Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.
Belajar Merayakan Kebersamaan
Selamat memasuki usia ke-5, Kakang. Semoga setiap langkah kecil ini dipenuhi keberkahan. Setiap pertumbuhan menghadirkan kebaikan dan saat dewasa, menyadari ihwal kebahagiaan terbesar dalam hidup.
Reunian, Yuk!
Sejatinya reuni menjadi momentum yang tepat untuk menyambung silaturahmi dan bernostalgia, bukan ajang mencari pasangan, CLBK.
Merekatkan Ultraman, Merawat Kebahagiaan
Kebahagiaan anak-anak hampir selalu lahir dari perkara yang dianggap sederhana. Ya tidak selalu meminta yang baru. Hanya ingin apa yang disayangi tetap ada, utuh, dan bisa menemani permainan anak-anak
Literasi, Fabel, dan Al-Razi
Rasanya asyik sekali ketika menemukan bacaan yang penuh dengan hikmah.
Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala
Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.
Jari, Kata, dan Hati
Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.
Merawat Cahaya di Tengah Rimba Digital
Hijrah digital mengajarkan tentang perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Sudah saatnya memastikan jemari kita menjadi jalan hadirnya kebaikan bagi sesama, kemaslahatan umat.
Hijrah, Ubah, dan Arah
Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.
Moro Langlayangan
Layangan yang tersangkut di atap jemuran rumah sore itu. Bila bagi seorang anak, hanyalah galabag yang berhasil didapatkan.
Mabrur, Kabur, dan Syukur
Boneka unta yang dipeluk kakek bukan sekadar cendera mata. Melainkan bahasa kasih sayang yang sederhana.
Sasapedahan
Saatnya memberi kesempatan kepada sepeda untuk menunjukkan kemampuannya.
Merawat Cinta Kasih, Menebar Sumber Perdamaian
Momentum tepat untuk menciptakan perdamaian di dunia ini.
Takbir, Tahmid, dan Tahlil
Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.
Buku, Keluarga, dan Literasi
Buku menjadi jendela dunia yang pertama kali dikenalkan dari rumah, sebelum anak mengenal ruang belajar yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Syukur, Takabur, dan Kufur
Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.
Rawat Perbedaan, Perkuat Harmoni, dan Rayakan Kebersamaan
Rumah ibadah yang dihancurkan bukan hanya merobohkan bangunan. Justru melukai rasa kemanusiaan. Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang berhasil menyeragamkan perbedaan
Kelulusan, Selebrasi, dan Bersyukur
Hakikat kelulusan bukan terletak pada seberapa besar buket yang dibawa, panjangnya konvoi ucapan selamat, ramainya unggahan di media sosial.
Merawat Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan
Kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, justru dari kemampuan manusia menemukan makna hidup, menjaga keseimbangan batin, membangun hubungan yang sehat dengan Tuhan, diri sendiri
Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran
Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.