Ayo Netizen

Estetika Kota Bandung Menuju Kota Cerdas Berkelanjutan

Oleh: Muh Husen Arifin
Pelajar menggunakan Alun-alun Regol sebagai tempat santai dan ngobrol-ngobrol. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Kota cerdas merupakan dambaan masyarakat. Aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di kota cerdas bukan hanya menjadikan teknologi ala kadarnya tetapi teknologi yang mampu mendukung kehidupan sehari-hari. 

Tidak ada teknis konvensional dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Semua dimaksimalkan dengan teknologi. 

Impian itu mewujud pada kota-kota yang ada di Indonesia. Salah satunya di kota Bandung.

Dari kota Bandung yang diimpikan adalah setiap layanan yang diberikan sudah berbasis teknologi. Dan estetika kota Bandung sangat mengenal kemajuan teknologi. 

Berestetika di kota tidak sekadar teknologinya melainkan gambaran umum bahwa kota Bandung diurus dan ditata sedemikian rupa.

Saat ini kota Bandung sudah membersihkannya dari kabel-kabel yang menggantung di udara kota. Dari ruas jalan yang selama ini mengganggu masyarakat. 

Bahkan dapat disebut jika kabel yang ada di kota bukan gangguan semata tetapi kabel di tiang akan menjadi halangan dan rintangan. 

Terobosan pemerintah Kota Bandung yang mengagendakan untuk menurunkan seluruh kabel yang ada di ruas jalan tersebut paling dinanti langkahnya.

Kota yang Didambakan

Masyarakat kota Bandung tentu saja menanti keseriusan pemerintah membuat kebijakan. Masyarakat sudah merasakan dampak yang signifikan ketika fungsi kabel di udara sudah dibebaskan dan dibereskan dengan segera. Bahkan tahun ini menjadi target utama pemerintah Kota Bandung menyelesaikan tugasnya. 

Semoga menjadi langkah awal yang baik bagi pemerintah untuk meningkatkan kebijakan. Sehingga tidak ada lagi kabel di udara, kota tanpa kabel. 

Kabel yang ditanam dengan sistem ducting yaitu menanam seluruh jaringan utilitas di tanah dan  akan menghasilkan kota yang bersih, estetik, dan memberikan nuansa nyaman kepada masyarakat.

Kota Bandung bukan pioneer tetapi juga mengikuti kota Batam, kota Magelang, dan memberikan kota Bandung berpredikat sebagai kota tanpa kabel udara. 

Kota Bandung akan lebih rapi, pemandangan langit lebih nyaman. Kota Bandung terus bergerak dengan cepat sebab masyarakatnya sudah menanti keseriusan pemerintah membuat kota Bandung yang berbeda. 

Sisi lainnya masyarakat akan disuguhkan bahwa kota Bandung telah menjadi kota yang didambakan. 

Menata Kota

Wisatawan lokal memadati kawasan Alun-alun Kota Bandung pada libur lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Tidak ada hal lain jika masyarakat berada dalam kebahagiaan jika kotanya ditata dengan baik dan rapi. Kota yang bersih dari pungutan liar di pelbagai tempat. Apalagi jika pungutan liar diberantas sampai akar-akarnya. Sebab keluhan masyarakat selalu berhubungan dengan pungutan liar yang tidak pernah terselesaikan dengan tegas bahkan aturannya pun diterabas. 

Munculnya adalah masyarakat merasa selalu dirugikan oleh perlakuan pungutan liar. Fungsi parkir menjadi kendala yang tersembunyi. Parkir yang aman pun tidak bisa dilewatkan. Sebab kehilangan helm, sepeda motor, dan lainnya mengarah kepada perlakuan oknum yang merugikan masyarakat. 

Tenggang rasa dan percaya aturan selalu dilematis. Masyarakat tidak menerima kondisi seperti ini. Selain itu masyarakat merasakan ketakutan jika terdapat ancaman misterius akibat melawan. 

Andai saja masyarakat diberikan perlindungan semata karena masyarakat membayar kewajibannya sebagai wajib pajak. Tetapi jika masyarakat tidak diberikan penangan yang sempurna tentu saja kekecewaan yang mendalam dan memperburuk situasinya.

Begal, pencurian motor dengan kekerasan yang sekarang terjadi. Masyarakat tidak bisa aman setiap perjalanan. Sedangkan masyarakat membutuhkan keamanannya. 

Pembegal juga tidak dapat diterima perlakuannya meski ada himbauan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Tetapi jika perlu, masyarakat bergerak bersama dengan polisi sekitar. Keamanan yang tinggi akan meningkatkan produktivitas masyarakatnya.

Gagasan Kota Cerdas

Munculnya gagasan kota cerdas sudah didengar oleh telinga masyarakat sejak lama. Terintegrasi dengan layanan publik yang super cepat mulai dari tingkat wilayah membuat masyarakat diberikan kemudahan.

Namun gagasan kota cerdas (GKS) ini harus menyentuh ke dalam pemahaman sederhana dari masyarakat. Penantian masyarakat memang sudah tidak sabar lagi. 

Sebab GKS akan membuat kota Bandung semakin ramah, aman, dan nyaman. Kemudian masyarakat akan disuguhkan dengan penguatan identitas kota cerdas. 

Terdapat enam pilar disebutkan sebagai kota cerdas. Pertama, pemerintah cerdas yaitu layanan publik yang berbasis digital berasas transparan, akurat, dan menghindari alur birokrasi berbelit dan lama. Kedua, ekonomi cerdas yaitu ekosistem ekonomi digital, memudahkan investasi, dan penggunaan cashless di setiap transaksi, mendukung UMKM berbasis digital. 

Ketiga, kelayakan hidup cerdas yaitu meratanya pendidikan, fasilitas kesehatan terbaik, jaminan keamanan dengan CCTV. Keempat, mobilitas cerdas yaitu adanya transportasi publik terintegrasi, kebijakan transportasi yang memadai, tidak ada kemacetan, dan ramah kepada pejalan kaki, tidak ada yang melawan arah baik sepeda motor atau kendaraan lainnya.

Kelima, lingkungan cerdas yaitu pengelolaan sampah berbasis teknologi dan terintegrasi. Sistem drainase anti banjir sudah diterapkan dengan baik, dan pemaksimalan penggunaan energi ramah lingkungan. Terakhir, masyarakat cerdas yaitu pengguna layanan yang terlibat aktif dalam pembangunan kota, masyarakat menjadi masyarakat digital, melek teknologi informasi dan navigator digital yang mampu mendukung kebijakan pemerintah. 

Dengan enam pilar utama tersebut kota Bandung sudah siap bergerak menjadi kota cerdas bertumbuh dan berkelanjutan. 

Dalam menyelesaikan tugas-tugas kota Bandung menuju kota cerdas berkelanjutan menghadapi tantangan dari pelbagai aspek. Dibutuhkan keseriusan dan kejeniusan antar masyarakat dan pemerintah. Berkolaborasi bersama mengenai harapan dan pemenuhan jangka panjang. 

Dengan demikian menarik perhatian luas, kota Bandung yang serius melaksanakan cita-cita sebagai kota cerdas. Pada tahun berapakah akan terwujud? (*)

Reporter Muh Husen Arifin
Editor Aris Abdulsalam