Ayo Netizen

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Oleh: Dias Ashari
Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan ....

Awalnya setiap mendengar orang-orang di luar Bandung selalu meromantisasi kota ini, saya sedikit merasa muak. Kata-kata seperti " Udah deh jangan terlalu diromantisasi, ga semenakjubkan yang dibayangkan ko" atau "Coba deh kamu lihat sisi lain kota Bandung banyak banjir dan sampahnya".

Tapi baru saja meninggalkan Bandung selama kurang lebih 20 hari-- rasanya banyak hal yang tidak bisa dilupakan dari Bandung terutama kulinernya. Di Kota Cianjur memang banyak ditemui berbagai macam kuliner tapi ketika kamu tinggal di area kabupatennya maka makanan sesederhana cuanki pun sangat sulit ditemukan.

Ekspektasi pertama kali datang ke kabupaten Cianjur adalah menemukan berbagai macam kuliner yang enak dan unik. Namun tempat yang saya tinggali tidak terlalu banyak yang bisa di eksplor. Lokasinya tidak bisa dikatakan sebagai pelosok karena masih terdapat beberapa kuliner dan fasilitas penunjang keseharian yang bisa dijangkau. Tapi kuliner dan wisatanya tidak terlalu beragam.

Seminggu tinggal di Kabupaten Cianjur rasanya sudah rindu dengan cuanki. Kuliner yang menurut saya sangat enak dinikmati di segala suasana. Saya seringkali menunggu di depan teras barangkali ada mang cuanki yang lewat tapi setelah ditanyakan ke ibu kos memang jarang yang berjualan cuanki di sekitaran saya kos.

Sampai suatu hari tanpa sengaja saya menemukan cuanki saat sedang mencari makan sore. Tentu awalnya senang namun setelah di coba rasa dan macamnya jauh dari cuanki yang pernah saya temui di Bandung. Akhirnya saya mencari informasi di media sosial dimana lokasi penjual cuanki yang menjadi rekomendasi di Cianjur.

Sore itu saya menyambangi Cuanki Teh Yuyun yang berlokasi di Jl. Siti Jenab No.57 Cianjur. Hamparan berbagai macam baso, cirawang, cuanki, mie, tetelan dan tulang membuat saya cukup gembira. Konsep yang ada di Cuanki Teh yuyun adalah parasmanan jadi pengunjung bisa memilih sebebas mungkin. Tipe cuanki disini memang tidak sama persis di Bandung tapi terdapat banyak macam yang bisa dicoba.

Satu mangkuk yang saya pesan terdiri dari cuanki lidah, baso, cirawang, baso goren dan tetelan. Taburan bawang goreng dan seledri cukup melimpah dengan rasa kuah yang cukup gurih. Ditambah dengan sambal hijau dan perasan jeruk nipis cukup membuat rasanya menjadi seimbang.

Meski tidak sama persis dengan cuanki di Kota Bandung tapi rasannya cukup mengobati kerinduan saya. Ditutup dengan es markisa yang segar, manis, asam membuat saya berterimakasih kepada Cianjur atas kuliner yang sudah disajikannya. (*)

Reporter Dias Ashari
Editor Aris Abdulsalam