Semenjak Covid-19 melanda semua negara pada tahun 2020, kebiasaan menggunakan masker telah berubah menjadi gaya hidup. Setidaknya penggunaan masker masih banyak ditemukan sampai akhir tahun 2023. Meski demikian hingga hari ini masih ada beberapa masyarakat yang menggunakan masker untuk sekedar bepergian atau menghalau udara kotor di jalanan.
Setelah Covid berlalu harga masker mulai normal kembali. Kisaran harganya beragam mulai dari Rp.15.000 hingga Rp.25.000/ box. Masker bukan lagi barang mahal dan langka. Namun sepertinya eksistensi masker akan kembali naik setelah beberapa hari ke belakang berita erupsi dari gunung Krakatau mulai naik. Dikabarkan beberapa daerah sudah terdampak dengan abu vulkanik begitu juga dengan Bandung dan sekitaran daerah Jawa Barat.
Sebagai salah satu pembisnis saya pribadi mulai terpikir untuk stok masker. Bukan untuk dijual mahal tapi saya ingin fasilitas kesehatan yang saya dirikan bisa tetap melayani permintaan masyarakat dengan baik. Namun baru saja beberapa hari berita erupsi naik, kemarin senin saya pesan masker ke distributor tapi stoknya mulai langka. Dari permintaan 1 karton yang dikirim hanya 10 box saja. Sementara di distributor lainnya stok banyak tapi harganya melambung 2 x lipat. Harga dari Rp.18.000 naik menjadi Rp.37.000.

Membicarakan bisnis memang seringkali tidak ada batasan yang jelas antara kesempatan meraih untung yang sebesar-besarnya dengan rasa kemanusiaan. Banyak dari sistem bisnis yang justru menjadi ajang aji mumpung ketika permintaan pasar meningkat dan konsumen terpaksa harus menggunakan produk tersebut. Seperti halnya masker ketika permintaan meningkat sementara produksi baru belum terlaksana. Maka akan terjadi penimbunan di sejumlah pengepul. Penimbunan membuat barang menjadi langka sehingga produk di pengepul bisa dijual dengan harga paling mahal.
Hari ini harga masker sudah mulai melonjak tinggi dan mungkin jika erupsi masih terus terjadi maka harganya akan semakin menjadi. Namun semoga kondisi ini tidak terus berlanjut sehingga bisa merugikan masyarakat. (*)