Ayo Netizen

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Oleh: Dias Ashari
Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Siapa sangka dus obat bisa memberikan saya pelajaran ketika baru- baru ini saya menjalankan kegiatan PKPA di salah satu industri farmasi yang ada di Cianjur.

Jauh sebelum saya terjun ke industri farmasi. Secara pribadi saya tidak pernah menganggap bahwa dus obat itu sangat penting. Selain saya rasa kegunaannya untuk membungkus strip obat secara sementara. Tidak ada hal lain yang istimewa yang dapat kita temukan di dalamnya.

Namun ternyata dus obat yang sering berakhir di tempat sampah -- tidak dibuat sesederhana yang kita bayangkan. Misalnya cukup ada desain dan informasi produk lalu print dan cetak saja. Tapi kita perlu mengacu ke spplp yang sebelumnya sudah didapat dari kompendia. Hal-hal detail seperti warna tulisan, desain yang tertera pada dus, ukuran logo, tulisan, lembar dan panjang, ukuran barcode harus disesuaikan dengan spesifikasinya dan diukur sesuai dengan jumlah sampel yang akan di cek.

Selain itu untuk menentukan gramasi dari sebuah dus juga perlu dilakukan prosedur penimbangan dengan memotong tiap dus dengan ukuran yang telah ditentukan sesuai dengan spesifikasi. Sementara untuk menentukan bobot ada sekitar 20 dus yang harus ditimbang yang selanjutnya di rata-ratakan dan dilihat juga berdasarkan spesifikasi.

Dus yang di cek juga tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan. Jika terdapat tulisan yang berbayang atau ukuran logo dan warna yang tidak sesuai maka bisa masuk ke dalam kriteria tidak memenuhi syarat. Selanjutnya dus ini akan masuk ke dalam laporan penyimpangan dan bisa dikembalikan ke distibutor yang membuat kemasan tersebut.

Lewat dus obat ini saya banyak mengambil pembelajaran, salah satunya tentang nilai diri. Kita bisa berharga dan diperlakukan istimewa ketika berada di tempat yang pas. Namun seseorang juga bisa menjadi tidak berharga ketika berada di tempat yang tidak bisa mengetahui nilai diri kita.

Namun ada yang lebih penting dari nilai diri kita di mata orang yaitu nilai diri kita dihadapan kita sendiri. Apapun yang dipersepsikan buruk oleh orang lain-- belum tentu sesuai dengan diri kita sendiri. (*)

Reporter Dias Ashari
Editor Aris Abdulsalam