Relevansi SMK Farmasi yang Terasing dari Dunia Kerja Saat Ini

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi Kegiatan Praktikum SMK Farmasi (Sumber: pixabay)
Ilustrasi Kegiatan Praktikum SMK Farmasi (Sumber: pixabay)

SMK Farmasi adalah sekolah yang ditunjukkan kepada mereka ingin memiliki keterampilan khusus untuk menghadapi dunia kerja.

Selain itu, SMK Farmasi sendiri memiliki peran penting dalam mempersiapkan dan membentuk tenaga kerja yang memiliki keterampilan di bidang kefarmasian untuk terjun langsung ke fasilitas pelayanan kefarmasian seperti apotek, puskesmas, rumah sakit dan sarana lain yang serupa.

Sejarah SMK Farmasi sendiri sudah ada dari tahun 1957. Ditandai dengan berdirinya SMK Farmasi Nasional di Surakarta.

Sementara untuk di Bandung diprakarsai oleh SMK Farmasi YPF Bandung pada tahun 1960. Lulusan farmasi di zaman itu bisa memiliki pekerjaan yang cukup stabil untuk kebutuhan hidup.

Selain masih belum banyak pesaing, saat itu juga pelayanan kefarmasian masih punya regulasi peraturan yang belum seketat hari ini.

Seperti yang kita tau lulusan Smk Farmasi tentu memiliki keahlian khusus yang bisa menjadi ciri di dunia kerja. Selain teori, lulusan farmasi juga diajarkan praktikum minimal tiga kali dalam seminggu. Praktek ini sendiri berkaitan dengan praktikum kimia/ fisika dan meracik obat.

Dunia farmasi yang syarat dengan nilai hafalan dan analisis yang tajam, tentu bukan perkara mudah bagi mereka yang sudah terlanjur masuk ke dalamnya. Perlu rasa sabar, ketelitian, pantang menyerah dan kedisiplinan yang kuat. Membuat jurnal berlembar-lembar dengan tulis tangan hingga bergadang untuk menyiapkan tugas keesokan harinya.

Selain harus melewati Ujian Nasional dan Ujian Sekolah, calon lulusan farmasi juga perlu melewati Ujian Kompetensi demi mendapatkan Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK).

Surat ini bisa dianalogikan sebagai SIM dalam mengemudi. Jadi STRTTK menjadi sebuah bukti bahwa lulusan farmasi dianggap kredibel dan memiliki skill yang sudah diakui melalui ujian kompetensi dalam melakukan pelayanan kefarmasian.

Ujian ini mengharuskan setiap siswa untuk mengerjakan 4 resep beserta sediaan produk farmasi dalam waktu 2 jam. Kegiatan ini seringkali menjadi momok bagi siswa, selain manajemen waktu, mentalitas pun diuji karena yang menjadi pengawas merupakan guru dari SMK lain atau dari dinas kesehatan terkait.

Terbitnya kebijakan baru melalui Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 membawa perubahan yang signifikan dalam regulasi tenaga kesehatan termasuk tenaga kefarmasian khususnya lulusan SMK. Peraturan ini menyatakan bahwa lulusan SMK Farmasi tidak lagi mendapatkan STRTTK sebagai syarat masuk ke dunia kerja.

Melihat fakta tersebut, tujuan SMK sudah tidak lagi sejalan dengan regulasinya. Namun anehnya SMK Farmasi masih eksis hingga hari ini bahkan banyak bermunculan sekolah baru yang diberikan izinnya untuk berdiri. Sungguh realita yang miris dan dibiarkan begitu saja.

UU NO.17 ini sebetulnya hanya memperbolehkan lulusan D3 yang bisa bekerja di pelayanan kefarmasian seperti apotek, rumah sakit, klinik atau fasilitas kesehatan lainnya.

Ilustrasi lulusan SMK Farmasi (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Ilustrasi lulusan SMK Farmasi (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)

Bahkan Sarjana Farmasi (S1) pun yang dulunya sempat mendapat STR pun, kini harus  terasingkan dan terombang-ambing oleh peraturan ini. Sarjana dituntut segera melanjutkan Profesi Apoteker untuk mendapatkan STRA.

Lagi dan lagi kebijakan ini memiliki kesenjangan bagi lulusannya. Sarjana diminta segera melanjutkan profesi namun biaya pendidikannya tiap tahun terus menaik.

Dalam satu tahun sekolah, mahasiswa harus menyiapkan uang kisaran 50 juta jika beruntung masuk perguruan tinggi. Namun bagi mereka yang tidak lulus maka harus mencari perguruan swasta yang harganya beragam mulai dari 70-150 juta untuk satu tahun.

Lagi dan lagi tidak semua masyarakat mampu menyediakan jumlah uang tersebut hanya dalam kurun waktu yang singkat. Fakta dan kesenjangan ini tentu menghadirkan masalah baru yaitu mereka menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran di Indonesia.

Berdasarkan hasil analisis penulis, hadirnya kebijakan tersebut menjadi alasan bagi pemerintah dan dinas terkait untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di lapangan melalui upgrade skill dengan pendidikan. Namun regulasi yang belum berjalan dengan baik menghasilkan pelanggaran yang terkadang di normalisasikan.

Beberapa apotek yang taat dengan peraturan tentu akan menggunakan jasa D3 dalam operasionalnya. Mungkin bagi apotek besar hal ini bukan menjadi hal yang berarti tapi bagi apotek kecil justru sebaliknya.

Apotek yang memiliki penghasilan kecil tentu harus membuat pilihan. Pertama menyewa STRTTK lulusan D3 dengan biaya di bawah 500 ribu, namun tetap memperkerjakan lulusan SMK di pelayanan yang masih bisa dibayar murah sesuai tingkat pendidikan.

Pilihan kedua kadang pemilik benar-benar hanya memperkerjakan anak SMK untuk menekan angka operasional apotek. Tentu tujuan UU yang dibuat justru menimbulkan ketimpangan dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Baca Juga: Tren Preloved: Gaya Baru, Masalah Lama

Dinamika yang terjadi di dunia farmasi ini membuat lulusannya terkadang bekerja di luar bidang kemampuannya. Beberapa lulusan farmasi yang menyebar ke bidang lain ini menjadi tambahan kandidat pesaing bagi lulusan smk diluar farmasi. Banyak pekerjaan untuk lulusan smk yang tidak meminta persyaratan khusus, misalnya penjaga toko, kasir supermarket, waiters, barista dan lain-lain. Fenomena inilah yang membuat permasalahan baru di dunia pekerjaan tidak hanya bagi lulusan SMK tapi juga bagi para sarjana.

Sebetulnya UU ini perlu menjadi bahan diskusi kembali dengan melihat beberapa fakta di lingkungan. Disisi lain pemerintah dan dinas terkait menginginkan pelayanan kesehatan yang terorganisir dengan baik. Namun kenyataannya di lapangan seringkali pelanggaran yang diberikan menjadi sistem tebang pilih.

Instansi yang kedapatan melanggar tapi dia sanggup memberikan ‘ongkos jalan’ akan dengan mudah lolos dan mendapat peringatan untuk memperbaiki. Sementara bagi mereka yang melakukan kesalahan yang sama namun tidak mampu memberikan uang jalan, ancamannya bisnis akan ditutup bahkan bisa dipidanakan.

Memang tidak adil tapi itulah fakta yang terjadi di dunia kesehatan. Semoga para lulusan SMK Farmasi dan Sarjana Farmasi bisa mendapat keadilan yang serupa dengan lulusan D3.

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Jadi masihkah relevan untuk menyekolahkan anak ke SMK Farmasi ? Menurut penulis ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali. Pertimbangan ini pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak.

Apabila anak memiliki pilihan untuk melanjutkan di bidang pendidikan kedokteran dan farmasi, sebaiknya masuk ke SMA saja karena fakultas kedokteran tidak menerima lulusan selain dari SMA. Namun bagi yang orientasinya bekerja bisa saja masuk SMK Farmasi sebagai stimulasi yang kemudian bisa dilanjutkan ke jenjang D3 untuk bisa bekerja di pelayanan kefarmasian. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)