Pasar Ilmu dan Golden Tiket Pulang: Romantisme Ngaji Pasaran di Pesantren

Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan Rabu 11 Mar 2026, 14:49 WIB
Ilustrasi keseruan santri saat mengaji di pondok pesantren. (Sumber: Unplash | Foto: Muhammad Azzam)

Ilustrasi keseruan santri saat mengaji di pondok pesantren. (Sumber: Unplash | Foto: Muhammad Azzam)

Di saat hiruk-pikuk kota mulai sibuk dengan persiapan belanja Lebaran, ada pemandangan yang berbeda di setiap sudut pondok pesantren. Berdasarkan data statistik terbaru Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, geliat pendidikan di pesantren kini mencapai puncaknya. Ribuan santri tidak sedang beristirahat; mereka justru berjibaku dengan tumpukan kitab kuning dalam sebuah maraton ilmu yang dikenal dengan istilah Ngaji Pasaran.

Ini adalah momen di mana daya tahan fisik dan ketajaman batin diuji, sebelum akhirnya ditutup dengan suasana haru perpisahan yang disebut Tafaruqon.

Maraton literasi klasik ini sudah sangat masyhur di kalangan pesantren.

Ngaji Pasaran dan Maraton Literasi Klasik

Istilah "Pasaran" sendiri berasal dari kata "pasar", yang diartikan sebagai ramainya santri kelana dari berbagai penjuru yang datang ke suatu pesantren untuk mengikuti pengajian selama satu bulan penuh. Di hadapan sang kiai, momen ini sering disebut sebagai "Pasar Ilmu".

Metode cepat ini bertujuan melatih ketelitian dan kesabaran; di mana dalam sehari, jadwal mengaji bisa terisi penuh hampir setiap jam. Suasana ini sangat lazim ditemui di berbagai pesantren besar di Jawa Barat mulai dari Tasikmalaya, Sukabumi hingga Bandung Raya.

Ilustrasi santri di Indonesia. (Sumber: Unsplash/Muh Makhlad)
Ilustrasi santri di Indonesia. (Sumber: Unsplash/Muh Makhlad)

Sebagai orang yang hidup di pesantren, saya merasakan ujian mental yang sesungguhnya. Bayangkan saja, niat hati sudah bersungguh-sungguh berlomba siapa yang paling banyak mengisi terjemahan (logatan), tapi semangat itu seringkali kalah oleh rasa kantuk yang luar biasa. Akibatnya? Tinta pulpen pun acak-acakan di atas kertas kitab karena tangan yang menulis sambil terlelap.

Di situlah sisi humanis seorang kiai muncul. Biasanya, kiai saya akan memberi jeda sejenak atau membiarkan santri membawa cemilan sekadar penahan kantuk. Bahkan, tak jarang kiai membagikan makanan terlebih dahulu agar santrinya kembali "melek" dan fokus menyimak.

Tafaruqon Sebagai Golden Tiket Pulang

Kepuasan tersendiri hadir ketika isi kitab mulai penuh dengan logatan yang rapi. Itu menjadi bukti bahwa kami berhasil memenangkan pertarungan melawan kantuk. Perjalanan maraton ini kemudian bermuara pada satu titik: Tafaruqon. Istilah yang diambil dari bahasa Arab ini secara harfiah berarti perpisahan. Tapi bagi kami, Tafaruqon bukan sekadar perpisahan biasa; ini adalah "Lebaran pertama" untuk merayakan kemenangan kecil sebelum kemenangan Idul Fitri yang sesungguhnya.

Biasanya, perayaan Tafaruqon dilakukan pada malam atau siang hari dengan sangat meriah. Panggung acara diisi dengan berbagai kreasi santri, mulai dari seni hingga penampilan bakat lainnya sebagai pelepasan penat setelah sebulan penuh mengaji. Namun, di balik kemeriahan itu, santri masih harus melewati tantangan terakhir: menghafal satu kitab sesuai tingkatannya sebagai "tiket perpulangan".

Dulu, kami sering menangis karena takut tidak mendapatkan golden tiket itu. Namun ternyata, itulah letak keseruannya; di mana rindu rumah harus dibayar tunai dengan usaha dan kesungguhan hafalan di depan pengurus.

Kini, di berbagai sudut jalan mulai diwarnai dengan pemandangan khas: anak-anak muda bersarung dengan tas gunung berisi tumpukan kitab. Di berbagai pesantren Jawa Barat, perpulangan santri biasanya terjadi sekitar seminggu sebelum Lebaran. Perjalanan dari "Pasar Ilmu" menuju "Tafaruqon" ini mengajarkan kami bahwa rindu rumah memang harus ditebus dengan keseriusan belajar.

Kami pulang tidak hanya membawa tumpukan baju kotor, tapi membawa bekal cahaya yang siap dibagikan di meja makan keluarga saat sahur dan buka puasa nanti. Walhasil, pesantren telah mengajarkan kita seni "menepi" yang paling indah: menjauh sejenak dari dunia, untuk kemudian pulang membawa sejuta makna. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nenah Haryati
Tentang Nenah Haryati
Mahasiswa yang hobi mengamati sisi lain kehidupan sehari-hari, terutama yang dialami Generasi Z.

Berita Terkait

News Update

Beranda 01 Mei 2026, 20:54

Terima Kasih Kawan! Jalan Masih Panjang

Hari ini 1 Mei 2026, ayobandung.id tepat berusia satu tahun. Ini adalah catatan reflektif.

ayobandung.id mensyukuri perjalanan 1 tahun. (Sumber: Unsplash | Foto: Marcel Eberle)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 20:01

Potret Buruh Perempuan di Bandung: Independent Woman atau Tuntutan Kapitalisme?

Independent women acap kali lahir dari kesadaran seorang perempuan untuk berdikari sebagai manusia. Tapi apakah buruh perempuan juga lahir dari itu atau menjelma dari sistem kapitalis?

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 01 Mei 2026, 18:04

Jangan Anggap Sepele, Kelalaian Kecil di Rumah Bisa Picu Kebakaran Besar

Kelalaian kecil di rumah seperti listrik dan gas bisa memicu kebakaran besar. Simak langkah sederhana untuk mencegah dan melindungi diri serta keluarga dari risiko kebakaran.

Petugas Damkar Kota Bandung melakukan pendinginan usai kebakaran kios barang bekas di Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (26/3/2026) dini hari yang menghanguskan belasan bangunan tanpa korban jiwa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 01 Mei 2026, 15:40

Jelajah Taman Cimanuk, Ruang Publik Bersejarah di Pusat Indramayu

Jelajahi Taman Cimanuk Indramayu dengan panduan lengkap mencakup sejarah pelabuhan, fasilitas taman, serta aktivitas santai di ruang publik kota.

Taman Cimanuk, Indramayu.
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 14:58

Di Kampung Beledug, Pernah Terdengar Ledakan dari Dalam Bumi

Dalam bahasa Sunda (RA Danadibrata, 2015), lema beledug dapat berarti suara guludug atau petir di langit, atau suara letusan di kejauhan.

Peta daerah Cintapada dan Maja tahun 1914-1916. (Sumber: Peta koleksi KITLV)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 12:40

Membaca May Day, sebagai Proses Komunikasi

Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 dimaknai sebagai arena komunikasi publik, tempat buruh merebut ruang sosial, membentuk agenda, dan menegosiasikan kuasa di era digital.

Sejumlah buruh perempuan melakukan aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 10:40

Refleksi Awal Bulan Mei: Belajar dari Perilaku Binatang

Mungkinkah kita belajar dari perilaku binatang?

Boli dan Cimol berbagi tempat dan pengasuhan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kurniawan Abuwijdan)
Beranda 01 Mei 2026, 04:20

Potret Kehidupan Warga Usia Senja di Kecamatan dengan Jumlah Lansia Terbanyak di Kota Bandung

Potret keseharian warga lanjut usia di kecamatan dengan jumlah lansia terbanyak di Kota Bandung, menghadapi tantangan kesehatan, ekonomi, dan kesepian di tengah perubahan kota.

Lili Sutisna menikmati masa lansianya dengan aktif bekerja dan mengurus kebun kecilnya di Kiaracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 20:12

Tema Ayo Netizen Mei 2026: Bersabar, Bekerja, dan Berkorban demi Hidup di Bandung

Mei bukan sekadar bulan kelima dalam kalender. Di Bandung, Mei adalah bulan yang sesak.

Keluarga korban longsor Cisarua menangis usai mendengar informasi salah satu keluarganya ditemukan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Mayantara 30 Apr 2026, 18:41

Kehidupan Sehari-hari sebagai ‘Arsip’

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari.

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. (Sumber: Pexels | Foto: Şevval Pirinççi)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 18:00

Panduan Wisata Curug Citambur, Eksotisme Tersembunyi di Cianjur Selatan

Panduan wisata Curug Citambur, air terjun 130 meter di Cianjur Selatan, lengkap rute, tiket, dan tips berkunjung.

Curug Citambur. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 17:12

Menakar Geliat Inovasi di Lereng Subang: Tinjauan Kritis atas Transformasi Ekonomi Berbasis Kopi

Dalam konstelasi perdagangan global, kopi bukan sekadar komoditas penyegar, melainkan instrumen strategis yang menentukan posisi tawar sebuah negara.

Buku "Geliat Desa Membangun Inovasi Kopi Subang: Status Quo" (Sumber: BRIN)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 15:30

Jalan Nasional Rasa Jalan Lokal: Mengapa Macet dan Kecelakaan Terus Terjadi di Koridor Caringin–Cimahi?

Kemacetan dan kecelakaan bukan sekadar ulah pengguna, tetapi akibat kegagalan sistem: akses tak terkendali, hambatan samping tinggi, dan simpang tanpa pengaturan yang andal.

Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Cimareme, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Beranda 30 Apr 2026, 14:59

Hadapi Kemarau Panjang dan Risiko Kebakaran, Diskar Kota Bandung Fokus Perkuat Sumber Air

Diskar PB Kota Bandung perkuat akses sumber air melalui pemetaan hidran dan kolam retensi guna pastikan penanganan kebakaran yang cepat dan efektif selama musim kemarau panjang.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung melakukan pendinginan pada kios material barang bekas yang terbakar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 11:30

Panduan Lengkap Penggunaan Partikel dalam Bahasa Indonesia

Panduan praktis agar tidak lagi ragu saat menuliskan partikel-partikel bahasa.

Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 11:17

Kuliner Soto Bongko Sumedang, Sarapan Ratusan Tahun yang Bertahan di Balik Bayang Tahu

Sarapan khas Sumedang ini menawarkan kuah santan gurih, lontong besar, dan tahu Sumedang dalam tradisi pagi yang bertahan sejak ratusan tahun.

Kuliner Soto Bongko Sumedang. (Sumber: Instagram @sajiansedap)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 11:17

Hikayat Opak, Camilan Tradisional yang Masih Bertahan Bahkan Menjadi Ciri Khas

Opak Sukamanah dibuat turun-temurun dengan resep rahasia. Pulen, gurih, dan jadi andalan oleh-oleh khas Bandung.

Opak di Kampun Sukamanah, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 09:27

Dari Bekasi untuk Evaluasi: Keselamatan KRL Bukan Soal Posisi Gerbong

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur menyoroti bahwa keselamatan KRL bukan soal posisi gerbong, melainkan tentang keandalan sistem perkeretaapian dalam mencegah kecelakaan dan melindungi seluruh penumpang.

Stasiun Bekasi Timur. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Fikri RA)
Wisata & Kuliner 29 Apr 2026, 20:34

Wisata Pantai Karangsong, Tamasya Santai di Pesisir Utara Jawa Barat

Panduan lengkap Pantai Karangsong Indramayu dengan info lokasi, biaya masuk, wisata mangrove, serta pengalaman menikmati pantai di pesisir utara.

Pantai Karangsong Indramayu. (Sumber: Ayomedia)
Beranda 29 Apr 2026, 18:48

Mereka yang Agamanya Pernah ‘Dihapus’ dari KTP, Kini Gencar Menebar Hal Baik

Hidup pada masa Orde Baru tidaklah mudah. Terutama jika keturunan Tionghoa dan beragama Konghucu.

Fam Kiun Fat yang akrab disapa Akiun, salah satu tokoh Tionghoa dan Konghucu ternama di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.id)