Pasar Ilmu dan Golden Tiket Pulang: Romantisme Ngaji Pasaran di Pesantren

3 menit baca
Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan
Ilustrasi keseruan santri saat mengaji di pondok pesantren. (Sumber: Unplash | Foto: Muhammad Azzam)
Ilustrasi keseruan santri saat mengaji di pondok pesantren. (Sumber: Unplash | Foto: Muhammad Azzam)

Di saat hiruk-pikuk kota mulai sibuk dengan persiapan belanja Lebaran, ada pemandangan yang berbeda di setiap sudut pondok pesantren. Berdasarkan data statistik terbaru Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, geliat pendidikan di pesantren kini mencapai puncaknya. Ribuan santri tidak sedang beristirahat; mereka justru berjibaku dengan tumpukan kitab kuning dalam sebuah maraton ilmu yang dikenal dengan istilah Ngaji Pasaran.

Ini adalah momen di mana daya tahan fisik dan ketajaman batin diuji, sebelum akhirnya ditutup dengan suasana haru perpisahan yang disebut Tafaruqon.

Maraton literasi klasik ini sudah sangat masyhur di kalangan pesantren.

Ngaji Pasaran dan Maraton Literasi Klasik

Istilah "Pasaran" sendiri berasal dari kata "pasar", yang diartikan sebagai ramainya santri kelana dari berbagai penjuru yang datang ke suatu pesantren untuk mengikuti pengajian selama satu bulan penuh. Di hadapan sang kiai, momen ini sering disebut sebagai "Pasar Ilmu".

Metode cepat ini bertujuan melatih ketelitian dan kesabaran; di mana dalam sehari, jadwal mengaji bisa terisi penuh hampir setiap jam. Suasana ini sangat lazim ditemui di berbagai pesantren besar di Jawa Barat mulai dari Tasikmalaya, Sukabumi hingga Bandung Raya.

Ilustrasi santri di Indonesia. (Sumber: Unsplash/Muh Makhlad)
Ilustrasi santri di Indonesia. (Sumber: Unsplash/Muh Makhlad)

Sebagai orang yang hidup di pesantren, saya merasakan ujian mental yang sesungguhnya. Bayangkan saja, niat hati sudah bersungguh-sungguh berlomba siapa yang paling banyak mengisi terjemahan (logatan), tapi semangat itu seringkali kalah oleh rasa kantuk yang luar biasa. Akibatnya? Tinta pulpen pun acak-acakan di atas kertas kitab karena tangan yang menulis sambil terlelap.

Di situlah sisi humanis seorang kiai muncul. Biasanya, kiai saya akan memberi jeda sejenak atau membiarkan santri membawa cemilan sekadar penahan kantuk. Bahkan, tak jarang kiai membagikan makanan terlebih dahulu agar santrinya kembali "melek" dan fokus menyimak.

Tafaruqon Sebagai Golden Tiket Pulang

Kepuasan tersendiri hadir ketika isi kitab mulai penuh dengan logatan yang rapi. Itu menjadi bukti bahwa kami berhasil memenangkan pertarungan melawan kantuk. Perjalanan maraton ini kemudian bermuara pada satu titik: Tafaruqon. Istilah yang diambil dari bahasa Arab ini secara harfiah berarti perpisahan. Tapi bagi kami, Tafaruqon bukan sekadar perpisahan biasa; ini adalah "Lebaran pertama" untuk merayakan kemenangan kecil sebelum kemenangan Idul Fitri yang sesungguhnya.

Biasanya, perayaan Tafaruqon dilakukan pada malam atau siang hari dengan sangat meriah. Panggung acara diisi dengan berbagai kreasi santri, mulai dari seni hingga penampilan bakat lainnya sebagai pelepasan penat setelah sebulan penuh mengaji. Namun, di balik kemeriahan itu, santri masih harus melewati tantangan terakhir: menghafal satu kitab sesuai tingkatannya sebagai "tiket perpulangan".

Dulu, kami sering menangis karena takut tidak mendapatkan golden tiket itu. Namun ternyata, itulah letak keseruannya; di mana rindu rumah harus dibayar tunai dengan usaha dan kesungguhan hafalan di depan pengurus.

Kini, di berbagai sudut jalan mulai diwarnai dengan pemandangan khas: anak-anak muda bersarung dengan tas gunung berisi tumpukan kitab. Di berbagai pesantren Jawa Barat, perpulangan santri biasanya terjadi sekitar seminggu sebelum Lebaran. Perjalanan dari "Pasar Ilmu" menuju "Tafaruqon" ini mengajarkan kami bahwa rindu rumah memang harus ditebus dengan keseriusan belajar.

Kami pulang tidak hanya membawa tumpukan baju kotor, tapi membawa bekal cahaya yang siap dibagikan di meja makan keluarga saat sahur dan buka puasa nanti. Walhasil, pesantren telah mengajarkan kita seni "menepi" yang paling indah: menjauh sejenak dari dunia, untuk kemudian pulang membawa sejuta makna. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nenah Haryati
Tentang Nenah Haryati
Mahasiswa yang hobi mengamati sisi lain kehidupan sehari-hari, terutama yang dialami Generasi Z.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Jun 2026, 20:33

Menggerakkan Idealisme Mahasiswa Berprestasi

Apa yang membuat mahasiswa semangat menjalani hari-hari dan mengubah dirinya?

Ilustrasi gerakan mahasiswa berprestasi. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 19:38

Cek Kesehatan Gratis dan Investasi SDM Indonesia Emas 2045

Menganalisa manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 18:39

Transformasi Perkebunan Karet Alam di Jabar, Mungkinkah?

Industri berbasis karet alam di Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan penurunan produktivitas lahan dan pasokan lateks .

Ilustrasi perkebunana karet di Jawa Barat (Sumber: freepik)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 17:25

Panduan Berkunjung ke Pantai Sawarna: Delapan Pantai, Gua, dan Lanskap Pesisir di Selatan Banten

Jelajahi Pantai Sawarna di Lebak, Banten, dengan deretan pantai indah, gua karst, spot surfing, dan panorama Samudra Hindia yang memukau.

Sunset Pantai Tanjung Layar Sawarna. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:30

Perempuan dan Polarisasi Modern

Perubahan zaman modern terkadang masih diselimuti oleh isu-isu kaum marjinal, terutama kaum perempuan.

Ilustrasi perempuan Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Ruly Nurul Ihsan)
Linimasa 26 Jun 2026, 16:25

Hikayat Pelatih Kuda Renggong, Bisa Berganti Ratusan Kuda Karena Tidak Cocok

Menjadi pelatih kuda renggong tak hanya butuh keahlian, tetapi juga chemistry. Usep telah berganti ratusan kuda demi menemukan pasangan terbaik.

Usep, salah seorang pelatih kuda renggong di Ujungberung, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:03

Publikasi Hasil Lisensi Klub Berhasil Menjaga Konsistensi Komunikasi pada Dua Platform Digital

Konsistensi komunikasi menjadi kunci kredibilitas sebuah perusahaan. Artikel ini menganalisis konsistensi komunikasi PT I.League pada dua platform digital.

Persib Bandung Vs Semen Padang FC. (Sumber: ileague.id)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:24

Mengenal Karel Albert Rudolf Bosscha

Karel Albert Rudolf Bosscha merupakan salah satu figur Belanda yang berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia

Karel Albert Rudolf Bosscha. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Jodya Maulana)
Linimasa 26 Jun 2026, 15:18

Hikayat Kampung Pembuat Panci di Bandung, Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Kampung Cikalang Kaler di Bandung telah puluhan tahun memproduksi panci. Kini mereka bertahan di tengah perubahan teknologi dapur modern.

Pengrajin di kampung pembuat panci Cileunyi, Kabupaten Bandung, bertahan di tengah perubahan zaman. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:04

Perkembangan Industri Perfilman Indonesia dari Tahun 1950-2026

Menelisik sejarah panjang perfilman di Indonesia dan karya-karya tersohor yang muncul sepanjang delapan dekade.

Judul film Darah dan Doa (1950). Film pertama yang diproduksi oleh orang Indonesia (Sumber: Wikipedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:33

Eksistensi Arumba sebagai Musik Tradisional Sunda di Tengah Modernisasi

Arumba merupakan alat musik tradisional dari Sunda yang masih eksis hingga saat ini meskipun berada di tengah arus modernisasi.

Kegiatan siswa memainkan Arumba sebagai bentuj pelestarian seni musik tradisional Sunda di lingkungan sekolah (Sumber: dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:13

Kuy Ah ... ke Sekolah Swasta

Melihat sekolah swasta yang sekarang semakin banyak melahirkan pelajar berprestasi hebat.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 13:09

Perbankan di Indonesia Integrasikan UMKM dalam Membangun Citra Positif

Publikasi BSI terkait integrasi UMKM halal menarik dianalisis: website menggunakan kata kunci formal, sedangkan Instagram menggunakan bahasa yang lebih sederhana bagi audiens.

Kedai-kedai UMKM di Pasar Cihapit, Kota Bandung. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 12:50

Dari Patriarki ke Femisida: Membaca Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Warisan Struktur Historis

Bagaimana sistem kuasa yang diwariskan lintas generasi membentuk, menormalkan, dan melanggengkan kekerasan terhadap perempuan hingga titik terparahnya.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 11:25

Panduan Berkunjung ke Lembang Park and Zoo: Kebun Binatang Bergaya Eropa di Dataran Tinggi Bandung

Lembang Park and Zoo menawarkan kebun binatang modern, wahana bermain, safari mini, hingga cat café unik di kawasan sejuk Lembang.

Lembang Park and Zoo. (Sumber: Ayomedia | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:42

HANI dan Tren Modus Operandi Kasus Narkotika

Bandung Raya kian rawan narkoba dengan adanya industri rumahan tembakau sintetis.

Polda Jabar musnahkan narkotika. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan))
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:16

Peringatan Darurat Kekerasan terhadap Perempuan

Mata dibutakan, bibir digunting: krisis keamanan berbasis gender yang mengancam perempuan.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Unplash)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 08:20

Memperjuangkan Representasi Anak-Anak Autis Bersama Komunitas Autistik

Peluncuran Boneka Barbie autis pada website dan instagram PT Mattel menunjukkan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada anak-anak penyandang autisme dalam bentuk boneka.

Ilustrasi anak autisme. (Sumber: Pexels | Foto: Mah mud)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 07:56

Makna Sejati Karangan Bunga KDM untuk Jakarta

Provinsi lain perlu belajar dari Jakarta terkait dengan keberhasilan mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) dan sukses menata sistem pengembangan SDM.

Karangan bunga KDM untuk HUT Jakarta (Sumber: tangkapan layar)
Ayo Netizen 25 Jun 2026, 20:12

Kembang Tanpa Dedaunan

Menjaga kondisi hawa atau cuaca di Kota Bandung agar tidak menjadi lebih panas di tahun-tahun berikiutnya sesuai dengan tema hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2026.

The Rollies (1972). (Sumber: Wikimedia Commons)