AYOBANDUNG.ID - Setiap hari, ratusan kendaraan pengangkut sampah menyisir setiap sudut kota agar lingkungan tetap bersih. Agar operasional ini tidak berantakan, setiap kendaraan diberikan jatah atau limit bahan bakar harian.
Pemberian jatah bahan bakar ini tidak dipukul rata, melainkan disesuaikan dengan jenis mesin dan besarnya muatan yang dibawa. Truk besar yang membawa sampah hingga puluhan meter kubik membutuhkan asupan energi yang berbeda dengan kendaraan kecil.
Jenis bahan bakar yang digunakan pun dibagi menjadi dua kategori utama demi menjaga kesehatan mesin. Kendaraan besar seperti truk angkut dan truk pemadat menggunakan bahan bakar diesel yang lebih bertenaga untuk rute jarak jauh ke tempat pembuangan akhir. Sedangkan untuk kendaraan kecil yang lincah masuk ke gang-gang sempit, digunakan bahan bakar jenis bensin agar mesin tetap responsif saat harus sering berhenti dan berjalan.
Untuk memenuhi cakupan wilayah yang luas, pemerintah tidak hanya mengandalkan kendaraan milik sendiri. Ada gabungan antara armada pelat merah dengan kendaraan sistem sewa dan rental. Meski status kepemilikannya berbeda-beda, seluruh kendaraan ini tetap tunduk pada aturan jatah bahan bakar yang sama.
