AYOBANDUNG.ID - Setiap hari, Kota Bandung tidak hanya berhadapan dengan ribuan ton sampah, tetapi juga beban biaya yang besar untuk mengangkutnya.
Data terbaru dari UPT Pengelolaan Sampah Kota Bandung menunjukan jumlah rata-rata volume sampah per hari tahun 2025 sebanyak 991 ton. Ratusan ton tersebut diangkut oleh ratusan kendaraan dengan kebutuhan bahan bakar mencapai 8.688 liter perhari.
Menurut Humas UPT Pengelolaan Sampah Kota Bandung, Nugroho Bayu Prasetyo, kebutuhan bahan bakar tidak sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Bayu menjelaskan, dari total konsumsi harian, terdapat kendaraan berstatus rental yang mekanisme pembiayaannya berbeda.
“Khusus kendaraan rental itu kita bayar per ritasi ke vendor, sudah include untuk sopir, bbm dan biaya operasional lainnya.” Artinya, sebagian kebutuhan BBM sudah melekat dalam sistem pembayaran jasa, bukan diisi langsung oleh UPT.
Persoalan pun tidak sesederhana menambah jumlah kendaraan atau BBM. Dalam praktiknya, satu rit perjalanan kini bisa memakan waktu seharian.
“Kalau untuk kondisi sekarang hanya satu rit. Dulu sebelum ada pembatasan kuota itu bisa dua sampai tiga rit satu hari,” kata Bayu, Selasa 28 Februari 2026.
Penurunan ritase ini membuat penggunaan bahan bakar menjadi kurang efisien, karena kendaraan tetap menyala dan menempuh jarak, tetapi tidak bisa bolak-balik seperti sebelumnya.
Kondisi di tempat pembuangan akhir juga memperberat beban biaya tersebut. Antrean panjang dan pembatasan jam operasional membuat truk harus menunggu hingga keesokan hari.
“Kalau bawa dari Kota Bandung jam empat sore, nyampenya bisa jam enam atau tujuh malam. Otomatis harus nginep,” ujarnya. Situasi ini membuat biaya operasional terus berjalan, sementara sampah di titik lain belum terangkut.
