Ayo Netizen

Studio Nail Art dengan Konsep ‘Anjang-anjangan’ yang Bikin Betah

Oleh: Ratu Ghurofil Minggu 23 Nov 2025, 13:34 WIB
Mita Sheila Mukvi melayani pelanggan di studio Sazi Younge Nail Art yang berlokasi di Kompleks Batununggal Indah Estate, Kec. Bandung Kidul, Kota Bandung, Senin (3/11/2025). (Foto: Ratu Ghurofil)

Suara tawa kecil terdengar dari ruang mungil yang harum aroma cat kuku. Seorang pelanggan tampak nyaman, seolah sedang mengobrol santai di rumah teman sendiri. Di situlah keunikan Sazi Younge Nails, yang terasa bukan hanya sekadar tempat mempercantik kuku, tetapi ruang baru yang hangat penuh cerita dan pertemanan baru. Berlokasi di Kompleks Batununggal Indah Estate,  Kec. Bandung Kidul, Kota Bandung, Senin (3/10/2025).

Didirikan oleh Mita Sheila Mukvi pada Februari 2023, studio ini lahir dari hobi sederhana yang berkembang jadi usaha penuh makna. Sazi Younge Nails hadir dengan konsep “anjang-anjangan” dalam bahasa Sunda, atau dalam bahasa Indonesia nya berarti berkunjung santai ke rumah teman, menciptakan suasana akrab dan hangat bagi setiap pelanggan.

“Di sini aku nggak mau suasananya formal atau kaku, Aku pengen pelanggan ngerasa kayak lagi main ke rumah temen gitu sambil ngobrol, ketawa, dan pulang dengan hati yang ringan,” ungkapnya dengan senyum ramah.

Berbeda dari kebanyakan studio nail art yang terpaku tren, Mita justru menonjolkan desain personal yang bisa dicustom sesuai karakter dan kepribadian tiap orang. Dari gaya Y2K yang nyentrik sampai desain lembut nan feminin, semuanya dikerjakan dengan penuh perhatian dan detail,setiap hasil karya menjadi cerminan keunikan pelanggannya, menjadikan setiap kuku bercerita dengan gaya selera nya masing-masing.

Tak hanya soal kualitas, Mita juga memikirkan kenyamanan dompet pelanggannya. Sazi Younge Nails menawarkan harga yang ramah di kantong, yakni Rp200.000 untuk semua desain tanpa tambahan biaya.

Dengan sistem harga yang sederhana dan transparan, pelanggan bisa bebas berkreasi memilih gaya dan desain sesuai karakter tanpa takut tagihan membengkak. Bagi Mita, kecantikan seharusnya bisa dirasakan siapa pun, bukan hanya mereka yang berlebih secara finansial.

Sazi Younge Nail Art mendesain ruang kerjanya dengan nuansa hangat dan dekorasi unik di Kompleks Batununggal Indah Estate, Kec. Bandung Kidul, Kota Bandung, Senin (3/11/2025 | Foto: Ratu Ghurofil)

Awalnya, Sazi Younge Nail Art berdiri bersama seorang teman. Namun, ketika keadaan berubah, Mita memilih untuk melanjutkannya sendiri. Meski beroperasi dari rumah, Sazi Younge Nail Art selalu ramai oleh pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai ibu rumah tangga.

Momen tersibuk biasanya datang saat musim wisuda, hari raya, atau perayaan khusus. Namun, Mita tak pernah menjadikan pekerjaan ini sebagai beban, semuanya dijalani dengan hati.

Nail art ini tuh semacam terapi buat aku, setiap garis, warna, dan detail kecilnya bantu aku tetap tenang, kayak cara sederhana buat nyembuhin diri sendiri dari lelah sehari-hari,” ujarnya pelan.

“Tapi yang paling bikin bahagia itu waktu lihat pelanggan tersenyum puas. Dari situ aku sadar, ternyata lewat hal kecil kayak nail art, aku bisa bikin orang lain ngerasa cantik dan percaya diri. Buat aku, itu udah lebih dari cukup,” katanya.

Dengan tangan yang lincah dan hati yang tulus, Mita terus merawat mimpinya dengan membuktikan bahwa keindahan bisa lahir dari tempat paling sederhana, yaitu rumah sendiri. Dari ruang kecil itu, ia menyalurkan setiap ide menjadi karya seni di ujung jari para pelanggannya, setiap sentuhan warna dan detail bukan hanya tentang estetika, tapi juga tentang kebahagiaan kecil yang bisa ia bagikan. (*)

Reporter Ratu Ghurofil
Editor Aris Abdulsalam