Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal bulan November 2025 merilis perkembangan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dengan tujuan Kota Bandung periode Januari - September 2025 yang menunjukkan kenaikan dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya. Jumlah perjalanan wisnus pada periode Januari - September 2025 tercatat sebesar 17,75 juta perjalanan. Angka ini meningkat 24,77 persen dibandingkan Januari - September 2024 (14,23 juta perjalanan).
Wisnus yang masuk ke Kota Bandung pada September 2025 didominasi dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Sebagian besar wisnus menyerbu wisata kuliner dan belanja di Kota Bandung. Wisata kuliner dan belanja merupakan salah satu daya tarik wisata di Kota Bandung yang saat ini banyak diminati pengunjung, sebagai bagian konsep visi “Bandung Utama”.
Wisata kuliner merupakan salah satu jenis wisata yang berkaitan dengan makanan lokal dengan aneka cita rasa masakan dari suatu daerah. Sementara wisata belanja menyajikan berbagai macam kebutuhan pokok, aneka makanan daerah, oleh-oleh khas suatu daerah. Obyek yang dituju pada wisata belanja ini merupakan tempat penjualan produk, sebagai tempat perbelanjaan. Wisata belanja ini menawarkan barang antik, produk lokal, kebutuhan keseharian, barang modern dan/atau oleh-oleh khas suatu daerah.
Perkembangan wisata belanja dan kuliner cukup cepat, hal ini karena adanya dorongan dari permintaan wisatawan dan pertumbuhan jumlah obyek wisata di Kota Bandung. Menurut International Culinary Tourism Association/ICTA bahwa wisata kuliner merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan makan dan minum yang dilakukan wisatawan ketika melakukan wisata. Wisata kuliner juga merupakan salah jenis wisata yang tidak dapat dipindahkan, sehingga wisatawan harus mengunjungi tempat yang menyediakan wisata kuliner untuk menikmatinya.

Wisata kuliner dan belanja sebagai salah satu bentuk kekayaan budaya, yang berupa keunikan atau tradisi lokal akan memacu berkembangnya perekonomian, dikarenakan adanya multiplier effect yang ditimbulkan dari adanya wisata tersebut. Wisata ini dapat dikemas dan dijadikan sebagai salah satu wisata andalan kota Bandung. Berbagai jenis kuliner tradisional dan modern, produk industri, serta pusat perbelanjaan tersebar di berbagai wilayah.
Wisata belanja dan kuliner unggulan saat ini di Kota Bandung seperti: The Secret; Kings Shopping Centre; Paris Van Java; Heritage; Rumah Mode; Blossom; Seximo; Istana Plaza; Bandung Trade Center; Pasar Jumat Pusdai dapat diandalkan untuk menarik wisnus dan selanjutnya mendatangi kawasan belanja dan kuliner lainnya seperti Jalan Cibaduyut, Pasar Baru Bandung, Gasibu, Jalan Cihampelas, Gang Tamim, Pasar Kota Kembang, Pasar Gedebage, MD Plaza, Sentra Rajut, Pasar Palasari, Jalan Dago, Gang Nata, Pasar Andir, King Shopping Center, dan Sentra Kaos Suci. Dengan demikian wisata belanja dan kuliner akan tetap eksis dan berkembang di Kota Bandung.
Pengembangan wisata ini dapat dilaksanakan dengan beberapa cara, berupa: 1). Strategi defensif, yaitu strategi bertahan, dengan mengoptimalkan potensi dan keunikan yang ada serta mengendalikan kinerja internal agar tidak terperosok, dan terus membenahi diri. 2). Strategi agresif, berupaya meningkatkan inovasi baru pada daya tarik wisata belanja dan kuliner, yang meliputi daya tarik, fasilitas, aksesibilitas dan akomodasi. Selain itu upaya yang dapat dilakukan berupa memperbaiki dan menambah komponen penunjang wisata untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata.
Pengembangan kawasan wisata ini dapat berhasil apabila semua komponen mampu saling melengkapi, yaitu antara pemerintah, pelaku bisnis, masyarakat dan investor. Selain itu pemerintah ikut serta dalam menyusun deregulasi yang lebih memberikan kesempatan luas kepada investor dan pelaku bisnis, untuk mengembangkan bisnis.
Melakukan perbaikan dan penambahan terhadap fasilitas, aksesbilitas dan akomodasi, seperti pengelolaan toilet secara profesional untuk menjamin kebersihan, area parkir, mushola, akses jalan untuk kaum disabel, gazebo, jaringan internet (Wifi), spot foto, perbaikan kondisi jalan, penginapan terdekat, toko souvenir, petunjuk arah, peta potensi wisata, angkutan umum penunjang wisata dan fasilitas lainnya yang memudahkan wisatawan.
Selain itu juga terus berupaya meningkatkan promosi wisata belanja dan kuliner untuk meningkatkan minat wisatawan pada daya tarik wisata belanja dan kuliner melalui media sosial maupun media masa dengan menggandeng para blogger, selebgram, duta wisata, GenPI, pemandu wisata dalam mempromosikan daya tarik wisata kuliner di Kota Bandung, dan membentuk paket-paket wisata belanja dan kuliner sebagai wisata terusan.
Kerjasama dengan masyarakat setempat juga diperlukan untuk ikut serta menjaga, mengembangkan potensi wisata kuliner dan belanja, dan menerapkan sapta pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, penuh kenangan).
Terdapat 7 (tujuh) strategi khusus yang yang dapat digunakan untuk mengembangkan wisata belanja dan kuliner di Kota Bandung, yaitu:
- Mempromosikan produk khusus, seperti jeans sebagai daya tarik utama wisata belanja Cihampelas,
- Menggunakan tujuan wisata belanja dan kuliner unggulan sebagai penarik pengunjung ke Kota Bandung,
- Realisasi program revitalisasi kawasan tujuan dengan dukungan dari pemerintah maupun pengelola,
- Menciptakan produk unggulan yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kawasan wisata belanja dan kuliner lain,
- Membuat atraksi wisata belanja dan kuliner yang tidak dimiliki kawasan wisata lain,
- Pembenahan fasilitas umum sebagai penunjang kegiatan pengunjung selama berada di kawasan wisata belanja,
- Mensosialisasikan peraturan pemerintah terkait mengenai standar teknis jaringan jalan. Dengan demikian wisata belanja dan kuliner di Kota Bandung akan Lestari. (*)