Udara pagi di kawasan Coblong, Kota Bandung, terasa hidup oleh suara tawa sekelompok anak muda di studio kecil Jalan Ir. H. Juanda, Rabu (5/11/2025). Mereka adalah tim Kranial Production, rumah produksi lahir dari semangat pertemanan masa SMA, kini tumbuh menjadi pelaku jasa kreatif aktif di Bandung,.
Zhafran Zharif, anggota pendiri Kranial Production, mengatakan bahwa ketertarikannya di dunia produksi berawal dari kegiatan ekskul di sekolah.
“Awalnya kami satu ekskul fotografi dan perfilman di SMA. Dulu cuma garap siaran langsung basket di Gor Pajajaran. Dari situ kami sadar, ternyata bisa menghasilkan karya yang dihargai orang,” ujarnya sambil memeriksa hasil video di layar monitor.
Dari pengalaman sederhana itu, mereka menemukan arah baru. Dunia visual yang dulu hanya sebatas hobi, kini menjadi panggung kerja nyata. Sejak resmi berdiri pada tahun 2022, Kranial Production tumbuh pesat dari proyek kecil siaran langsung sekolah hingga dipercaya menangani konser, konferensi, dan acara berskala nasional.
Sempat memiliki basecamp di Jalan Maskumambang, Kecamatan Lengkong, Kranial kini beroperasi berdasarkan proyek. Mereka hanya berkumpul saat ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama. Bagi mereka, hasil akhir yang baik lebih penting daripada di mana proses itu berlangsung.
Kranial juga menjalin kolaborasi erat dengan penyelenggara acara Seraya Bandung, yang didirikan oleh teman SMA mereka. Dari kerja sama itu, Kranial terlibat dalam berbagai proyek bergengsi seperti Festival Toto 2022, acara Mama Lemon di Kiara Artha Park, hingga konferensi internasional IFTDO di Jakarta. Bagi mereka, setiap proyek adalah tantangan baru sekaligus ajang untuk membuktikan kemampuan tim muda.
Dalam satu proyek besar, sekitar 10–15 anggota tetap bergabung dengan lebih dari 30 pekerja lepas tambahan. Setiap orang memiliki peran masing-masing, mulai dari bagian kamera, audio, hingga pengatur siaran langsung yang dipimpin oleh koordinator bernama Fariq. Pembagian tugas yang jelas membuat mereka bekerja cepat, teratur, dan tetap solid sebagai satu tim.

Bagi tim Kranial, konser musik menjadi pengalaman paling menantang sekaligus memacu semangat. Suasana panggung yang ramai, cahaya lampu yang berkilau, dan suara penonton yang menggema membuat setiap momen terasa hidup serta penuh energi kerja.
Setiap proyek selalu melewati pengawasan mutu internal sebelum dikirim ke klien. Kranial punya standar ketat agar hasilnya konsisten dan profesional. Namun, tantangan terbesar bukan soal teknis, melainkan komunikasi dengan klien perusahaan.
“Kadang revisinya banyak banget. Tapi di situ kita belajar sabar, belajar dengerin, dan tetap jaga profesionalitas,” tambah Zhafran.
Meski perjalanan tak selalu mudah, semangat mereka tak pernah redup. Kranial tumbuh bukan hanya karena kemampuan teknis, tapi karena rasa percaya dan kekompakan antar anggota.
“Kita udah kayak keluarga kecil. Kalau satu orang capek, yang lain otomatis bantu. Itu yang bikin Kranial tetap berdiri sampai sekarang,” ucap Zhafran.
Kini, Kranial Production bukan sekadar tim jasa visual. Mereka adalah representasi semangat muda Bandung yang bergerak cepat, penuh kreativitas, dan tak pernah berhenti belajar. Dari pertemanan yang sederhana, lahirlah mimpi besar yang kini bersinar di balik setiap layar siaran langsung. (*)