Ngabuburit artinya nunggu saat adzan magrib, dilakukan pada setiap bulan Ramadhan. Kegiatan ini entah sejak kapan, mungkin ratusan tahun lalu dilakukan oleh nenek moyang urang Sunda, di tanah Pasundan.
Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya. jika dulu warta Jawa Barat termasuk Bandung, ngabuburit caranya membersihkan diri atau mandi di tempat tertentu, atau main di sawah, nyeuneut lodong, ngaji di mesjid, dan kegiatan bermanfaat lainnya.
Mandi misalnya, di tahun 1990-an, di Bandung bisa dilakukan di beberapa sungai di sudut kota Bandung, Cikendal, Cikapundung, Situ Aksan, atau berenang di Centrum, atau di tempat tempat yang menjadi pos sumur bor buatan pemerintah kolonial.
Kini ngabuburit dilakukan kaum remaja dengan jalan-jalan ke Mall, bergandengan tangan, belanja dan akhirnya masuk kafe untuk buka, atau sekedar ta'jil. Dulu tempat pavorit ngabuburit ada di jalan Braga, Alun-alun Bandung atau Gedung Sate. Kini, selain tempat tadi ditambah berbagai tempat yang sangat "pabalatak". Cuma caranya yang berbeda, meski tema nya ngabuburit tapi esensi tradisinya menjadi berubah, maknanya pun menjadi berubah pula, tapi mereka tetap menghabiskan waktu dengan beraktifitas sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Memang, ngabuburit tidak dilakukan sendirian, melibatkan komunitas atau kelompok, atau dijadikan arena reuni,juga tentu saja melibatkan perasaan masing-masing. Yang paling sering adalah berkumpul dengan teman atau keluarga.
Di tahun 80 - 90 an, suasana ngabuburit kental dengan nuansa religi, siswa SD sampai SLTA tak jarang pergi bada Asar menuju mesjid, ngaji, tadarus, atau sekedar menjalankan tugas dari sekolah. Seiring kemajuan zaman, pernah ada zaman nonton bersama film-film Rhoma Irama, Benyamin S, dan Warkop, bukan di bioskop melainkan di layar tv yang diputar melalui kaset "besar" dan membayar dengan uang berbentuk bekas bungkus permen.
Atau pada masa masa sebelumnya ngabuburit diisi dengan permainan Sorodot Gaplok, Rerebonan, Egrang, Engklek (Taplak Gunung), Petak Umpet, Bentengan, dan Lompat Tali Karet, serta permainan keterampilan seperti Kelereng (Gundu), Bola Bekel, Gasing, Congklak (Dakon), l Layang-Layang, dll.

Bergeser ke tahun 90-an akhir, mulai anak-anak bermain Tetris, ada Ludo, monopoli, ular tangga dll.
Dan akhirnya awal tahun 2000-an menemukan Super Mario Bros Pac-Man, tetris, the Legend of Zelda,Space Invaders, yang sebetulnya ada di tahun 90-an, tapi berkembang di tahun 90-an.
Sampai tahun 2000 akhir lahir Permainan-permainan ini meliputi: empat persegi, skittles, mengambil tongkat, domino, menempelkan ekor pada keledai, permainan papan hitam kecil, puzzle, parasut raksasa, lompat tali panjang, balap tiga kaki, hula hoop, hopscotch, "Simon Says", quoits, kelereng, karet gelang, fly/stick, permainan kartu, balap telur dan lain-lain.
Kata ngabuburit kini menjadi kata yang menasional, merasuk ke relung relung budaya penjuru nusantara, jadi tidak hanya dilakukan oleh orang-orang suku Sunda saja, melainkan kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar maupun daerah-daerah lainnya. (*)