Ayo Netizen

Mengepakkan Sayap Ekonomi Kerakyatan Ketika Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Oleh: Muh Husen Arifin
Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Angin segar bagi Kota Bandung yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Antusias masyarakat tak sabar dibukanya Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung.

Kedatangan dan keberangkatan dalam suasana di bandara tersebut akan dibuka kembali. Detak jantung kota Bandung nampaknya semakin kencang terdengar ketika pesawat sudah mendarat di bandara yang penuh kenangan. 

Betapa senangnya masyarakat hingga mengomentari media sosial dengan positif. 

Hari kelam penerbangan di akhir tahun 2023, yang dipindahkan ke Bandara Kertajati, Majalengka. 

Semenjak dipindahkan ke Bandara yang baru. Masyarakat tak sedikit yang menyesalkan. Karena animo wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara lebih banyak mengeksplor di sekitar Kota Bandung. Surutnya kedatangan wisatawan mengakibatkan wilayah wisata mengalami penurunan yang signifikan. 

Dialihkannya kedatangan wisatawan yang hendak ke Bandung berdampak pada penghasilan pengusaha hotel, UMKM dan pengelolaan wisata yang kurang baik. 

Maka pendekatan kepada wisatawan yang hendak ke kota Bandung dilakukan sedemikian rupa, melalui fasilitas relaksasi namun tidak begitu banyak memberi jalan keluar.

Momentum Destinasi Wisata Berbenah

Tak bisa dilepaskan dari perencanaan pembukaan Bandara Husein Sastranegara, tempat wisata sangat bergairah. Ketergantungan kepada wisatawan memberi kesempatan kepada tempat wisata untuk berbenah dan membuat visual sebagus mungkin.

Ujungnya penerimaan pajak daerah akan meningkat. Pelaku usaha wisata yang tadinya lesu dan kurang bergairah, pelaku usaha kini tidak sabar menunggu gebyar kehadiran wisatawan. 

Dengan menggerakkan pelaku wisata yang otentik dan mencirikan kualitas maka wisatawan akan senang dan akan terus kembali ke Bandung. Letaknya adalah mendukung pariwisata berkelanjutan. 

Ekosistem pariwisata berkelanjutan menjadi peluang bagi pelaku wisata dalam mendorong minat wisatawan domestik dan mancanegara. Dukungannya dengan terus menjaga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 

Selain kemandirian destinasi wisata yang tergambarkan, ada hal lainnya yang patut disiapkan yaitu kemampuan pelaku usaha wisata untuk menyusun sistem digitalisasi pada tempat wisatanya. 

Aplikasi destinasi wisata sangat berpotensi untuk menggairahkan wisatawan. Apalagi informasi yang disampaikan selalu terbaru dengan harga yang terjangkau. 

Upaya berbenah ini wajib dimaksimalkan menjelang bandara Husein Sastranegara dibuka untuk penerbangan domestik, bahkan jika nantinya dibuka penerbangan bagi mancanegara. 

Kesiapan pelaku wisata menunggu kedatangan wisatawan mesti dicek ulang oleh pemerintah dengan kerjasama dan kolaborasi yang efektif. 

Bandara yang Dibanggakan

Berkibarnya perizinan dimulainya kembali bandara Husein Sastranegara membuat kebahagiaan masyarakat terang benderang, sumringah, berkah, dan memberikan jalan kebanggaan

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung sangat dibanggakan karena memiliki sejarah kedirgantaraan. Semenjak dinamakan Husein Sastranegara menjadi bandara komersial telah memberikan manfaat yang luas bagi penerbangan domestik maupun internasional. 

Berdasarkan sata statistik tahun 2018, penumpang dari dan ke kota Bandung sudah berada di angka 4.310.000, adapun pergerakan pesawat mencapai 31.865. angka ini cukup membanggakan.

Setelah pemerintah pusat memberikan izin operasional bandara kembali membuat masyarakat antusias, berdasar data terdapat delapan rute penerbangan yaitu 

Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang, dan Pekanbaru, adapun rute penerbangan internasional menuju Kuala Lumpur dan Singapura. 

Harapan masyarakat semoga dengan dibenahinya Bandara Husein Sastranegara ini menjadi gerbang penggerak perekonomian bagi kota Bandung dan sekitarnya. (*)

Reporter Muh Husen Arifin
Editor Andres Fatubun