Seberapa banyak dari kita yang betul-betul memahami sejarah yang ada di sekeliling kita? Salah satu warisan masa lalu yang dekat dengan masyarakat Rancaekek adalah Situs Candi Bojong Menje, sebuah tempat bersejarah yang terletak di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Meski tidak sebesar dan seterkenal candi-candi seperti Burobudur maupun Prambanan, situs ini tetap menyimpan bagian penting dari sejarah yang pernah ada di daerah ini.
Situs Candi Bojong Menje ditemukan pada tahun 2002. Penemuan ini selanjutnya diikuti dengan penelitian oleh arkeolog dan ditemukan berbagai bagian yang menunjukan adanya struktur candi. Dari penemuan yang awalnya tampak biasa, muncul sebuah warisan yang membawa cerita tentang sejarah dari lingkungan yang selama ini kita huni.
Sayangnya, Situs Candi Bojong Menje belum mendapatkan perhatian yang layak sebanding dengan sejarahnya. Posisi candi yang dikelilingi oleh kawasan industri membuatnya mudah terabaikan. Bagi orang-orang yang selalu melewati lokasi ini, keberadaannya mungkin sudah terasa biasa saja. Tidak banyak yang berhenti untuk menggali informasi tentang bagaimana candi ini ditemukan, dari zaman mana candi ini berasal, atau alasan mengapa peninggalan ini masih penting.

Hal ini juga tampak dalam berita Tempo pada Mei 2024 oleh Anwar Siswandi. Situs Candi Bojong Menje disebutkan telah tidak terurus selama belasan tahun sejak ditemukan. Terletak diantara perumahan penduduk dan dikelilingi oleh kawasan industri. Sementara keadaan situs saat itu masih berupa batu yang belum ditata kembali seperti candi. Dalam berita yang sama, pengelola situs juga berharap agar dilakukan penggalian supaya Situs Candi Bojong Menje dapat menjadi wisata edukasi untuk masyarakat luas.
Padahal sebenarnya, kedekatan dengan suatu warisan sejarah seharusnya dapat memberikan peluang untuk memahami sejarah dari lokasi yang paling dekat dengan diri kita. Kita seringkali belajar tentang sejarah lewat buku, museum, atau tempat-tempat yang terkenal, tetapi sering kali melupakan bahwa lingkungan tempat kita dibesarkan juga memiliki kisahnya sendiri. Candi Bojong Menje merupakan salah satu dari bagian kecil ini.
Mengutip dari Tirto.id 2024 oleh Gilang Ramadhan, usia Situs Candi Bojong Menje diperkirakan setara dengan Candi Dieng, bahkan lebih tua dari candi-candi lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang artinya Jawa Barat ternyata menyimpan kisah yang sama tuanya. Karena itu, UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya menegaskan bahwa cagar budaya perlu dilestarikan karena mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, maupun kebudayaan.
Baca Juga: Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita
Di daerah ini, masyarakat, khususnya generasi muda, bisa ikut serta. Mengenali sejarah tidak perlu dimulai dengan menjadi seorang pakar sejarah, tetapi cukup dengan rasa penasaran terhadap apa yang terjadi di sekeliling kita. Menyelidiki cerita tentang Situs Candi Bojong Menje, mendiskusikannya, atau memperkenalkannya melalui karya dan platform media sosial yang bisa menjadi cara mudah untuk membuat ceritanya tetap hidup. Saat kita memahami arti dari sebuah warisan, rasa peduli dan memiliki juga dapat berkembang dengan sendirinya.
Situs Candi Bojong Menje bisa jadi hanya sepotong kecil dari sejarah, tetapi sejarah yang lengkap disusun dari banyak bagian kecil yang tidak semuanya dikenal. Jika kita tidak mengenalnya sekarang, semakin sedikit orang yang bisa menceritakannya pada generasi yang akan datang. Oleh karena itu, kita tidak perlu menunggu Situs Candi Bojong Menje untuk menjadi terkenal untuk kita mulai peduli. Cukup dengan mulai mengenal dan memahami cerita yang ada di sekitar kita. (*)