Ada satu kuliner yang selalu berhasil mencuri perhatian mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung: Pangsit Ayam Mang Elang.
Bukan sekadar mie ayam biasa, tapi sajian yang pelan-pelan membentuk reputasi “wajib coba” bagi siapa pun yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kampus 1.
Keistimewaan itu terasa sejak helai mie pertama. Tekstur mienya kenyal dengan tebal, mengingatkan pada mie udon, namun tetap membawa karakter mie ayam khas Indonesia. Setiap gigitan menghadirkan sensasi menggigit yang memuaskan, seolah Mang Elang sengaja meracik adonan untuk mempertahankan kekenyalan dari awal hingga suapan terakhir. Tidak ada mie yang cepat lembek, tidak ada rasa hambar—hanya konsistensi yang terjaga rapi.
Bumbunya menjadi alasan lain mengapa banyak yang rela antre panjang. Racikan Mang Elang terkenal beraroma kuat dan meresap, dengan perpaduan pedas manis yang menempel merata pada mie. R
asa hangat dan manis gurihnya berpadu tanpa berebut dominasi, menciptakan harmoni yang sulit ditolak, terutama bagi mahasiswa yang mencari kenyamanan di sela padatnya jadwal kuliah.
Setiap mangkuk semakin kaya dengan hadirnya suwiran ayam khas mie ayam tradisional. Teksturnya lembut, bumbunya meresap, dan porsinya tidak pelit membuat sajian ini terasa “niat” meski berada di kantin kampus. Suwiran itu berpadu serasi dengan mienya yang tebal, menghasilkan sensasi makan yang solid dari awal hingga akhir.
Dan tentu saja, bintang sampingannya: pangsit krispi. Renyahnya terdengar jelas bahkan di tengah riuhnya suasana kantin. Kulit pangsitnya tipis, tidak berminyak, dan digoreng hingga keemasan. Saat dicocol ke bumbu atau disantap bersamaan dengan mie, pangsit ini menghadirkan kontras tekstur yang begitu menyenangkan yakni kering, renyah, dan gurih dalam satu gigitan.
Beberapa mahasiswa mengaku bahwa seporsi pangsit ayam Mang Elang bisa menjadi pelarian kecil dari tekanan tugas kuliah.
“Mienya beda, tebal tapi tetap enak digigit. Bumbunya juga nendang banget. Pangsitnya sih favorit aku, renyah parah,” ujar Highcall, salah satu pengunjung setia.
Bagi sebagian besar mahasiswa, Mang Elang bukan sekadar tempat makan, tapi tempat menemukan rasa nyaman di tengah padatnya rutinitas kampus.
Dengan tekstur mie yang unik, racikan bumbu yang kuat, dan pangsit crispy yang menjadi ikon, Pangsit Ayam Mang Elang menghadirkan pengalaman kuliner kampus yang lebih dari sekadar mengisi perut. (*)