Di tengah hiruk pikuk kehidupan kampus, di mana mahasiswa bergegas dari kelas ke kelas, ada satu tempat yang menawarkan kelegaan bagi perut yang keroncongan. Diawali dengan aroma harum bumbu yang menggoda, Bakmi OBC (Onny Barber Center) muncul sebagai tempat pelarian bagi para pencari makanan di tengah kesibukan.
Bagi penggemar bakmi yang tak ingin menguras dompet, pilihan baru “Jajan Yuk” hadir di Jl. Rancabentang No.12, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat. Di sini, setiap suapan bakmi tidak hanya menawarkan kenikmatan rasa, tetapi juga menjadi solusi praktis untuk mengisi ulang energi. Tempat ini bisa jadi rekomendasi disaat ingin makan bakmi, apalagi untuk para mahasiswa. Selain tempatnya yang dekat dengan kampus Unpar ( Universitas Katolik Parahyangan), bakmi ini sangat cocok untuk mahasiswa, karena harganya yang terjangkau.
Tempat sederhana yang dikelola oleh Nurhayati (31), ia menjual bakminya dengan harga mulai dari Rp. 20 ribu. Dengan harga tersebut sudah bisa menikmati bakmi.
“Harga bakmi disini kita jual mulai dari Rp 20 ribu untuk porsi normal dan Rp 25 ribu untuk porsi yang jumbo,” ungkap Nurhayati selaku penjual saat diwawancara langsung di OBC.
Selain bakmi, ia juga menjual makanan yang lainnya, seperti Chick Lin, Nasi ayam panggang/madu, Kwetiau ayam panggang/madu, Bihun, Soun Cabe Garam.
“Selain berjualan bakmi saya juga menjual menu lainnya, seperti chick lin, nasi ayam panggang/madu, kwetiau ayam panggang/madu, bihun, dan soun cabe garam, cuman emang yang best seller itu di bakmi ayam madu,” jelasnya saat diwawancarai langsung di OBC.
Adaptasi Terhadap Perubahan Pasar
Di era digital seperti sekarang, jika tidak mengikuti perkembangan zaman pasti para usahawan akan mengalami penurunan penjualan atau bahkan kebangkrutan. Persaingan pasar di zaman sekarang semakin ketat, pedagang UMKN di paksa harus terus berinovasi, apalagi untuk sistem penjualannya.
Seperti hal nya dengan Nurhayani (31), seorang pedagang bakmi yang tidak hanya menggandalkan penjualan dari tempat fisiknya saja, tetapi sudah menerapkan sistem berjualan dengan platform digital, yang memungkinkan pelanggan yang membeli bakminya menjadi banyak, karena tidak hanya mengandalkan penjualan yang secara tempat fisiknya saja.
Platform digital yang ia gunakan adalah Shopee Food, selain bisa menaikan penjualannya ini juga bisa mempermudah pelanggan. Sebab jika pelanggan sedang di rumah atau bahkan tidak bisa pergi ke tempatnya langsung, bisa order lewat Shopee Food.
Apalagi untuk gen-z, ini sangat memudahkan sekali karena dari rumah pun kita bisa merasakan kenikmatan bakmi buatan Nurhayani ini dengan hanya klik saja. Jadi kalau kalian ingin mencoba bakmi ini dan malas untuk keluar rumah, pesan dari aplikasi Shopee Food ini bisa menjadi solusinya.
Respon Pembeli
Di tengah riuhnya kehidupan kota Bandung, Bakmi OBC hadir sebagai salah satu destinasi kuliner yang menarik perhatian orang-orang. Salah satunya adalah Mahardika (19), seorang mahasiswa yang baru saja menikmati seporsi bakmi. Saat diwawancarai mengenai daya tarik yang membuatnya memilih bakmi di sini, ia dengan penuh semangat menjawab aroma bakmi di sini sangat menggoda dan memang rasanya pun enak.
Rata-rata orang yang membeli bakmi ini mendapatkan informasinya itu dari temannya.
“Tau tempat ini sih dari temen, dia ngasih tau kalo bakmi disini enak terus murah juga,” ujarnya.
Informasi dari teman memang sering menjadi rekomendasi yang terpercaya, dan pengalaman langsung ini semakin memperkuat keputusan untuk mencobanya.
Bakmi OBC tidak hanya menawarkan kenikmatan makanan, tetapi juga menciptakan pengalaman bersantap yang lengkap. Dengan aroma yang menggoda dan tampilan yang menarik, restoran ini berhasil menarik perhatian dan hati pelanggan, sehingga membuat mereka kembali lagi.
Mengawali Perjalanan: Tale of First Sale
Nurhayati (31) adalah seorang pengusaha wanita yang telah mengubah passion-nya menjadi bisnis yang sukses sejak tahun 2016. Dengan semangat yang menggebu, ia memulai usaha bakmi di tengah persaingan kuliner yang ketat.
“Saya selalu mencintai masakan, terutama bakmi. Dari situlah muncul ide untuk menjadikannya sebagai usaha saya,” ungkap Nurhayati.
Setelah menempuh banyak rintangan, Nurhayati memutuskan untuk membuka warung bakmi di sebuah lokasi strategis. Ia memulainya dengan modal terbatas, tetapi dengan tekad yang kuat.
“Awal-awal pasti gak mudah, tapi saya harus belajar banyak tentang cara mengelola usaha dan memenuhi ekspektasi pelanggan,” kenangnya. Dari mengatur bahan baku hingga menciptakan resep yang sempurna, setiap langkah diambil dengan hati-hati.
Baca Juga: Jejak Rempah di Sepiring Ayam Geprek Favorit Anak Kos
Perlahan, usaha Nurhayati mulai menunjukkan hasil. Umpan balik positif dari pelanggan yang mencicipi bakminya menjadi motivasi besar baginya.
“Saya sangat senang melihat pelanggan puas dengan makanan yang saya sajikan. Rasanya seperti kerja keras saya terbayarkan,” ujarnya.
Salah satu best moment bagi Nurhayati ketika salah satu pelanggan mengatakan: “Bakmi di sini enak ya! Ga nyesel beli!”
Pujian ini memberikan semangat lebih untuk terus meningkatkan kualitas hidangannya. Nurhayati pun berkomitmen untuk memberikan hanya yang terbaik, baik dari segi rasa maupun penyajian.
Namun, perjalanan Nurhayati di dunia kuliner belum sepenuhnya terukir. Dengan bekal pengalaman dan keberanian, ia kini merencanakan langkah baru untuk membawa Bakmi OBC lebih jauh lagi. Akankah ia membuka cabang di tempat lain? Atau mungkin menghadirkan inovasi menu yang lebih menarik?
Satu hal yang pasti, semangat dan dedikasinya akan terus menjadi pendorong utama. Dalam dunia yang terus berubah, apa yang akan terjadi di masa depan bagi Nurhayati dan Bakmi OBC masih menjadi misteri yang menggantung, menunggu untuk diungkapkan. (*)