Hampir setiap perjalanan di Kota Bandung terasa menyebalkan karena macet tidak ada habisnya. Kadang saya sampai kesal karena waktu tempuh jadi tidak pasti dan terlalu lama tidak ada pergerakan.
Di beberapa ruas jalan, kendaraan menumpuk panjang hingga memenuhi hampir seluruh jalur utama yang saya lalui. Situasi seperti ini saya dokumentasikan sendiri dan menunjukkan kemacetan yang muncul waktu - waktu tertentu yang tidak terprediski
Pengaturan lampu merah terlihat kurang seimbang di beberapa persimpangan jalan besar dan menahan kendaraan terlalu lama. Antrean yang memanjang sering menutup jalur lain dan memperburuk kepadatan arus lalu lintas.
Kemacetan semakin parah saat hujan karena banyak pengendara melambat secara bersamaan hingga arus kendaraan tersendat. Kondisi seperti ini sering kali terjadi ketika perjalanan pulang terhenti di simpang besar yang tidak bergerak sedikitpun.
Beberapa ruas jalan menyempit akibat parkir liar yang muncul tanpa pengawasan memadai pada jam sibuk. Pengendara akhirnya harus bergantian melintas sehingga arus lalu lintas menjadi jauh kurang efisien.
Jumlah kendaraan tampak meningkat dan tidak sebanding dengan kapasitas jalan utama di sejumlah wilayah kota. Jumlah kendaraan yang terus meningkat membuat macet muncul tidak hanya di jam sibuk, tapi juga saat jalan relatif sepi.
Perjalanan yang biasanya cepat sering terasa lebih lama bagi warga karena padat kendaaraan di banyak ruas jalan. Akibatnya, produktivitas terganggu, waktu berharga terbuang, dan mobilitas harian jadi kurang nyaman.

Masalah kemacetan ini membuat Wali Kota Bandung Muhammad Farhan perlu meninjau ulang penataan lalu-lintas. Beberapa titik di kota sebaiknya diatur ulang agar pengendara tidak terus terjebak antrean panjang.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan perlu mempertimbangkan penyesuaian durasi lampu merah pada persimpangan besar yang sering padat. Pengaturan yang lebih seimbang dapat membantu melancarkan arus kendaraan pada berbagai waktu.
Baca Juga: Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita
Penertiban parkir liar menjadi langkah penting karena penyempitan jalur membuat kendaraan sulit bergerak lancar. Pengawasan yang konsisten diperlukan agar pengendara memiliki ruang aman saat melintas di area ramai.
Perbaikan sistem lalu lintas perlu dilakukan secara bertahap namun konsisten agar dampaknya terasa bagi masyarakat. Upaya kecil yang diterapkan dengan baik dapat meningkatkan kualitas mobilitas warga di berbagai wilayah kota.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan diharapkan memberi perhatian serius terhadap masalah kemacetan yang terus berkembang saat ini. Dengan kerja sama antara pemerintah dan warga, lalu lintas Bandung dapat menjadi lebih tertib dan nyaman. (*)