AYOBANDUNG.ID -- Selama bulan Ramadan, konten bernuansa Islami membanjiri linimasa. Mulai dari poster, caption media sosial, hingga artikel reflektif. Masalahnya, banyak konten terasa seragam karena pilihan katanya itu-itu saja.
Padahal, dengan bantuan tesaurus, pesan kebaikan bisa disampaikan dengan bahasa yang lebih segar tanpa mengubah makna. Berikut lima kata yang paling sering muncul saat Ramadan, beserta padanan katanya agar konten Islami tidak monoton.
1. Berbagi
Kata ini hampir selalu muncul dalam ajakan kebaikan selama Ramadan. Agar tidak terasa klise, ada beberapa padanan kata yang bisa dipakai sesuai konteks.
Padanan kata yang bisa digunakan:
- menyalurkan
- menyumbangkan
- mengulurkan bantuan
- memberikan
- menginfakkan
Contoh:
Alih-alih menulis “Mari berbagi di bulan Ramadan”, kamu bisa menulis “Mari menyalurkan kebaikan di bulan Ramadan”.
2. Berkah
Berkah adalah kata favorit selama Ramadan. Karena terlalu sering dipakai, kata ini kerap kehilangan daya tarik.
Padanan kata yang bisa dipertimbangkan:
- karunia
- anugerah
- limpahan rahmat
- kebaikan
Contoh:
“Bulan penuh berkah” bisa diganti menjadi “bulan penuh karunia”.
3. Ibadah
Kata ibadah sering dipakai untuk berbagai aktivitas keagamaan. Untuk menghindari pengulangan, variasi diksi berikut bisa digunakan.
Padanan kata ibadah:
- pengabdian
- amal
- perbuatan kebajikan
- pengamalan ajaran
Contoh:
“Meningkatkan ibadah di bulan Ramadan” bisa menjadi “meningkatkan amal dan pengabdian di bulan Ramadan”.

4. Pahala
Dalam ajakan berbuat baik, kata pahala hampir selalu hadir. Padahal, ada alternatif diksi yang tetap aman secara makna.
Padanan kata yang bisa digunakan:
- ganjaran
- balasan kebaikan
- nilai ibadah
Contoh:
“Pahala berlipat ganda” dapat ditulis sebagai “balasan kebaikan yang berlipat”.
5. Doa
Doa biasanya muncul di akhir caption atau paragraf penutup. Agar tidak repetitif, beberapa padanan berikut bisa dipakai.
Padanan kata doa:
- permohonan
- harapan
- munajat
- pinta
Contoh:
“Semoga doa kita dikabulkan” bisa diganti dengan “semoga permohonan kita dikabulkan”.
Baca Juga: Kata-Kata Khas Ramadan yang Sering Salah Kaprah
Meski tesaurus sangat membantu, tidak semua padanan kata bisa digunakan di semua konteks. Setiap kata memiliki nuansa makna yang berbeda. Karena itu, pastikan tetap menyesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan.
Konten Islami yang baik bukan hanya soal niat, tetapi juga cara menyampaikan. Dengan memanfaatkan tesaurus, pesan Ramadan bisa terasa lebih hidup dan tidak terjebak pengulangan kata.
Bahasa yang segar membantu pesan kebaikan sampai ke pembaca dengan lebih kuat.