Semangat kebersamaan begitu terasa dalam Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang (1991–1995) yang mengusung tema "Ngahiji Ngabina Kahadean Subang". Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, di GOR Gotong Royong, Subang, ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan momentum mempererat tali silaturahmi, mengenang perjalanan masa sekolah, sekaligus memperkuat kepedulian alumni terhadap almamater dan masyarakat.
Sejak registrasi dibuka pukul 07.30 WIB, suasana hangat langsung terasa. Alumni dari lima angkatan saling menyapa, bertukar cerita, dan melepas rindu setelah sekian lama menempuh perjalanan hidup masing-masing. Alunan Welcome Song semakin menghidupkan suasana, membawa para peserta kembali pada kenangan masa berseragam putih abu-abu.
Di area kegiatan, peserta juga dapat mengunjungi berbagai stan UMKM milik alumni. Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari peuyeum Ciruluk, papais, opak, hingga aneka kuliner khas Subang yang menambah semarak suasana reuni.
Tepat pukul 09.00 WIB, acara resmi dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Subang sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan daerah yang menjadi bagian dari perjalanan para alumni.
Setelah pembacaan doa, Ketua Panitia, Ristiaji Ari Wibowo, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sekaligus harapan agar reuni ini menjadi awal semakin eratnya kebersamaan antarlulusan SMA Negeri 1 Subang. Suasana semakin semarak ketika Jingle Reuni dikumandangkan sebagai simbol persatuan lima angkatan.
Reuni tahun ini dihadiri 684 alumni, terdiri atas 118 alumni Angkatan 1991, 167 alumni Angkatan 1992, 133 alumni Angkatan 1993, 136 alumni Angkatan 1994, dan 130 alumni Angkatan 1995.
Sambutan kemudian disampaikan oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, yang juga merupakan alumni Angkatan 1991, dilanjutkan oleh Kepala SMA Negeri 1 Subang. Pada kesempatan tersebut, alumni menyerahkan Donasi Alumni Peduli Pendidikan serta bantuan untuk renovasi Masjid As Sholihin sebagai wujud kepedulian terhadap almamater.
Nuansa nostalgia semakin kuat saat diputar Video Memorabilia Alumni 1991–1995 yang membawa peserta kembali mengenang berbagai momen berharga selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Subang.
Kenangan masa sekolah semakin hidup melalui sesi Talk Show Nostalgia yang menghadirkan alumni berprestasi dari setiap angkatan, yakni Dian Kustiadi (1991), Muhammad Syafir (1992), Fanny Faradilla (1993), Dede Sunarya (1994), dan Asep Irpan Rosadi (1995). Mereka berbagi kisah perjalanan hidup, pengalaman, serta kenangan yang menginspirasi. Kehadiran dua guru tercinta, Bapak Karya Nugraha dan Bapak Haryanov, semakin menghangatkan suasana dengan cerita dan pesan-pesan penuh makna.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pendidik, panitia menyerahkan cinderamata kepada para guru sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasi mereka dalam mendidik dan membimbing para siswa hingga berhasil menapaki berbagai profesi.

Memasuki siang hari, suasana semakin semarak dengan penampilan band alumni, sesi foto bersama setiap angkatan, permainan interaktif, pembagian doorprize, makan siang bersama, hingga hiburan musik yang dibawakan para alumni. Seluruh rangkaian acara seolah menjadi pemanasan menjelang momen yang paling dinantikan.
Tepat pukul 13.45 WIB, riuh tepuk tangan dan sorak sorai memenuhi GOR Gotong Royong ketika grup musik legendaris Java Jive naik ke atas panggung. Kehadiran band yang menjadi ikon musik pop Indonesia pada era 1990-an itu seketika membawa ribuan kenangan kembali hidup. Para alumni yang sebelumnya larut dalam obrolan spontan berdiri, mendekat ke depan panggung, dan bernyanyi bersama sejak lagu pertama dimainkan.
Selama lebih dari satu jam, Java Jive menghadirkan konser nostalgia yang membangkitkan memori masa remaja para alumni. Lagu-lagu hit seperti "Selalu Untuk Selamanya", "Kau yang Terindah", "Gerangan Cinta", "Gadis Malam", "Permataku", "Keliru", "Menikah", "Hilang", "Sisa Semalam", hingga "Dansa Yo Dansa" menggema di seluruh arena. Hampir tak ada satu pun penonton yang hanya duduk diam. Mereka larut bernyanyi bersama, bertepuk tangan mengikuti irama, bahkan saling berangkulan menikmati setiap lagu yang pernah menjadi soundtrack masa SMA.

Penampilan enam personel Java Jive Fathur, Danny, Noey, Capung, Edwin, dan Tonny tampil penuh energi dan sukses membangun kedekatan dengan penonton. Bukan sekadar konser, penampilan mereka menjadi mesin waktu yang membawa para alumni kembali ke era 1990-an, ketika lagu-lagu Java Jive akrab mengiringi kisah persahabatan, cinta pertama, hingga berbagai kenangan indah semasa sekolah.
Tak heran jika konser Java Jive menjadi klimaks sekaligus momen paling berkesan dalam reuni lima angkatan tersebut. Suasana penuh kegembiraan, tawa, dan nyanyian bersama menjadi penutup yang sempurna sebelum acara berakhir.
Usai konser, para alumni kembali memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama guru dan sahabat-sahabat lama sebelum seluruh rangkaian kegiatan resmi ditutup pada pukul 16.00 WIB.
Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan. Lebih dari sekadar mengenang masa lalu, reuni ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperluas jejaring antarsesama alumni, memperkuat kepedulian terhadap almamater, serta menumbuhkan semangat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan maupun masyarakat. Konser Java Jive pun menjadi penutup yang sempurna, mengikat seluruh kenangan dalam satu sore penuh kebersamaan yang akan terus dikenang. (*)