Ayo Netizen

Upaya Membangun Keadaban Berkoperasi

Oleh: Muh Husen Arifin
Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)

Keseriusan pemerintah membuat koperasi sebagai gerbang penggerak perekonomian masih menjadi perbincangan hangat baik di lingkup kantor maupun di warung kopi. 

Koperasi desa merah putih (KDMP) digadang-gadang sebagai simbol kedaulatan perekonomian yang dimulai dari akar rumput. Namun memunculkan beragam perdebatan. Benarkah kebijakan mendirikan KDMP sebagai penentu bangkitnya perekonomian desa? Apakah sudah sesuai perencanaan yang diharapkan masyarakat desa? 

Ketertarikan masyarakat kepada KDMP belum dianggap krusial tetapi membentuk opini baru tentang bagaimana jika KDMP tidak bisa berdiri lebih lama dan cenderung tidak ada minat dari masyarakat untuk membeli produk-produknya? 

Sementara masyarakat desa lebih antusias untuk mendapatkan kesejahteraan dengan skema lain seperti bantuan sosial. Tetapi jika KDMP berinovasi lebih unggul daripada sekadar mendirikan toko serba ada mungkin sangat dinantikan.

Peresmiannya sudah dilaksanakan, artinya KDMP ini secara resmi membuka pintu dagang untuk masyarakat desa. Ruang berekonomi kerakyatan melalui KDMP ini sangat diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat berbelanja dibandingkan dengan toko lainnya.

Benarkah Dilatih Manajerial?

Baru-baru ini berita duka tersiar terdapat lima calon manajer yang meninggal dunia di saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (Latsarmil). Terungkapnya berita duka ini sangat ganjil dan membuat masyarakat menyikapinya geram dan tidak habis dipikir lagi. 

Benarkah latihannya tentang manajemen perkoperasian atau manajemen ritel yang lebih dibutuhkan dibandingkan asas disiplin ala militer? 

Kalau calon manajer KDMP ini meregang nyawa akibat gangguan kesehatan tentu tidak seharusnya dilaksanakan Latsarmil melainkan mengedepankan prinsip latihan dasar kepemimpinan berkoperasi. 

Memang tidak benar jika diuraikan tentang Latsarmil berdampak pada aktivitas koperasi. Bahkan di tingkat mahasiswa yang menjalankan unit kegiatan mahasiswa bidang koperasi pun tidak sampai menggunakan cara-cara militer untuk menggugah kesadaran berkoperasi. 

Dalam berkoperasi yang dibutuhkan berkaitan konsep dan aplikasi berkoperasi, berdisiplin dalam manajemen waktu, manajemen pendidikan koperasi, manajemen sumberdaya, dan melakukan praktik berperilaku seperti menyapa konsumen dan mempersilakan konsumen berbelanja. Lebih baik lagi jika mendekatkan pada aspek kemanusiaan dengan kemampuan berinteraksi antar sesama, antara penjual dan pelanggan, layanan yang bersifat kekhasan antar wilayah.

Jika diarahkan kepada praktik tersebut maka hasilnya semakin meyakinkan. Calon manajer KDMP berkesempatan untuk mewakili pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat desa. 

Koperasi yang Jujur

Sejak lama keberadaan koperasi sebagai gerbang penggerak perekonomian, masyarakat merasakan manfaatnya, dan terbantu oleh kehadiran koperasi. Masyarakat bersukarela mengikuti keanggotaan dalam koperasi. 

Koperasilah yang membuat masyarakat antusias untuk mendapatkan kesejahteraan dengan skema yang diberikan dan tentunya memiliki kesempatan yang sama kepada anggotanya. 

Dalam perjalanannya, terdapat koperasi yang ugal-ugalan tidak bisa bertanggung jawab terhadap anggotanya, menikung dana anggota, menghilangkan jejak keuangannya. Terlepas dari kenyataan tersebut, anggota dari koperasi sering menunjukkan loyalitasnya. 

Kebanyakan anggotanya mempercayai koperasi sebagai tempat yang aman bertransaksi. Sehingga kepercayaan tersebut sering disalahartikan dan disalahgunakan tanpa mengerti atas dasar kebohongan yang dilakukan oleh pengelola koperasi. 

Letaknya kepada masyarakat yang sudah terlanjur percaya seratus persen namun diabaikan begitu saja. Miris sekali mendapatkan koperasi yang dana anggota digunakan secara tidak adil. Efeknya, koperasi yang unggul terdampak secara tidak langsung. 

Koperasi yang jujur dan terbuka sangat berpotensi untuk dikembangkan, pendanaan yang tepat, pengelolaan yang terpercaya mesti ada di dalam tubuh KDMP. 

Tidak boleh ada alasan untuk pengelolaan KDMP dikorupsi sejak dini. Tidak boleh ada niatan pengelolaan KDMP ditemukan penyelewengan yang masif. Hadirnya KDMP harus dijunjung tinggi, setinggi harapan bapak pendiri koperasi Indonesia. Sumbangsih pemikiran Bung Hatta wajib mendarah daging di calon manajer KDMP.

 

Apabila ditemukan penyalahgunaan kewenangan baik secara langsung dan tidak langsung akan berakibat fatal dan tindakan yang merugikan tersebut pasti memunculkan problematika baru.

KDMP harus hadir sebagai solusi berekonomi kerakyatan yang berkeadilan bagi masyarakat Indonesia. Tentu saja, akan ditunggu gebrakannya yang positif. Setelah rekrutmen calon manajer hingga pelaksanaan latihan dasar kemiliteran. Apakah rekrutmen calon-calon yang lainnya di dalam struktur KDMP mendapatkan fasilitas yang sama seperti calon manajer KDMP? Pantas disoroti. Agenda berkoperasi bukan sekadar program mengerakkan ekonomi rakyat, berkoperasi memberikan wadah berekonomi yang setara, bergotong-royong, dan berkoperasi bukan berkompetisi menciptakan kehidupan yang hedonis. 

Sisakan pertanyaan sederhana dengan menunggu KDMP mendapatkan manajer terpilih, sanggupkah pemerintah membangun keadaban berkoperasi? Atau justru muncul kekhawatiran yang sama seperti kasus program lainnya. Mari menyimak, bersiap belanja di KDMP dengan tegak. (*)

Reporter Muh Husen Arifin
Editor Aris Abdulsalam