Ayo Netizen

Kemacetan Paskal Tiada Henti: Sampai Kapan Pengendara Harus Saling Serobot?

Oleh: Rahma Tsania Putri
Kondisi arus lalu lintas di kawasan Jalan Pasirkaliki (Paskal), Kota Bandung, yang mengalami kepadatan dan antrean panjang kendaraan. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Rahma Tsania Putri)

BANDUNG, AyoBandung — Kemacetan parah Kembali menjadi keluhan harian warga dan pengunjung yang melintasi kawasan Jalan Pasirkaliki (Paskal), Kota Bandung. Jalur strategis yang menghubungkan area Stasiun Bandung dengan pusat perbelanjaan dan sekolah ini hampir setiap hari ditutup antrean kendaraan yang mengular.

Kepadatan lalu lintas di Paskal biasanya memuncak pada jam_jam sibuk pagi hari saat jam berangkat sekolah dan kantor, serta sore hingga malam hari saat warga mulai keluar untuk berburu kuliner atau nongkrong.

Tingginya volume kendaraan pribadi yang melintas sebenar nya bukan satu-satunya penyebab. Dilapangan, kemacetan kian di perparah oleh kebiasaan Sebagian pengendara yang berhenti sembarangnan di bahu jalan untuk drop-off penumpang, antrean keadaan yang memakan dua lajur menuju area mall, hingga aksi premotor yang nekat memotong jalur lawan arah demi menerobos antrean.

Kondisi saling serobot ini membuat arus lalu lintas dari dua arah kerap terkunci total. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sesama pengguna kendaraan yang terbuang waktunya, tetapi juga para pejalan kaki yang kehilangan akses zebra cross dan trotoar karna tertutup rapat oleh kendaraan yang berhenti berdempetan.

Menghadapi situasi ini, penanganan kemacetan di Paskal memang memerlukan langkah nyata dari pihak pemerintah dan kepolisian, seperti penertiban [parker liar serta penempatan bertugas di titik-titik rawan kemacetan.

Namun, Solusi terbaik tetap Kembali pada kedewasaan kita di jalan raya. Perubahan bisa di mulai dari hal-hal kecil seperti belajar menahan emosi,tidak memotong jalur orang lain, serta selalu memberikan hak bagi pejalan kaki. Selain itu, Menggunakan transportasi umum maupun layanan ride-sharing saat berkunjung ke Paskal dapat membantu mengurangi kepadatan jalan.

Jika kesadaran berlalu lintas tidak pernah kita mulai dari diri sendiri, kemacetan di Paskal akan terus menjadi masalah yang merugikan waktu, tenaga, dan kenyamanan seluruh warga Bandung.(*)

Reporter Rahma Tsania Putri
Editor Aris Abdulsalam