Ayo Netizen

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Oleh: Dias Ashari
Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Membicarakan keberadaan transportasi umum memang selalu menarik perhatian. Tidak hanya eksistensinya yang masih cukup bertahan di zaman yang serba modern melainkan juga ketertarikan masyarakat lokalnya untuk menghidupi ekosistem di jalanan.

Meski demikian sebetulnya penggunaan transportasi sudah mulai berkurang dari tahun ke tahun. Dilansir dari Radar Cirebon bahwa terjadi penurunan armada dan penumpang yang dimana Dinas Perhubungan (DISHUB) untuk beberapa trayek di Kota Cirebon (D7,D8,D9,D10) yang mengalami penurunan minat yang sangat signifikan.

Lalu bagaimana dengan becak ? jika dibandingkan dengan angkot sangat dipastikan penurunannya sangat jauh. Dilansir dari laman Pemerintah Kota Cirebon Pada pendataan resmi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, jumlah becak yang beroperasi sempat mencapai sekitar 5.000 unit. Saat ini, jumlah armada aktif yang tersisa di lapangan diperkirakan menyusut signifikan; sebagai gambaran, program intervensi sosial terbaru seperti pembagian bantuan kendaraan modern (becak listrik) tahap awal hanya menyasar sekitar 200 unit becak konvensional aktif yang masih tersisa di Kota Cirebon dan 300 unit di Kabupaten Cirebon.

Di Cirebon sendiri becak masih diminati oleh beberapa kalangan manula dan mereka yang memiliki kepentingan untuk berbelanja di pasar tradisional. Dari pengamatan yang saya lakukan beberapa becak juga ngetem di sekitaran mall yang memiliki pengunjung yang cukup banyak. Tak hanya itu pemilik becak juga menawarkan jasa untuk menemani keliling Kota Cirebon kepada para turis lokal.

Meski pada realitasnya tidak mudah untuk mendapatkan pelanggan dari kalangan muda, mereka memiliki pelanggan tetap dari sejumlah ibu-ibu yang tidak memiliki kendaraan pribadi dan berbelanja barang dalam jumlah yang banyak. Hal ini juga diperkuat dengan beberapa pertanyaan yang pernah saya perbincangkan dengan driver ketika menggunakan jasa transportasi online.

Mba kalau disini becak memang masih ada tapi cuman ada di beberapa titik ramai seperti pasar tradisional dan pusat perbelanjaan mall. Biasanya yang masih menggunakan becak itu adalah pelanggan tetap seperti ibu-ibu yang tidak bisa motor, pasangan atau turis lokal sih mba.

Melalui perbincangan itu saya jadi paham seberapa besar minat masyarakat yang masih setia menggunakan transportasi becak di Cirebon. Lewat informasi itu saya merasa senang dan bersyukur bahwa becak tidak sepenuhnya ditinggalkan zaman. Karena menurut saya mereka adalah kalangan yang selalu terabaikan oleh pertumbuhan zaman. Dibiarkan hidup dengan peluang ekonomi yang sangat minim. Bisa kita lihat bagaimana mereka bertahan hidup di usia senja yang terkadang menjadikan becak tidak hanya sebagai alat mencari rezeki melainkan juga sebagai tempat berteduh dari hujan, teriknya matahari dan dinginnya malam. Meski becak tidak sepenuhnya menjamin keamanan bagi pemiliknya tapi semoga mereka berada dalam lindungan-Nya. (*)

Reporter Dias Ashari
Editor Aris Abdulsalam