Beranda

Bukan Sekadar RTH, Bandung Heritage Minta Pemkot Pertahankan Kebun Binatang Bandung sebagai Warisan Sejarah dan Ekologi Kota

Oleh: Halwa Raudhatul Sabtu 31 Jan 2026, 21:00 WIB
Warga memanfaatkan hari libur dengan mengunjungi Kebun Binatang Bandung (KBB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (Bandung Heritage) mengambil sikap tegas menolak gagasan perubahan fungsi Kebun Binatang Bandung (KBB) menjadi sekadar Ruang Terbuka Hijau (RTH) tanpa keberadaan satwa. Sikap tersebut mengemuka dalam pertemuan bulanan bertajuk “Kado untuk Bandung: Taman Menjadi Kebun Binatang” yang digelar di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jumat (30/1/2026).

Sejarawan sekaligus penulis buku Kado untuk Bandung, Yudi Hamzah, menegaskan bahwa Kebun Binatang Bandung bukan hanya kumpulan kandang hewan, melainkan sebuah “museum alam kota”. Menurutnya, kawasan tersebut menyimpan koleksi flora langka, salah satunya pohon Karet Kebo berukuran besar, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Jubileumpark atau Taman Sari sejak 1931.

“Jika hanya difungsikan sebagai RTH tanpa satwa, maka nilainya setara dengan taman kota biasa seperti Taman Lalu Lintas atau Tegalega. Padahal di kebun binatang, masyarakat mendapatkan pengalaman yang utuh: pendidikan, rekreasi, sekaligus pelestarian memori kolektif kota,” kata Yudi usai diskusi.

Sejarawan dan penulis buku Kado Untuk Bandung, Yudi Hamzah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Yudi menambahkan, keberadaan Kebun Binatang Bandung memiliki ikatan emosional dan kultural yang kuat dengan warga. Ia menyamakan posisinya dengan ikon kota lain seperti Persib Bandung atau Gedung Sate. Jika dihilangkan, kata dia, maka salah satu identitas penting Kota Bandung turut terhapus.

Sejalan dengan itu, Ketua Bandung Heritage, Aji Bimarsono, mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan sejarah pendirian Kebun Binatang Bandung yang merupakan hadiah dari Gemeente Bandoeng kepada masyarakat saat peringatan ulang tahun ke-25 Kota Bandung. Aji menekankan pentingnya menjaga ekosistem tanaman langka di kawasan tersebut, yang sebagian diperkirakan telah tumbuh sejak ratusan tahun lalu.

Ketua Bandung Heritage, Aji Bimarsono. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Sebagai langkah konkret, Bandung Heritage merekomendasikan penataan ulang kawasan kebun binatang, alih-alih menghapus fungsinya. Salah satu usulan utama adalah memindahkan area parkir dan kios yang dinilai terlalu padat, sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk ruang hidup satwa dan taman.

“Usulan kami adalah mempertahankan keberadaan hewan dan taman Jubileumpark (KBB). Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, area parkir sebaiknya dipindahkan ke lokasi lain seperti Sabuga, dan akses pengunjung lebih difokuskan pada penggunaan transportasi umum,” ujar Aji.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum peluncuran riset mendalam mengenai transformasi Jubileumpark menjadi Kebun Binatang Bandung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi Pemerintah Kota Bandung agar selalu mempertimbangkan aspek sejarah dan ekologi dalam setiap pengambilan kebijakan terkait aset penting di Kota Kembang.

Reporter Halwa Raudhatul
Editor Andres Fatubun