Beranda

Program CIRATA GEULIS PLN Nusantara Power Raih PROPER EMAS 2026

Oleh: Ananda Muhammad Firdaus Jumat 24 Apr 2026, 10:14 WIB
Program CIRATA GEULIS PLN Nusantara Power UP Cirata meraih PROPER EMAS 2026 berkat inovasi pengelolaan limbah, eceng gondok, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

JAKARTA, AYOBANDUNG.ID - PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Cirata kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat CIRATA GEULIS (Generating Sustainability for Livelihood Resilience) yang berhasil meraih penghargaan PROPER EMAS pada 7 April 2026.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan terhadap permasalahan lingkungan dan sosial di sekitar wilayah operasional pembangkit, sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai bagian dari solusi. 

Program CIRATA GEULIS merupakan salah satu program unggulan yang dirancang sebagai platform integratif yang menggabungkan pengelolaan limbah, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan.

Program ini secara khusus menjawab dua isu utama, yakni pengelolaan sampah organik yang belum termanfaatkan secara optimal serta penanganan gulma eceng gondok yang berpotensi mengganggu proses bisnis pembangkitan listrik di Waduk Cirata

Implementasi program dimulai dari pengumpulan sampah organik rumah tangga yang berasal dari lingkungan kantor dan masyarakat. Sampah tersebut kemudian diolah melalui budidaya maggot yang menghasilkan maggot kering sebagai pakan ikan untuk mendukung kegiatan kelompok budidaya ikan tawar. Tidak hanya itu, residu hasil budidaya maggot atau kasgot dimanfaatkan sebagai campuran media tanam untuk budidaya jamur tiram.

Pada saat yang sama, eceng gondok yang melimpah di Waduk Cirata diolah menjadi pakan ternak sebagai alternatif pakan domba, khususnya pada musim kemarau. Limbah kotoran ternak (kohe) selanjutnya diolah menjadi pupuk organik kering. Selain itu, eceng gondok juga dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari pendekatan ekonomi sirkular, kelompok SIMAGMUR turut memanfaatkan serbuk eceng gondok sebagai campuran media tanam jamur tiram. Limbah dari proses budidaya jamur, seperti baglog bekas masa produksi, kemudian diolah kembali menjadi kompos organik yang digunakan untuk kegiatan penghijauan dan penanaman pohon di wilayah UP Cirata.

Integrasi ini menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan berkelanjutan, di mana setiap limbah dari satu proses menjadi sumber daya bagi proses lainnya. Hal ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya.

Secara sosial dan ekonomi, Program CIRATA GEULIS memberikan dampak signifikan, khususnya bagi kelompok rentan di sekitar wilayah operasional PLTA Cirata. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan program, mulai dari pengelolaan sampah hingga pemanfaatan eceng gondok. Keterlibatan ini mendorong peningkatan kapasitas individu, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat kemandirian ekonomi lokal.

Dari sisi perusahaan, program ini turut berkontribusi dalam pengendalian populasi eceng gondok di Waduk Cirata, menciptakan sistem pengelolaan sampah di wilayah sekitar, serta mengurangi risiko longsor di bantaran waduk dan area operasional pembangkit. Dengan demikian, keberadaan program ini juga mendukung peningkatan keandalan operasional pembangkitan listrik.

Kolaborasi yang erat antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Kepercayaan yang terbangun tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga menciptakan social license to operate yang berkelanjutan.

Ke depan, PLN Nusantara Power UP Cirata berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Program CIRATA GEULIS menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan yang tepat dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan bisnis perusahaan.

Reporter Ananda Muhammad Firdaus
Editor Ananda Muhammad Firdaus