Menari dan Berbagi untuk Sesama Lewat Bhakti Nṛtya Pertiwi

3 menit baca
Andres Fatubun
Ditulis oleh Andres Fatubun diterbitkan
Pertunjukan tari Kalimantan dalam Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi bagian dari perayaan keberagaman budaya Nusantara sekaligus ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Pertunjukan tari Kalimantan dalam Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi bagian dari perayaan keberagaman budaya Nusantara sekaligus ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

AYOBANDUNG.ID - Seni tari tak hanya menjadi cara merawat kekayaan budaya Nusantara, tetapi juga dapat menjadi sarana menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Semangat inilah yang dihadirkan melalui Bhakti Nṛtya Pertiwi, sebuah perhelatan seni yang mengajak masyarakat berbagi solidaritas bagi saudara-saudara yang terdampak bencana alam dan kerusakan lingkungan.

Komunitas Semesta Tari bersama Rumah Belajar Semi Palar menyelenggarakan Bhakti Nṛtya Pertiwi: Menari, Berbagi, Bergerak Bersama dengan menghadirkan 16 pertunjukan tari bertema lingkungan dan beragam tari tradisi Nusantara. Melalui gerak dan ekspresi seni, kegiatan ini menghubungkan kekayaan budaya dengan pesan kepedulian terhadap alam dan kemanusiaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Literasi 2026 Rumah Belajar Semi Palar yang mengusung tema Kembali ke Akar. Sejumlah komunitas dan sanggar turut terlibat, yakni Klab Tari Semi Palar, Komunitas Tari Jawa Sekar Larasati, Lestari Ayubulan Bandung, Sukma Ayubulan Bandung, Sanggar Purnamasari, dan Sanggar Busana Sekar Kadaton. Pelaksanaannya juga didukung para relawan serta Tim Dokumentasi dari UNIBI.

Lebih dari sekadar pertunjukan, Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi ruang perjumpaan untuk merayakan keberagaman budaya, merasakan keterhubungan dengan alam, dan menumbuhkan solidaritas. Melalui gerak, irama, dan ekspresi seni, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk tidak hanya menyaksikan kekayaan budaya, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan yang hidup di dalamnya.

Dari Akar Budaya, Tumbuh Kepedulian

Secara filosofis, Bhakti Nṛtya Pertiwi bermakna persembahan tari sebagai ungkapan bakti dan rasa syukur kepada bumi Pertiwi. Tari menjadi medium untuk mengingat kembali hubungan antara manusia, alam, dan kehidupan bersama.

Indonesia mewarisi beragam tradisi yang mengandung nilai kebersamaan, penghormatan terhadap alam, dan semangat gotong royong. Namun, nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dirayakan sebagai warisan budaya. Nilai-nilai itu perlu dihidupkan melalui tindakan nyata, terutama ketika saudara-saudara kita sedang menghadapi kesulitan.

Sebab, kepedulian tidak harus berhenti pada rasa iba. Kepedulian dapat tumbuh menjadi tindakan, dan tindakan yang dilakukan bersama dapat menjadi bagian dari harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Melalui Bhakti Nṛtya Pertiwi, semangat tersebut diwujudkan melalui penggalangan donasi untuk aksi kemanusiaan. Masyarakat yang ingin turut berbagi masih dapat menyalurkan donasi hingga 15 Oktober 2026.

Kita mungkin tidak dapat hadir langsung di tengah mereka yang sedang berjuang memulihkan kehidupan. Namun, kita dapat memilih untuk tidak berpaling. Setiap dukungan merupakan wujud solidaritas dan pengingat bahwa di tengah duka, selalu ada harapan ketika sesama bersedia saling menguatkan.

Foto bersama para penampil, komunitas, dan penyelenggara Bhakti Nṛtya Pertiwi sebagai wujud kolaborasi dalam merayakan keberagaman budaya Nusantara dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Foto bersama para penampil, komunitas, dan penyelenggara Bhakti Nṛtya Pertiwi sebagai wujud kolaborasi dalam merayakan keberagaman budaya Nusantara dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Seni sebagai Ruang Belajar dan Bergerak Bersama

Bhakti Nṛtya Pertiwi diselenggarakan sebagai bagian dari Festival Literasi 2026 Rumah Belajar Semi Palar yang mengusung tema Kembali ke Akar. Kolaborasi ini mempertemukan pendidikan, seni tari, kebudayaan, kreativitas, dan kepedulian sosial dalam satu ruang pengalaman bersama.

Bagi Rumah Belajar Semi Palar, Festival Literasi merupakan perayaan atas proses literasi yang dihidupkan dalam keseharian pembelajaran. Literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga dengan proses memahami kehidupan melalui pengalaman, refleksi, interaksi, dan keterlibatan dengan lingkungan sekitar.

Dalam kolaborasi ini, Semesta Tari menghadirkan pengalaman pembelajaran dan eksplorasi seni tari, termasuk pendekatan creative dance serta pengenalan tari tradisional. Sementara itu, Festival Literasi menjadi ruang yang mempertemukan proses belajar dengan pengalaman berkesenian dan keterlibatan komunitas.

Kehadiran 16 pertunjukan tari menjadi perayaan keberagaman ekspresi budaya sekaligus ruang untuk membangun perjumpaan antarkomunitas. Audiens tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi juga diajak terlibat melalui pengalaman bernyanyi dan menari bersama.

Dengan demikian, seni tidak berhenti sebagai tontonan. Seni menjadi bahasa untuk menyampaikan nilai, membangun hubungan antarmanusia, serta menggerakkan solidaritas bagi mereka yang membutuhkan.

Kembali ke Akar, Bergerak untuk Nusantara

Semangat Kembali ke Akar mengajak kita melihat warisan budaya bukan hanya sebagai penanda identitas, melainkan juga sebagai sumber nilai untuk menjalani kehidupan hari ini.

Dari akar budaya, kita belajar tentang jati diri. Dari bumi, kita belajar tentang keterhubungan. Dan melalui kepedulian, kita belajar bahwa kehidupan tidak dijalani sendirian.

Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi ajakan untuk membawa nilai-nilai tersebut ke dalam tindakan: merawat kebudayaan, menjaga hubungan dengan alam, dan mengulurkan tangan bagi sesama yang sedang berduka.

Mari menari, berbagi, dan bergerak bersama untuk Nusantara. Sebab, di tengah duka, kepedulian kita dapat menjadi bagian dari harapan.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam penggalangan donasi dapat menyalurkan bantuan hingga 15 Oktober 2026 melalui kanal donasi resmi yang disediakan oleh penyelenggara.


Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 16:51

Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita

Majalah Monitor edisi Oktober 1983 mengajak kita pulang sejenak ke masa ketika hiburan tak datang setiap saat dalam genggaman, tetapi justru dinanti dengan penuh antusias.

Majalah Monitor edisi Oktober 1983, majalah hiburan dan keluarga dengan sampul mojang Bandung, Reita Soebita. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 15:42

Tahun Berulang, MAMPUS Berulang Tahun

Ejaan setiap pemilihan diksi sangat relevan, sehingga menciptakan makna, bahkan pembacaan yang multitafsir sering disebut sebagai perspektif.

Berulang Tahun MAMPUS (Malam Minggu Puisi) (Foto: Ayu Maimun)
Seni Budaya 12 Okt 2026, 14:41

Mengubah Gerakan Erotis Tari-tarian Kerakyatan Melalui Tari Lidah Agni

Tari kerakyatan tradisional sunda, memang kerap mendapat stigma terdapat unsur erotis. Akan tetapi, para peneliti ISBI Bandung mengubahnya menjadi gerakan tari lidah agni.

Salah satu gerakan Tari Lidah Agni  yang dipentaskan oleh Sanggar Putri Ayu Bandung (Foto: mildan)
Beranda 12 Okt 2026, 14:18

Menari dan Berbagi untuk Sesama Lewat Bhakti Nṛtya Pertiwi

Lebih dari sekadar pertunjukan, Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi ruang perjumpaan untuk merayakan keberagaman budaya.

Pertunjukan tari Kalimantan dalam Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi bagian dari perayaan keberagaman budaya Nusantara sekaligus ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 14:01

Semrawut Parkir Liar Pasar Ujungberung: Jalan Sempit, Pejalan Kaki Terpaksa 'Nyempil' di Antara Kendaraan

Parkir liar di bahu jalan dan trotoar depan Pasar Ujungberung bikin ruas jalan menyempit. Pejalan kaki terpaksa nyempil di antara kendaraan

Kondisi parkir liar sepeda motor di bahu jalan depan Pasar Ujungberung yang menyebabkan penyempitan jalan. (Foto: Rahayu)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 13:22

Aksa Cafe Cirebon tempat Nongkrong Cozy di Cirebon

Aksa Cafe Cirebon menjadi salah satu tempat nongkrong anak muda yang punya tempat yang nyaman dan rasa makanan yang enak

Menu Aksa Cafe Cirebon (11/10/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 09:41

Kenapa Kekerasan Masih Terjadi di Sekolah

Kita miris melihat masih terjadinya kekerasan di sekolah, yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia. Ada yang harus dibenahi secara serius tentang tata kelola sekolah. Disiplin bukan hukuman.

Ilustrasi kekerasan di sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ivonne Vallejos)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 08:31

Paylater di Kalangan Gen Z Bandung: Kemudahan Transaksi atau Risiko Finansial?

Paylater menawarkan kemudahan transaksi bagi Gen Z, tetapi juga menyimpan risiko finansial. Kenali dampaknyadan pentingnya mengelola keuangan secara bijak agar tidak terjerat utang.

Ilustrasi AI penggunaan paylater di kalangan Gen Z dan risiko finansial yang perlu diwaspadai. (Sumber: OpenAI (AI-generated) | Foto: AI-generated image)
Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)