AYOBANDUNG.ID - Seni tari tak hanya menjadi cara merawat kekayaan budaya Nusantara, tetapi juga dapat menjadi sarana menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Semangat inilah yang dihadirkan melalui Bhakti Nṛtya Pertiwi, sebuah perhelatan seni yang mengajak masyarakat berbagi solidaritas bagi saudara-saudara yang terdampak bencana alam dan kerusakan lingkungan.
Komunitas Semesta Tari bersama Rumah Belajar Semi Palar menyelenggarakan Bhakti Nṛtya Pertiwi: Menari, Berbagi, Bergerak Bersama dengan menghadirkan 16 pertunjukan tari bertema lingkungan dan beragam tari tradisi Nusantara. Melalui gerak dan ekspresi seni, kegiatan ini menghubungkan kekayaan budaya dengan pesan kepedulian terhadap alam dan kemanusiaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Literasi 2026 Rumah Belajar Semi Palar yang mengusung tema Kembali ke Akar. Sejumlah komunitas dan sanggar turut terlibat, yakni Klab Tari Semi Palar, Komunitas Tari Jawa Sekar Larasati, Lestari Ayubulan Bandung, Sukma Ayubulan Bandung, Sanggar Purnamasari, dan Sanggar Busana Sekar Kadaton. Pelaksanaannya juga didukung para relawan serta Tim Dokumentasi dari UNIBI.
Lebih dari sekadar pertunjukan, Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi ruang perjumpaan untuk merayakan keberagaman budaya, merasakan keterhubungan dengan alam, dan menumbuhkan solidaritas. Melalui gerak, irama, dan ekspresi seni, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk tidak hanya menyaksikan kekayaan budaya, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan yang hidup di dalamnya.
Dari Akar Budaya, Tumbuh Kepedulian
Secara filosofis, Bhakti Nṛtya Pertiwi bermakna persembahan tari sebagai ungkapan bakti dan rasa syukur kepada bumi Pertiwi. Tari menjadi medium untuk mengingat kembali hubungan antara manusia, alam, dan kehidupan bersama.
Indonesia mewarisi beragam tradisi yang mengandung nilai kebersamaan, penghormatan terhadap alam, dan semangat gotong royong. Namun, nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dirayakan sebagai warisan budaya. Nilai-nilai itu perlu dihidupkan melalui tindakan nyata, terutama ketika saudara-saudara kita sedang menghadapi kesulitan.
Sebab, kepedulian tidak harus berhenti pada rasa iba. Kepedulian dapat tumbuh menjadi tindakan, dan tindakan yang dilakukan bersama dapat menjadi bagian dari harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui Bhakti Nṛtya Pertiwi, semangat tersebut diwujudkan melalui penggalangan donasi untuk aksi kemanusiaan. Masyarakat yang ingin turut berbagi masih dapat menyalurkan donasi hingga 15 Oktober 2026.
Kita mungkin tidak dapat hadir langsung di tengah mereka yang sedang berjuang memulihkan kehidupan. Namun, kita dapat memilih untuk tidak berpaling. Setiap dukungan merupakan wujud solidaritas dan pengingat bahwa di tengah duka, selalu ada harapan ketika sesama bersedia saling menguatkan.

Seni sebagai Ruang Belajar dan Bergerak Bersama
Bhakti Nṛtya Pertiwi diselenggarakan sebagai bagian dari Festival Literasi 2026 Rumah Belajar Semi Palar yang mengusung tema Kembali ke Akar. Kolaborasi ini mempertemukan pendidikan, seni tari, kebudayaan, kreativitas, dan kepedulian sosial dalam satu ruang pengalaman bersama.
Bagi Rumah Belajar Semi Palar, Festival Literasi merupakan perayaan atas proses literasi yang dihidupkan dalam keseharian pembelajaran. Literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga dengan proses memahami kehidupan melalui pengalaman, refleksi, interaksi, dan keterlibatan dengan lingkungan sekitar.
Dalam kolaborasi ini, Semesta Tari menghadirkan pengalaman pembelajaran dan eksplorasi seni tari, termasuk pendekatan creative dance serta pengenalan tari tradisional. Sementara itu, Festival Literasi menjadi ruang yang mempertemukan proses belajar dengan pengalaman berkesenian dan keterlibatan komunitas.
Kehadiran 16 pertunjukan tari menjadi perayaan keberagaman ekspresi budaya sekaligus ruang untuk membangun perjumpaan antarkomunitas. Audiens tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi juga diajak terlibat melalui pengalaman bernyanyi dan menari bersama.
Dengan demikian, seni tidak berhenti sebagai tontonan. Seni menjadi bahasa untuk menyampaikan nilai, membangun hubungan antarmanusia, serta menggerakkan solidaritas bagi mereka yang membutuhkan.
Kembali ke Akar, Bergerak untuk Nusantara
Semangat Kembali ke Akar mengajak kita melihat warisan budaya bukan hanya sebagai penanda identitas, melainkan juga sebagai sumber nilai untuk menjalani kehidupan hari ini.
Dari akar budaya, kita belajar tentang jati diri. Dari bumi, kita belajar tentang keterhubungan. Dan melalui kepedulian, kita belajar bahwa kehidupan tidak dijalani sendirian.
Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi ajakan untuk membawa nilai-nilai tersebut ke dalam tindakan: merawat kebudayaan, menjaga hubungan dengan alam, dan mengulurkan tangan bagi sesama yang sedang berduka.
Mari menari, berbagi, dan bergerak bersama untuk Nusantara. Sebab, di tengah duka, kepedulian kita dapat menjadi bagian dari harapan.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam penggalangan donasi dapat menyalurkan bantuan hingga 15 Oktober 2026 melalui kanal donasi resmi yang disediakan oleh penyelenggara.