AYOBANDUNG.ID — Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan. Pun dengan pesatnya perkembangan teknologi, akses terhadap tautan daring makin mudah dilakukan. Hanya saja, kemudahan ini berjalan dua arah, dalam arah positif bagi pihak konsumen dan perbankan; dan dalam kaidah negatif ketika dimanfaatkan oleh penipu.
Contohnya, belum lama ini, seorang ibu muda bernama Amalia Nurhidayah Kurnia menerima sebuah pesan masuk yang mengatasnamakan institusi keuangan. Saat berbicara kepada ayobandung.id, (27/5/2026) ia menyebut isi pesan itu memintanya mengeklik sebuah tautan untuk memverifikasi data rekening.
Tanpa berpikir panjang, ibu rumah tangga berusia 31 tahun asal Cileunyi, Kabupaten Bandung, itu langsung menghapus pesan tersebut.
Alasannya bertindak cepat amat sederhana, malas buang-buang waktu.
"Langsung saya hapus. Tidak saya klik sama sekali. Sekarang kalau ada yang aneh-aneh, saya sudah refleks curiga," ujarnya sambil tersenyum.
Bagi Amalia, kewaspadaan semacam itu sudah menjadi kebiasaan. Sebagai nasabah yang mengandalkan aplikasi BRImo untuk hampir seluruh transaksi hariannya, menerima uang belanja bulanan dari suami, berbelanja kebutuhan keluarga, hingga mengelola keuangan dari lapak jualannya di platform online, ia sadar betul bahwa data pribadinya adalah sesuatu yang harus dijaga ketat.
Literasi yang ia miliki sebenarnya bukan ilmu istimewa pada masa kini. Amalia mengaku pesan-pesan edukasi tentang dunia perbankan kerap ia temui, baik dari aplikasi perbankan, media sosial, maupun saat bertransaksi di ATM, semua imbauan yang tidak sengaja dibaca itu perlahan membentuk kewaspadaannya.
"Saya sudah tahu, kalau ada yang telepon mengaku dari bank lalu minta nomor OTP, itu pasti penipuan. OTP itu tidak boleh dikasih ke siapa pun, sudah sering diingatkan," katanya.
Apa yang dialami Amalia mencerminkan hasil dari upaya edukasi yang konsisten dan berlapis yang tengah digencarkan oleh perbankan. Di tengah ancaman kejahatan siber yang terus berkembang, mulai dari phishing, penipuan berkedok hadiah, hingga modus social engineering yang kian canggih, perlindungan nasabah menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Regional CEO BRI Regional Office Bandung (Region 9), Dewi Hestiningrum S., menjelaskan bahwa BRI menjalankan kampanye "Perlindungan Data Nasabah" secara masif dan berkelanjutan di seluruh kanal, mulai dari aplikasi BRImo, media sosial, hingga ruang publik di kantor cabang.
"Kepercayaan nasabah adalah aset paling berharga. Karena itu, BRI menerapkan keamanan berlapis yang melekat di setiap produk kami," ujar Dewi dalam pernyataan resminya kepada ayobandung.id.
Edukasi tidak hanya berhenti pada kanal digital. Seluruh jajaran insan Brilian, mulai dari Mantri, Relationship Manager, Front Liner, hingga Agen BRILink, difungsikan sebagai garda terdepan yang secara aktif mengingatkan nasabah saat bertransaksi.
"Edukasi yang dilakukan secara repetitif dan multi-kanal terbukti membangun kewaspadaan kolektif," tambah Dewi.
Pesan inti yang terus dikampanyekan pun terbilang sederhana namun krusial: jaga kerahasiaan Username, Password, PIN, dan kode OTP seperti menjaga kunci rumah sendiri. BRI menegaskan tidak akan pernah meminta data rahasia tersebut melalui kanal apa pun dan dengan alasan apa pun.
Dewi juga mengingatkan agar masyarakat tidak ragu untuk segera melapor apabila menemui hal yang mencurigakan.
"Jika menerima pesan, telepon, atau tautan yang mencurigakan, segera abaikan dan laporkan ke call center resmi BRI di 1500017. Kewaspadaan satu detik bisa menyelamatkan tabungan seumur hidup," tegasnya.

Tantangan ke depan memang tidak ringan. Dewi mengakui bahwa menjaga keseimbangan antara akselerasi teknologi dan kesiapan literasi digital masyarakat menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar industri perbankan saat ini.
"Jika teknologi melaju jauh lebih cepat dari kesiapan penggunanya, risiko eksklusi dan penyalahgunaan justru meningkat. Percepatan inovasi harus selalu berjalan seiring dengan edukasi dan perlindungan nasabah yang setara intensitasnya," pungkasnya. (*)