Ayo Netizen

Darurat Pembaruan Sistem Lalu Lintas Bandung

Oleh: Scolastika Chega Saprilianti Rabu 03 Des 2025, 15:32 WIB
Para pengendara yang tidak berjalan meskipun lampu lalu lintas sudah hijau karena banyaknya kendaraan dari berbagai arah di lampu merah Moh Toha, Bandung, Jumat malam 28 November 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Scolastika Chega Saprilianti)

Kota kembang yang penuh dengan kreativitasnya dihujani oleh jutaan nyawa. Di antara klakson yang bersahut-sahutan dan langkah pejalan kaki yang tersendat, terselip cerita tentang Bandung. Tempat itu seolah hidup dengan padat dan tergesa hingga semakin sulit menemukan jeda karena lalu lintasnya. Kericuhan lalu lintas itu terus melintas dan terjadi di kota Bandung, Jumat (28/11/2025).

Gyna Amelia, salah satu warga Kota Bandung yang rutin berkendara untuk pekerjaan berbagi pengalamannya. Ia mengatakan bahwa kondisi sistem lalu lintas di Bandung masih tidak teratur. Terutama pada penerapan lampu merah dan jalur satu arah yang sistemnya masih membingungkan.

"Lalu lintas Bandung sangat parah terutama di beberapa lokasi yang ramai para pekerja," ucap Gyna.

Tiap sudut daerah Bandung tentu memiliki kondisi lalu lintas masing-masing. Disayangkan hal tersebut semakin hari justru menimbulkan keparahan tersendiri yang menyulitkan masyarakat.

Sistem lalu lintas Bandung mencakup beberapa hal. Pertama adalah penerapan lampu merah. Lampu merah tersebut berada di banyak titik jalan Bandung. Namun, kondisi lampu merah nya pun berbeda di setiap titik. Dimulai dari durasi lampu merah yang sangat lama dan tidak selaras dengan jumlah kendaraan yang berlalu lalang.

Bahkan di beberapa titik kondisi lampu merah nya tidak berfungsi hingga membahayakan para pengendara. Ketidakmerataan kondisi lampu merah tersebut membuat banyak warga mengeluh.

"Aku lumayan menyayangkan sistem lampu merah yang sepertinya kurang koordinasi ataupun analisa dari realita kendaraan yang ada," ucap gadis berkacamata.

Pengendara sedang menunggu lampu merah di jalan terusan Buah Batu, Bandung, Jumat siang 28 November 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Scolastika Chega Saprilianti)

Ditambah pula jumlah lampu merah yang ada di Bandung itu terlalu banyak. Terdapat kekurangan pada analisa sesuai kebutuhan tiap titiknya. Akibatnya banyak sekali dalam satu arah lokasi terdapat lampu merah dengan antar jarak masih dekat.

Menurut Gyna, langkah kebijakan yang diterapkan oleh Kota Bandung terkait lampu merah masih harus dibenahi. Perbaikan kebijakan dapat dilakukan dengan melakukan riset mendalam di seluruh daerah yang ada di Bandung.

Selain lampu merah, adapun sistem satu arah. Sistem tersebut memang bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan merapihkan alur. Hal yang disayangkan adalah kurangnya informasi lebih lanjut mengenai penggunaan nya.

“Penjelasan pemerintah soal sistem satu arah kepada masyarakat menurut saya belum cukup bagus karena di era digital seharusnya akan lebih mudah mendapatkan informasi tersebut,” ujarnya.

Terkhususnya informasi dari media sosial, namun hal tersebut penyampaian nya terkadang lambat ataupun tidak merata.

Harapannya Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dapat lebih memperhatikan peraturan terkait lampu lalu lintas dan sistem satu arah yang adaptif serta berbasis sensor.

Penerapan rambu yang jelas dan terawat serta sosialisasi yang serius dan merata. Dengan demikian, Bandung mampu memiliki sistem lalu lintas yang efektif dan menyejahterakan berbagai pihak. (*)

Reporter Scolastika Chega Saprilianti
Editor Aris Abdulsalam