Ayo Netizen

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Oleh: Siti Fatimah
Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)

Lukisan yang kini kita kenal sebagai 2 dimensi menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari dan berkembang. Perkembangan seni lukis tidak terlepas dari kemajuan teknologi yang mempengaruhi cara seniman berkarya, termasuk penggunaan teknik digital printing dan media digital dalam penciptaan karya seni. Seni lukis digital juga menjadi bentuk apresiasi terhadap fenomena sosial budaya masa kini, seperti peran pemuda dalam melestarikan budaya tradisional melalui pendekatan visual modern.

Perkembangan teknik dalam seni lukis menunjukkan adanya pergeseran dari metode tradisional ke penggunaan teknologi digital seperti halnya teknik digital printing dalam seni lukis menjadi salah satu inovasi yang menggabungkan unsur modern dan tradisional. Penggunaan teknik ini menghadirkan perspektif baru dalam dunia seni lukis, meskipun masih menjadi perdebatan terkait keaslian dan nilai artistik. Eksperimen teknik digital juga membuka peluang bagi seniman untuk mengeksplorasi media dan gaya baru dalam berkarya.

Go Green Taruparwa, (lukisan digital printing).(Sumber: Wikimedia commons)

Seni lukis digital berkembang sebagai bentuk adaptasi terhadap kemajuan zaman, contohnya karya seni lukis digital dengan gaya semi-realis digunakan untuk menggambar kehidupan mereka dengan proses penciptaannya melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan hingga pengembangan ide, sehingga menghasilkan karya yang memiliki nilai estetika dan makna sosial. Hasil karya tersebut tidak hanya berupa lukisan digital, tetapi juga diaplikasikan dalam media modern.

Perkembangan seni lukis di Indonesia tidak hanya menunjukkan perubahan pada teknik, tetapi juga pada cara pandang dan pemikiran seniman dalam merespons zamannya. Pada masa Mooi Indië, seni lukis lebih menampilkan keindahan alam dan kesan eksotis yang dipengaruhi oleh sudut pandang kolonial. Namun, terjadinya perubahan besar yang menekankan identitas nasional dan realitas kehidupan masyarakat sebagai tema utama dalam berkarya.

Air Terjun Singgahan, Jawa (Mooi Indie). (Sumber: Rijksmuseum Amsterdam)

Seiring perkembangan zamannya, perubahan tersebut tidak berhenti pada aspek tema tetapi juga merambah ke teknik dan media. Masuknya teknologi digital dalam seni lukis membuktikan bahwa seni lukis beradaptasi atau berkembang seiring dengan dinamika zaman. Contohnya, teknik digital printing yang telah dilakukan oleh Warli Haryana, yang memadukan unsur tradisional seperti wayang dengan media digital modern. Teknik ini menunjukkan bahwa seni lukis tidak lagi terbatas pada penggunaan kuas manual, tetapi justru berkembang dengan bantuan teknologi.

Perkembangan seni lukis digital terlihat pada karya-karya semi-realis yang mengangkat kehidupan sosial, khususnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya tradisional. Proses penciptaannya melalui tahap ide, eksplorasi, dan visualisasi digital. Proses ini menunjukkan bahwa seni tetap memiliki nilai estetika dan makna meskipun menggunakan media digital. Hal tersebut membuktikan bahwa seni lukis digital bukan sekadar hasil teknologi, tetapi juga merupakan ekspresi budaya yang relevan dengan kehidupan masa kini. (*)

Referensi:

  • Taswadi. (2019). Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana. Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, 1(2). Universitas Pendidikan Indonesia. https://doi.org/10.17509/irama.v1i2.21897
  • Sakti, F. A., Widodo, T., & Prasetyo, A. R. (2022). Penciptaan Seni Lukis Semi-Realis Digital sebagai Apresiasi Terhadap Pemuda Penggiat Kebudayaan Tradisional Masa Kini. INVENSI, 7(2). Institut Seni Indonesia Yogyakarta. https://doi.org/10.24821/invensi.v7i2.6344
  • Burhan, M. A. (2008). Perkembangan Seni Lukis Mooi Indie sampai Persagi di Batavia, 1900–1942. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.
Reporter Siti Fatimah
Editor Aris Abdulsalam