Ayo Netizen

Transformasi Pramuka di Ruang Digital

Oleh: Muh Husen Arifin
Anak pramuka. (Sumber: Pexels | Foto: Muhaimin Abdul Aziz)

Kepramukaan di Indonesia bukan sesuatu yang biasa. Kepramukaan merupakan ujung tombak bagi pemuda Indonesia memerdekakan diri dalam menghadapi tantangan global.

Keunggulan berpramuka pada dasarnya tidak dapat dilihat sekilas, itulah mengapa kegiatan pramuka sangat penting bagi pemuda, di sekolah hingga perguruan tinggi.

Dari kegiatan pramuka inilah terbentuk kemandirian dan kekhasan bagi pemuda. Juga di dalam memaksimalkan kepramukaan ini diperlukan gagasan dan gerakan yang konstruktif. Andil dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah diperlukan dalam kolaborasi yang terbaik.

Pramuka dapat hadir di tengah oase dalam mendukung partisipasi isu strategi nasional. Sebab dari pramukalah kita mampu menggerakkan pemuda dalam menggapai karakter solutif dan adaptif.

Permasalahan yang muncul kemudian berkaitan dengan kehidupan masyarakat di tengah arus ekonomi yang tak mampu lagi dibendung. Bagaimana pramuka menjadi jembatan bagi masyarakat agar mampu memberikan solusi yang tepat? Keberadaan Pramuka bisa bergotong royong dalam membangun keberadaban ekonomi masyarakat.

Digitalisasi Ekonomi Kerakyatan

Seperti yang sering disebut-sebut oleh pakar ekonomi dan pelaku ekonomi kreatif tentang pentingnya memahami digitalisasi dalam berekonomi.

Sebab digitalisasi ini tidak bisa dicegah dan tidak bisa dibendung dan tidak bisa ditolak. Manakah yang lebih efektif? Jika keberadaan internet menjadi hal utamanya, terkadang kesulitan itu muncul. Namun dengan program pemerintah yang menggratiskan di tempat-tempat umum dalam berselancar.

Maka tidaklah kesulitan, UMKM bisa memberdayakan kegiatannya dengan internet gratis meskipun masih terdapat kendala. Namun sudah seharusnya pemerintah tidak diam dan memberi solusi.

Selain itu, pemahaman sederhana para pelaku UMKM perlu diberikan kesadaran. Dalam berpramuka ini penting. Pramuka mesti datang dengan membawa identitas bahwa masyarakat diberi wawasan yang mudah dalam mengaksesnya.

Akses ini dapat berupa cara masyarakat mengelola keuangan berbasis aplikasi android, atau proses pembayaran yang menguntungkan pelaku UMKM. Dengan menghadirkan QRIS, transfer melalui platform yang sederhana seperti DANA.

Kondisinya akan jauh lebih mengutamakan kepentingan masyarakat, sebab banyak yang mesti dipahami namun haruslah masyarakat tidak diberi beban biaya yang terlalu mahal. Tidak hanya itu, masyarakat dapat menggunakan gawai yang semestinya. Aturannya jelas, masyarakat memerlukan pengetahuan ekonomi kerakyatan yang seadil-adilnya.

Tri Satya untuk Kehidupan Berkelanjutan

Sepertinya kita perlu mendalami kembali tentang tri satya dalam pramuka. Untuk mengembalikan wawasan kita pada kehidupan berkelanjutan.

Pertama, menjalankan kewajiban sebagai Hamba Yang Maha Kuasa, kewajiban sebagai warga negara, serta kewajiban menjadi warga yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Kewajiban sebagai hamba ini adalah upaya kita tetap beriman kepada Allah, iman dalam arti sesungguhnya. Tetap berada dalam koridor ketuhanan. Berperilaku baik, adil, dan bersyukur atas nama ketuhanan.

Kewajiban menjadi warga negara Republik Indonesia. Kondisinya adalah warga yang tetap patuh dan berbakti serta mengabdi. Patuh dalam peraturan dan undang-undang. Berbakti kepada kedua orang tua serta mengabdi untuk kepentingan negara.

Dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, lima sila yang mesti dipahami dan diamalkan. Lima sila yang berkaitan erat dengan perilaku yang berkembang saat ini.

Kedua, menolong sesama dan ikut serta dalam membangun masyarakat. Nah, upaya menolong sesama dimaksudkan agar kita dapat mengiringi tentang bentuk kebijaksanaan dalam mengurai permasalahan. Tidak semua masalah milik masyarakat bawah, justru masyarakat ke masyarakat adalah berprinsip bahu membahu tentang arti tolonglah saudara. Mendorong untuk berdaya.

Juga bagaimana membangun kepedulian antar sesama, antar masyarakat. Meski demikian perlu strategi yang tidak asal dibuat namun diberikan jalan alternatif yang dapat mempermudah cara masyarakat untuk menangani permasalahannya.

Ketiga, menepati dasa darma. Yakni dasa darma yang diimplementasikan di dalam keseharian. Prinsip dari dasa darma yang menggagas tentang kepedulian serta moralitas.

Dimulai dari Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dilanjutkan dengan cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Tidak hanya sekadar kepada diri sendiri tetapi sesama manusia, sesama warga negara.

Lalu berpatriot yang sopan dan kesatria. Sudah seharusnya kita menjaga sopan santun dalam beraktivitas, juga mengaku berkesatria demi menjunjung tinggi kesantunan. Kemudian, patuh dan suka bermusyawarah. Artinya tidak membelot atau bersiap dalam setiap permasalahan dengan bermusyawarah, mendahulukan suara bersama dibandingkan suara pribadi dan kepentingan oknum sesaat.

Dilanjutkan dengan rela menolong dan tabah. Yang membuat hal ini perlu ditanamkan dan ditekankan antar sesama. Tidak pandang siapapun dalam hal menolong. Juga mau beraktivitas dengan rajin, terampil, dan gembira. Dimana situasi ini diperlukan oleh masyarakat. Menjaga stabilitas diri dan mampu bersungguh-sungguh dalam setiap hal.

Tentunya dengan cara berhemat, cermat, dan bersahaja. Memang situasinya sudah goyah, jika tidak mampu menjaga ekonomi dengan kreatif. Hemat dalam makna mampu memosisikan kebutuhan lebih dulu daripada keinginan.

Sebab itu, di langkah berikutnya dengan berdisiplin, berani, dan setia. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Juga suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Di tiga terakhir ini berkesinambungan. Tidak dapat satu saja. Terutama ketika di langkah terakhir, mengutamakan pada pemikiran dan nurani yang sesungguhnya sebagai masyarakat dan hamba tuhan.

Maka dari itu, pramuka menjadi jembatan bagi masyarakat yang mampu beradaptasi di setiap situasi.

Sebagaimana sering disampaikan, bahwa pramuka hari ini wajib bertransformasi dengan memanfaatkan ruang digital untuk mendukung ekonomi kreatif, literasi digital, dan berpusat kepada keyakinan.

Sistem berpramuka wajib diisikan ke dalam ruang sekolah, ruang masyarakat, ruang perguruan tinggi, ruang pemerintahan. Dengan tujuan, berpramuka akan mengembalikan hakikat kehidupan sekaligus makna keberlanjutan. (*)

Reporter Muh Husen Arifin
Editor Aris Abdulsalam