Ayo Netizen

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Oleh: Malia Nur Alifa
Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)

Kebanyakan hari besar adalah hari libur, yakni di mana kita tidak perlu beraktivitas seperti biasanya. Hari-hari ini kerap merupakan hari untuk bersuka ria, hari seluruh anggota keluarga berkumpul di meja makan, untuk makan bersama. Berpiknik atau membakar sate di kebun belakang rumah. Kadang kala pada hari libur ada pawai atau kembang api, dan pada hari-hari libur itu pula kita pergi ke rumah ibadah kita. Dalam bahasa Inggris Holiday artinya adalah Hari Suci, karena pada hari ini orang beribadah dan menghormati tradisi nenek moyang juga semesta, untuk mengucapkan terima kasih kepadaNya.

Apabila ingin melihat beberapa hari libur mari kita tengok kalender kita. Dahulu kala orang menggunakan matahari, bulan, bintang dan musim sebagai kalender, bahkan kita pun sekarang masih menggunakan bulan dan matahari untuk acuan kalender kita. Penanggalan yang dibuat menggunakan peredaran bulan disebut kamariah, dan penanggalan yang dibuat berdasarkan peredaran matahari disebut syamsiah.

Terkadang saya termenung di teras rumah, memikirkan dari mana asal nama-nama hari, apa arti nama-nama hari tersebut? Mengapa ada tujuh hari dalam satu minggu? Mengapa tidak enam, atau delapan atau bahkan sepuluh?

Dalam bahasa Inggris kata week yang kini berarti pekan atau minggu dahulu berarti belokan. Dahulu kala satu minggu atau satu pekan sama dengan jangka waktu antara hari pasar satu sampai hari pasar berikutnya. Dahulu kala pasar atau pekan tidak dibuka setiap hari. Jadi, satu minggu dapat berkisar antara empat sampai sepuluh hari. Inilah sebabnya mengapa satu minggu disebut juga satu pekan.

Kita tidak tahu pasti kapan mulai ada tujuh hari dalam satu minggu dan mengapa demikian. Gagasan ini mungkin berasal dari orang-orang Babilonia kuno. Bagi orang Babilon, angka tujuh adalah angka keramat. Mereka pun menyembah tujuh benda angkasa yang dapat dilihat, yakni bulan, matahari, dan lima planet yaitu Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.

Yang kita ketahui bahwa orang-orang Ibrani kuno adalah orang-orang pertama yang membuat dalam satu minggu terdapat tujuh hari. Jumlah hari dalam satu minggu mereka ditetapkan berdasarkan cerita penciptaan dalam Alkitab dan dalam Al-Quran pun disebutkan bahwa Tuhan menciptakan dunia dalam waktu tujuh hari.

Sejarah nama-nama hari

Ahad atau minggu adalah hari pertama dalam pekan, asalnya dari bahasa Arab Yaum Al Ahad, yang berarti hari yang pertama, bagi orang Kristen hari ini adalah hari Sabat yang berarti beristirahat dan beribadah, karena Kristus bangkit dari antara orang mati pada hari itu. Minggu berasal dari bahasa Portugis yaitu Domingo atau Dominggo yang berarti hari Tuhan. Bagi orang Romawi, mereka mempersembahkan hari kepada matahari dan menyebutnya dengan dies solis atau hari matahari, hingga orang Anglo Saxon menyebut sunnandaeg atau hari matahari, yang sekarang kita kenal dengan Sunday.

Senin adalah hari kedua dalam pekan, asalnya dari bahasa Arab yaitu Yaum- Al Itsnin, yang berarti hari kedua. Orang Romawi mempersembahkan hari ini kepada bulan dan menyebutnya dengan dies lunae, atau hari bulan. Orang Anglo Saxon menamakannya dengan Monandaeg atau hari bulan yang kini terkenal dengan Monday.

Selasa adalah hari ketiga dalam pekan, asalnya dari bahasa Arab yaitu Yaum Al-Tsalatsa yang artinya hari ketiga. Orang Romawi mempersembahkan hari itu kepada Mars, dewa perangnya dan menyebutnya dengan dies martis atau hari Mars, dewa perang orang Norwegia yang bernama Tyr. Orang Anglo Saxon menyebut hari ini dengan Tiwesdaeg atau hari Tyr yang menjadi pelafalan Tuesday sekarang.

Rabu adalah hari keempat dalam pekan, berasal dari bahasa Arab yaitu Yaum Al-Arbi’a yang berarti hari keempat. Orang Romawi menamai hari ini dengan dies mercurii atau hari Mercury untuk menghormati Merkurius, utusan dewa yang kecepatannya secepat kilat. Orang Norwegia mempersembahkan hari ini kepada Odin dan Woden dewa paling berkuasa mereka. Orang Anglo Saxon menamakan hari ini dengan Wodnesdaeg atau hari Woden yang menjadi Wednesday.

Hari Kamis adalah hari kelima dalam pekan, berasal dari bahasa Arab yaitu Yaum Al-Khamis yang berarti hari kelima. Orang Romawi menamakannya dengan dies jovis atau hari Jupiter, dewa utama mereka. Orang Norwegia mempersembahkan hari ini kepada Thor atau dewa guntur. Orang Anglo Saxon menamakannya Thuresdaeg atau hari Thor yang sekarang menjadi Thursday.

Hari Jumat adalah hari keenam dalam pekan, berasal dari bahasa Arab yaitu Yaum Al-Jum'ah yang berarti hari untuk berkumpul dalam jamaah, dan merupakan hari besar bagi umat muslim. Orang Romawi mempersembahkan hari ini kepada dewi cinta yaitu Venus dan menyebutnya dengan dies veneris. Dewi cinta orang Norwegia bernama Friegg, maka orang Anglo Saxon menyebutnya dengan Frigedaeg atau hari Frig dan sekarang menjadi Friday.

Sabtu adalah hari terakhir dalam pekan, berasal dari bahasa Arab yaitu Yaum Al-Sabt, yang berarti hari beristirahat. Orang Romawi mempersembahan hari ini kepada dewa pertanian, Saturnus. Dan menyebutnya dengan dies saturni. Orang Anglo Saxon menamakannya dengan Saeterdaeg yang sekarang menjadi Saturday. Orang Yahudi menjadikannya hari Sabat atau hari beribadah atau beristirahat.

Tadi, adalah kisah hari libur dan nama-nama hari, lalu pikiran saya kembali melanglangbuana, mengapa dalam satu tahun hanya ada dua belas bulan, mengapa tidak tiga belas atau lima belas? Hal ini akan dibahas dalam tulisan selanjutnya ya, semoga bermanfaat. (*)


Reporter Malia Nur Alifa
Editor Aris Abdulsalam