Berdasarkan analisis kata kunci, website resmi PT PAL Indonesia menggunakan istilah seperti "Kapal Selam Autonomous" dan "Teknologi Maritim" untuk menampilkan KSOT sebagai inovasi strategis dalam sektor maritim nasional. Pemilihan kata tersebut menunjukkan gaya penulisan yang formal, informatif, dan berorientasi pada penyampaian informasi kelembagaan.
Sebaliknya, Instagram lebih menonjolkan ungkapan seperti "Inovasi Bangsa" dan "Karya Anak Negeri" yang disampaikan melalui bahasa yang lebih sederhana agar mudah dipahami audiens.
Selain penggunaan kata kunci, Instagram memanfaatkan hashtag sebagai elemen pendukung untuk meningkatkan penyebaran informasi kepada pengguna media sosial. Hashtag membantu menghubungkan konten dengan topik tertentu sehingga memungkinkan publik menemukan informasi melalui pencarian digital. Sementara itu, website resmi lebih berfokus pada penyampaian informasi secara lengkap dan terstruktur tanpa menggunakan elemen hashtag.
Dari segi struktur penulisan, website dan Instagram sama-sama menempatkan informasi utama mengenai KSOT pada bagian awal publikasi. Informasi penting disampaikan terlebih dahulu sebelum diikuti penjelasan tambahan yang berfungsi memperkuat pemahaman pembaca terhadap pesan. Pola tersebut menunjukkan penerapan teknik piramida terbalik yang membantu audiens memperoleh inti informasi secara lebih cepat.

Dari sisi konsistensi komunikasi, website dan Instagram PT PAL Indonesia sama-sama menekankan KSOT sebagai inovasi teknologi maritim karya anak bangsa yang mendukung perkembangan industri maritim nasional. Meskipun pesan utama yang disampaikan tetap sama, kedua platform menggunakan pendekatan komunikasi yang berbeda sesuai karakteristik medianya. Website resmi menggunakan istilah teknis seperti “Kapal Selam Autonomous” dan “Teknologi Maritim” dengan penjelasan yang lebih mendalam dan terstruktur. Sementara itu, Instagram menyampaikan pesan melalui ungkapan seperti “Inovasi Bangsa” dan “Karya Anak Negeri” dengan bahasa yang lebih ringkas, komunikatif, serta didukung penggunaan hashtag untuk memperluas jangkauan informasi kepada audiens.
Jika dilihat dari sudut pandang komunikasi digital, website dan Instagram PT PAL Indonesia berhasil menyampaikan informasi mengenai KSOT dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing platform. Website menggunakan bahasa yang lebih formal dan teknis, sedangkan Instagram menyajikan informasi secara lebih ringkas dan komunikatif. Hal ini selaras dengan (Zhou dan Xu 2021) yang menyatakan bahwa organisasi perlu menyesuaikan strategi komunikasi pada setiap platform digital agar pesan dapat diterima secara efektif oleh audiens.
Dengan demikian, publikasi PT PAL Indonesia mengenai KSOT pada website resmi dan Instagram menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi digital dapat dicapai melalui penyesuaian strategi penulisan sesuai karakteristik platform. Meskipun menggunakan pendekatan yang berbeda, kedua media tetap mampu mempertahankan konsistensi pesan mengenai KSOT sebagai inovasi teknologi maritim karya anak bangsa. Oleh karena itu, pemilihan teknik penulisan yang sesuai dengan kebutuhan audiens menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan penyampaian informasi perusahaan. (*)
Daftar Pustaka:
Zhou, A., & Xu, S. (2021). Digital Public Relations Through the Lens of Affordances: A Conceptual Expansion of the Dialogic Principles. Journal of Public Relations Research, 33(6), 445–463 https://doi.org/10.1080/1062726X.2022.2046585