Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Di tengah teriknya matahari Kota Cirebon, bertemu dengan tempat yang sejuk dan menentramkan jiwa memang menjadi sebuah keistimewaan. Bak menemukan jarum dalam tumpukan jerami, Gelatopedia Cirebon menjadi tempat tersembunyi yang wajib untuk dikunjungi.

Selama di Cirebon saya pribadi sangat suka menggunakan transportasi umum untuk mengeksplorasi daerah wisata. Selain karena akses transportasinya mendukung, dengan naik kendaraan umum juga saya jadi bisa menyapa dan berkenalan dengan orang lokal Cirebon.

Dari arah wisata Taman Goa Sunyaragi saya berjalan sekitar 1.5 km dengan waktu 12 menit. Berjalan dari arah by pass mataharinya sangat terik. Tapi perlahan terobati ketika melewati kawasan PLN Cirebon di jalan Tuparev. Semilir angin dari pepohonan membuat tubuh sejuk. Saya sedikit teringat dengan kota Bandung. Namun sangat disayangkan kawasan ini sepi oleh pengendara motor dan pejalan kaki. Dari ujung hingga ujung saya berjalan sendirian. Sebagai orang Bandung yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota orang tentu rasanya ada was-was. Mengingat beberapa orang lokal yang saya temui selalu memberikan pesan untuk hati-hati jika melewati jalan yang sepi. Namun Alhamdulillah akhirnya saya sampai dengan selamat di ujung jalan yang dekat dengan perumahan penduduk.

Kawasan PLN Cirebon di Jalan Tuparev (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Kawasan PLN Cirebon di Jalan Tuparev (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Namun di daerah perumahan saya kembali merasakan udara yang gersang hingga kembali sejuk ketika melewati jalan Perjuangan. Sesampainya disana saya coba mencari bangunan yang bertuliskan Gelatopedia dan yups tepat aja di sebelah foto copy.

Tempatnya berada di ruko yang sederhana tapi begitu menyejukkan mata. Terlihat seorang bapak yang sejak awal saya sudah sedikit tahu tentang beliau berkat komentar pelanggannya di media sosial. Berdasarkan review pengunjung beliau itu adalah orang yang friendly. Sehingga sangat suka mengobrol dengan pengunjungnya dengan ramah. Begitu saya melihatnya dari jauh saya rasa juga beliau adalah orang yang open minded.

Ketika saya datang beliau sedang mengambil beberapa gelas bekas pelanggan yang sudah pergi. Begitu masuk beliau langsung menyambut dan memperlakukan saya sebagai pengunjung yang sudah sering datang kesana.

"Ini kaa freezernya baru datang, biasanya kita ada 10 varian"

"Oh gitu ya pak" sahut saya sambil memesan gelato rasa vanilla dan mangga

Untuk gelato pengunjung bisa memilih 1 varian rasa dengan harga Rp.15.000 sementara jika memilih dua toping diberikan harga Rp.25.000. Saya memilih pesanan dimasukan ke dalam cangkir khas es krim karena berniat makan di tempat sambil menikmati suasana vintage.

Siang itu gelatopedia cukup ramai dikunjungi sehingga beberapa spot dan kursi estetik sudah terisi. Adapun satu spot dua kursi yang terdekat dengan freezer gelato tapi di depannya diisi oleh muda-mudi yang sedang membuat konten deeptalk jadi saya mengurungkan niat duduk di tempat tersebut karena khawatir menggangu frame videonya.

Saya memilih satu spot kursi di tengah dengan meja yang bertumpukkan dengan buku-buku. Satu cup gelato yang cantik dengan warna-warni toping bertengger manis di atas buku-buku. Sambil menikmati semilir angin saya menemukan sebuah buku berjudul Rentang Kisah milik influencer yang terkenal pada masanya yaitu gitasav. Meski kini sudah tidak aktif di kanal youtubenya dengan segmen beropini saya masih sangat menyukai karya dan cara berpikirnya.

Gelato yang creamy dan sedikit segar dari rasa mangga ternyata melenakkan saya untuk duduk bersantai agak lama. Setelah dipastikan pemilik gelatopedia sedang tidak sibuk saya mencoba menjalin komunikasi karena sangat tertarik untuk membahas kedai yang unik dan saya rasa bisa mendapat banyak wawasan dari pemiliknya.

Sambil memotret barang-barang antik saya mulai memulai pembicaraan

"Bapaknya seniman ya?" ujar saya yang sangat meyakini bahwa konsep yang dibawa dalam kedai tersebut memang khas karya tangan seorang seniman

"Ah, bukan ka!" ujarnya

"Saya kira seniman soalnya ini khas banget dan unik salah satunya patung yang berbalut baju dari kertas koran"

"Gimana ya ka, saya gak mau dibilang seniman. Soalnya kalau seniman itu terkenal dengan mereka yang tidak mau bekerja. Panggil saja saya tukang es krim." tukasnya sambil tersenyum

"Pak ini koleksinya punya bapak semua ya? apakah masih berfungsi?" tanya saya lagi

" Iyah ini milik saya semua, ini saya pajang yang tahun 90-an biar masih dapat kesan vintage tapi masih nyambung ke anak-anak zaman sekarang. Jadi koleksinya tidak terlalu kuno. Semua udah ga berfungsi ka, kalau masih agak repot sih ngurusnya."

"Ouh gitu ya pak, menarik sih pak. Menurut saya unik juga ya pak karena disini menyediakan buku-buku untuk dibaca."

"Hehe iya ka, sebetulnya koleksi buku di sini juga beberapanya ada sumbangan dari pelanggan yang merasa punya koleksi buku banyak tapi sudah jarang di baca."

"Kemarin juga ada yang dari Bandung sama kaya kakanya tapi dia mau ke semarang dan sengaja datang ke sini karena di Bandung belum ada," tambahnya

"Semoga bisa buka di Bandung ya pak, kalau suatu hari kangen gelato jadi ga jauh-jauh harus ke Cirebon, hehehe," ungkap saya sambil mengakhiri pembicaraan dan meminta izin untuk memasukan kuliner gelatopedia Cirebon dalam artikel ayobandung.id. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 16:51

Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita

Majalah Monitor edisi Oktober 1983 mengajak kita pulang sejenak ke masa ketika hiburan tak datang setiap saat dalam genggaman, tetapi justru dinanti dengan penuh antusias.

Majalah Monitor edisi Oktober 1983, majalah hiburan dan keluarga dengan sampul mojang Bandung, Reita Soebita. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 15:42

Tahun Berulang, MAMPUS Berulang Tahun

Ejaan setiap pemilihan diksi sangat relevan, sehingga menciptakan makna, bahkan pembacaan yang multitafsir sering disebut sebagai perspektif.

Berulang Tahun MAMPUS (Malam Minggu Puisi) (Foto: Ayu Maimun)
Seni Budaya 12 Okt 2026, 14:41

Mengubah Gerakan Erotis Tari-tarian Kerakyatan Melalui Tari Lidah Agni

Tari kerakyatan tradisional sunda, memang kerap mendapat stigma terdapat unsur erotis. Akan tetapi, para peneliti ISBI Bandung mengubahnya menjadi gerakan tari lidah agni.

Salah satu gerakan Tari Lidah Agni  yang dipentaskan oleh Sanggar Putri Ayu Bandung (Foto: mildan)
Beranda 12 Okt 2026, 14:18

Menari dan Berbagi untuk Sesama Lewat Bhakti Nṛtya Pertiwi

Lebih dari sekadar pertunjukan, Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi ruang perjumpaan untuk merayakan keberagaman budaya.

Pertunjukan tari Kalimantan dalam Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi bagian dari perayaan keberagaman budaya Nusantara sekaligus ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 14:01

Semrawut Parkir Liar Pasar Ujungberung: Jalan Sempit, Pejalan Kaki Terpaksa 'Nyempil' di Antara Kendaraan

Parkir liar di bahu jalan dan trotoar depan Pasar Ujungberung bikin ruas jalan menyempit. Pejalan kaki terpaksa nyempil di antara kendaraan

Kondisi parkir liar sepeda motor di bahu jalan depan Pasar Ujungberung yang menyebabkan penyempitan jalan. (Foto: Rahayu)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 13:22

Aksa Cafe Cirebon tempat Nongkrong Cozy di Cirebon

Aksa Cafe Cirebon menjadi salah satu tempat nongkrong anak muda yang punya tempat yang nyaman dan rasa makanan yang enak

Menu Aksa Cafe Cirebon (11/10/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)