Di tengah teriknya matahari Kota Cirebon, bertemu dengan tempat yang sejuk dan menentramkan jiwa memang menjadi sebuah keistimewaan. Bak menemukan jarum dalam tumpukan jerami, Gelatopedia Cirebon menjadi tempat tersembunyi yang wajib untuk dikunjungi.
Selama di Cirebon saya pribadi sangat suka menggunakan transportasi umum untuk mengeksplorasi daerah wisata. Selain karena akses transportasinya mendukung, dengan naik kendaraan umum juga saya jadi bisa menyapa dan berkenalan dengan orang lokal Cirebon.
Dari arah wisata Taman Goa Sunyaragi saya berjalan sekitar 1.5 km dengan waktu 12 menit. Berjalan dari arah by pass mataharinya sangat terik. Tapi perlahan terobati ketika melewati kawasan PLN Cirebon di jalan Tuparev. Semilir angin dari pepohonan membuat tubuh sejuk. Saya sedikit teringat dengan kota Bandung. Namun sangat disayangkan kawasan ini sepi oleh pengendara motor dan pejalan kaki. Dari ujung hingga ujung saya berjalan sendirian. Sebagai orang Bandung yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota orang tentu rasanya ada was-was. Mengingat beberapa orang lokal yang saya temui selalu memberikan pesan untuk hati-hati jika melewati jalan yang sepi. Namun Alhamdulillah akhirnya saya sampai dengan selamat di ujung jalan yang dekat dengan perumahan penduduk.

Namun di daerah perumahan saya kembali merasakan udara yang gersang hingga kembali sejuk ketika melewati jalan Perjuangan. Sesampainya disana saya coba mencari bangunan yang bertuliskan Gelatopedia dan yups tepat aja di sebelah foto copy.
Tempatnya berada di ruko yang sederhana tapi begitu menyejukkan mata. Terlihat seorang bapak yang sejak awal saya sudah sedikit tahu tentang beliau berkat komentar pelanggannya di media sosial. Berdasarkan review pengunjung beliau itu adalah orang yang friendly. Sehingga sangat suka mengobrol dengan pengunjungnya dengan ramah. Begitu saya melihatnya dari jauh saya rasa juga beliau adalah orang yang open minded.
Ketika saya datang beliau sedang mengambil beberapa gelas bekas pelanggan yang sudah pergi. Begitu masuk beliau langsung menyambut dan memperlakukan saya sebagai pengunjung yang sudah sering datang kesana.
"Ini kaa freezernya baru datang, biasanya kita ada 10 varian"
"Oh gitu ya pak" sahut saya sambil memesan gelato rasa vanilla dan mangga
Untuk gelato pengunjung bisa memilih 1 varian rasa dengan harga Rp.15.000 sementara jika memilih dua toping diberikan harga Rp.25.000. Saya memilih pesanan dimasukan ke dalam cangkir khas es krim karena berniat makan di tempat sambil menikmati suasana vintage.
Siang itu gelatopedia cukup ramai dikunjungi sehingga beberapa spot dan kursi estetik sudah terisi. Adapun satu spot dua kursi yang terdekat dengan freezer gelato tapi di depannya diisi oleh muda-mudi yang sedang membuat konten deeptalk jadi saya mengurungkan niat duduk di tempat tersebut karena khawatir menggangu frame videonya.
Saya memilih satu spot kursi di tengah dengan meja yang bertumpukkan dengan buku-buku. Satu cup gelato yang cantik dengan warna-warni toping bertengger manis di atas buku-buku. Sambil menikmati semilir angin saya menemukan sebuah buku berjudul Rentang Kisah milik influencer yang terkenal pada masanya yaitu gitasav. Meski kini sudah tidak aktif di kanal youtubenya dengan segmen beropini saya masih sangat menyukai karya dan cara berpikirnya.
Gelato yang creamy dan sedikit segar dari rasa mangga ternyata melenakkan saya untuk duduk bersantai agak lama. Setelah dipastikan pemilik gelatopedia sedang tidak sibuk saya mencoba menjalin komunikasi karena sangat tertarik untuk membahas kedai yang unik dan saya rasa bisa mendapat banyak wawasan dari pemiliknya.
Sambil memotret barang-barang antik saya mulai memulai pembicaraan
"Bapaknya seniman ya?" ujar saya yang sangat meyakini bahwa konsep yang dibawa dalam kedai tersebut memang khas karya tangan seorang seniman
"Ah, bukan ka!" ujarnya
"Saya kira seniman soalnya ini khas banget dan unik salah satunya patung yang berbalut baju dari kertas koran"
"Gimana ya ka, saya gak mau dibilang seniman. Soalnya kalau seniman itu terkenal dengan mereka yang tidak mau bekerja. Panggil saja saya tukang es krim." tukasnya sambil tersenyum
"Pak ini koleksinya punya bapak semua ya? apakah masih berfungsi?" tanya saya lagi
" Iyah ini milik saya semua, ini saya pajang yang tahun 90-an biar masih dapat kesan vintage tapi masih nyambung ke anak-anak zaman sekarang. Jadi koleksinya tidak terlalu kuno. Semua udah ga berfungsi ka, kalau masih agak repot sih ngurusnya."
"Ouh gitu ya pak, menarik sih pak. Menurut saya unik juga ya pak karena disini menyediakan buku-buku untuk dibaca."
"Hehe iya ka, sebetulnya koleksi buku di sini juga beberapanya ada sumbangan dari pelanggan yang merasa punya koleksi buku banyak tapi sudah jarang di baca."
"Kemarin juga ada yang dari Bandung sama kaya kakanya tapi dia mau ke semarang dan sengaja datang ke sini karena di Bandung belum ada," tambahnya
"Semoga bisa buka di Bandung ya pak, kalau suatu hari kangen gelato jadi ga jauh-jauh harus ke Cirebon, hehehe," ungkap saya sambil mengakhiri pembicaraan dan meminta izin untuk memasukan kuliner gelatopedia Cirebon dalam artikel ayobandung.id. (*)