Ayo Netizen

Tahura Djuanda, Hutan Raya yang Penyimpan Jejak Sejarah

Oleh: Muhammad Dafi Saefuddin
Gelang masuk Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung.

Di ujung utara Jalan Dago, hutan rindang di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda menyimpan lebih dari sekadar udara sejuk. Di antara pepohonannya, tersembunyi gua peninggalan masa kolonial, museum tokoh bangsa, dan jalur trekking menuju air terjun.

Tahura Djuanda berada di Jalan Ir. H. Djuanda No. 99, Dago Pakar, Bandung. Kawasan konservasi ini berada di ketinggian sekitar 770 hingga 1.330 meter di atas permukaan laut dan membentang dari Dago Pakar hingga Maribaya, Lembang. Namanya diambil untuk mengenang Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, tokoh di balik Deklarasi Djuanda.

Jejak sejarah paling kuat terlihat di Gua Belanda dan Gua Jepang, dua peninggalan masa kolonial yang bisa dijelajahi pengunjung. Gua Jepang memiliki empat pintu masuk dan dua lubang penjagaan. Selain itu, Museum Ir. H. Djuanda menyajikan kilasan perjalanan sang tokoh. Untuk menikmati alamnya, pengunjung bisa trekking menuju Curug Omas. Di sisi lain kawasan, penangkaran rusa menjadi bagian dari upaya konservasi.

Salah satu pengunjung, Rama, pelajar SMA yang sedang berlibur, mengaku terkesan dengan suasana di kawasan ini. “Suasananya sejuk banget dan jalurnya enak buat jalan kaki. Seru juga bisa lihat gua peninggalan zaman dulu, jadi liburan nggak cuma foto-foto,” kata Rama saat ditemui di lokasi.

Baca Juga: Bandung dan Pusat Mata Nasional:  Solidaritas bagi Korban Karhutla Kalimantan

Untuk menuju lokasi, pengunjung dari pusat kota bisa mengarah ke Jalan Ir. H. Djuanda atau Dago Atas, melewati Terminal Dago, lalu lanjut ke gerbang Dago Pakar. Pengguna angkutan umum bisa naik angkot jurusan Dago, kemudian melanjutkan dengan ojek. Selain gerbang Dago Pakar, tersedia akses lain lewat Maribaya dan PLTA Bengkok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiket masuk untuk wisatawan nusantara Rp17 ribu per orang, sedangkan wisatawan mancanegara Rp57 ribu. Pelajar dan mahasiswa mendapat tarif Rp11 ribu. Tarif parkir sepeda motor Rp6 ribu dan mobil Rp12 ribu. Tahura yang dikelola UPTD Tahura Raya, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, ini buka setiap hari dari pagi hingga sore hari. Tarif dan jam operasional dapat berubah sewaktu-waktu.

Pengunjung disarankan memakai alas kaki yang nyaman dan membawa jas hujan, terutama jika berencana trekking ke curug. Karena berstatus kawasan konservasi, pengunjung juga diminta tidak membuang sampah sembarangan dan mematuhi aturan menjaga kelestarian hutan. (*)

Reporter Muhammad Dafi Saefuddin
Editor Aris Abdulsalam